
“ASSALAMUALAIKUM” serempak sepasang suami istri itu, mengucapkan salam tak kala mereka sudah diambang pintu masuk sebuah rumah besar dengan halaman yang luas.
Ya,, Zeno dan Fani saat ini telah sampai dirumah mama dan juga mertuanya.
“WALAUKUMSALAM” jawab mama seli, yang melihat anak dan menantunya, berada diambang pintu masuk, lalu berjalan kearahnya, yang sedang duduk di ruang tamu sambil menonton TV.
“sayang..” sapa mama seli sambil memeluk tubuh fani, tak puas dengan memeluk tubuh fani, mama seli lalu menciup pipi kanan dan kiri fani “gimana kabar kamu fan? Tanya mama seli usai mencium kedua pipi menantunya.
“baik mah” jawab fani tersenyum.
“sepertinya mama, melupakan anak mama,” ucap zeno yang merasa kesal karna diabaikan oleh mamanya.
“kamu ini, masa cemburu sama istri sendiri” ucap seli
Fani terkekeh melihat tingkah laku mertua dan suaminya
Zeno lalu menarik tangan fani dengan lembut agar berdiri “ayo” ajak zeno.
“mau dibawa kemana mantu mama zen?” Tanya seli
__ADS_1
“apa mama tidak melihat, jika fani masih mengenakan seragam sekolahnya, aku ingin membawa fani kekamar untuk menganti seragamnya dengan baju santai” ujar zeno sebal
Seli yang tidak menyadari jika menantunya itu masih mengenakan seragam sekolah, tersenyum kikuk “yasudah sayang, kamu ganti pakaianmu dulu, setelah itu kembali kesini, mama ingin memberikanmu hadiah” ucap seli.
“Baik mah” ujar fani
Zeno dan fani berjalan menaiki anak tangga satu persatu untuk menuju kamar zeno, sampai didalam kamar, zeno bukannya mengganti baju kerjanya malah lelaki tampan itu merebahkan tubuhnya diatas ranjang.
Fani yang melihat suaminya merebahkan tubuhnya diatas ranjang itupun berkata “ka,, ganti baju dulu”
“sebantar fan, kepalaku masih terasa pusing” ujar zeno sambil menutup matanya.
Fani berjalan menuju kearah suaminya itu, lalu tanpa disuruh fani membuka sepatu dan kaos kaki yang masih menempel dikedua kaki zeno, dirasa sepatu dan kaos kaki nya sudah terlepas lalu fani meletakkannya dirak tempat sepatu disamping lemari, fani berjalan kembali kearah suaminya, lalu fani memegang kening zeno “sepertinya kaka demam” ujar fani.
"baik, kaka istrihat saja mungkin kaka kelelahan karna terlalu banyak bekerja "ujar fani.
"aku akan mandi lalu membuatkan bubur dan teh hangat untuknya" kata fani berbicara kepada diri sendiri.
Fani berjalan menuju lemari untuk mengganti bajunya, fani memilah-milih baju mana yang akan ia kenakan untuk acara makan malam nanti, akhirnya fani mengambil dress putih tanpa lengan untuk ia kenakan, lalu fani berjalan kekamar mandi untuk membersikan badannya.
__ADS_1
Zeno membuka matanya disaat kupingnya mendengar gemercik air didalam kamar mandi.
ia melirikan sekilas matanya untuk melihat kearah kamar mandi, ia ingin memastikan lagi apakah fani sudah berada didalam kamar mandi atau belum. Dirasa fani benar-benar berada didalam sana. Zeno menghela nafas panjang.
“Huff kenapa kepalaku ini terasa pusing sekali hanya sekedar memikirkan dia” ujar zeno, lalu zeno melihat ke bawah dimana kakinya berada dan merasakan tadi saat fani menyentuh kakinya untuk sekedar melepas sepatunya, fani menyentuh kakinya juga hanya sekilas tapi efek dari sentukan tangan fani menyebabkan junior zeno menegang seketika.
Zeno menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan fikiran m***m.nya terhadap fani, dirasa kepalanya semakin pusing, zenopun mengambil bantal untuk ia taro dikepala ranjang, lalu badan zeno ia senderkan dibantal yang berada dikepala ranjang, zeno pun kembali memejamkan matanya.
Pintu kamar mandi terbuka, memperlihatkan fani yang telah selesai mandi, dengan rambut basahnya.
Zeno membuka matanya tak kala mendengar pintu kamar mandi terbuka, zeno menelan salivanya dengan susah payah, ia melihat penampilan fani yang menurutnya sangan sexy itu, padahal fani hanya mengenakan dress berwarna putih tanpa lengan.
“kenapa kaka bangun?” Tanya fani yang masih berada diambang pintu kamar mandi,
“a-aku ingin mandi” ujar zeno susah payah, dengan mata yang masih melihat kearah fani
‘kaka tidak usah mandi, kan lagi tidak enak badan,, nanti kalau tambah sakit bagaimana?,, tunggu sebentar akan aku buatkan bubur untuk kaka”
lalu fani melangkahkan kakinya ke pintu keluar untuk menuju dapur
__ADS_1
Zeno yang melihat fani sudah keluar dari kamar mereka itupun berkata “ jika aku tidak mandi, maka juniorku ini akan menerkammu” gumam zeno, lalu zeno melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, ia harus menuntaskan sendiri dengan tangannya.
TBC