Heart Choice

Heart Choice
Episode 69


__ADS_3

“woy,” teriak fitri yang sudah duduk disamping fani,


Saat ini fani sudah tiba didalam kelasnya, namun fitri yang baru saja datang mendapati temannya itu sedang melamun.


“pagi-pagi udah ngelamun aja lo, mikirin apaan sih” tanya fitri.


“eh tunggu, kok mata lo sembab gitu, abis nangis? Lanjut fitri.


Fani yang sejak tadi melamun ditempat duduknya itu, menolehkan kepalanya kearah fitri dan tersenyum “ gak papa, gue ngantuk aja kurang tidur” dusta fani.


Fitri hanya menganggukkan kepalanya beberapa kali menanggapi jawaban fani.


“eh fan, pulang sekolah kita ng-Mall yuk, udah lama juga kan kita gak nonton sama belanja-belanja bareng”


“gimana?, itung-itung kita ng-restart otak kita dulu sebelum ujian kelulusan nanti”lanjut fitri.


Fani Nampak berfikir sejenak, dan “boleh tuh, ayo aja” ujar fani pada akhirnya


Fani berfikir seperti ini moment yang pas untuk fani menceritakan kefitri bahwa ia sudah menikah.


“oke deh, nanti pulang sekolah cuz” ujar fitri antusias yang ditanggapi oleh fani senyuman yang manis.


***


Zeno menyenderkan kepalanya dipunggung kursi kebesarannya, pria itu memejamkan matanya dan disaat matanya terpenjam tanpa disadarai air mata keluar dari pelupuk kedua mata zeno. Pria itu menangis memikirkan fani, baru kali ini ia menangisi seorang gadis.


TOK..TOK..TOKK


Suara ketukan pintu, membuyarkan lamunan zeno dan pria itu membuka matanya dan menegakkan badannya lalu menghapus air matanya.


“masuk” perintah zeno


Sang sekretaris itupun masuk dan berjalan kearah zeno.


“maaf pak, jam 10 nanti ada meeting dengan client..” ucapan sang sekretaris belum selesai namun zeno sudah memotongnya.


“batalkan semua meeting hari ini” ujar zeno


“dan jika ada yang mencari saya, bilang saya tidak ada ditempat, saya sedang tidak ingin diganggu” lanjutnya


“baik pak, kalau begitu saya permisi” ujar sang sekretaris


“Hmm” jawab zeno, dirasa sudah mendapat jawaban dari zeno sang sekretarispun pamit untuk meninggalkan ruangan zeno.


***


Bel pulang sekolah berbunyi.

__ADS_1


Fani dan fitri berjalan keluar kelas untuk menuju kedepan gerbang menunggu supir fitri datang.


“fan fit kalian nunggu jemputan?” tanya aldo yang melihat fani dan fitri berada didepan gerbang.


“iya nih, supir gue belum dateng “ ujar fitri


“oh” jawab aldo


“fan, kamu pulang berang siapa, sini aku anter aja” tawar aldo kepada fani


“gak usah al, aku sama fitri mau nonton sama beli buku” ujar fani


“wah, ikut dong” ujar aldo


“dih ogah,, kalau lo ikut yang ada lo deketin fani terus dan ganggu metime kita nanti” ujar fitri


Aldo berdecak sebal ke fitri.


“iya al, lain kali aja ya, aku sama fitri soalnya udah lama gak jalan berdua” ujar fani.


Aldo menghela nafas pelan “ yaudah deh, tapi kapan-kapan kamu mau kan jalan sama aku, dan aku masih nunggu jawaban kamu fan” ujar aldo


“iya” jawab fani asal supaya aldo segera pergi.


Aldo tersenyum mendengar jawaban fani dan “yaudah aku pergi dulu kalau begitu” ujar aldo yang diangguki fani dan fitri.


“nanti aja gue ceritain, tuh mobil lo udah dateng” ujar fani yang melihat mobil jemputan mereka baru saja berhenti disebrang jalan


Fitri melihat kearah yang dimaksud fani dan benar saja mobil yang biasanya menjemputnya sudah ada disebrang jalan, tapi anehnya kenapa ada disebrang jalan sana, biasanya supir fitri berhenti didepan gerbang.


“kok mobil gue berhenti disana sih, PR banget kan kita nyebrang kesananya, mana panas lagi” gerutu fitri.


“udah ayo gakpapa” ajak fani yang sudah menggandeng tangan fitri untuk menyebrangi jalan menuju kemobil fitrii.


“loh kok kaka yang jemput,” tanya fitri disaat mereka (fani dan fitri ) sudah masuk kedalam mobil dan duduk dikursi penumpang.


“iya mang asep gak bisa jemput” ujar nico yang melihat adiknya dan juga fani dari kaca spion depan, namun nico lebih berfokus terhadap fani yang sudah duduk tenang disamping fitri


“kenapa?” tanya fitri


“mang asep lagi jemput papa dibandara” ujar nico


“oh” jawab fitri singkat.


“kak anterin aku sama fani ke mall ya” lanjut fitri


“ngapain?” tanya nico

__ADS_1


“aku mau nonton, kaka nanti drop.in aku sama fani didepan pintu masuk aja, nanti pulangnya kita naik taxi, lagian aku udan izin sama mama” ujar fitri


“gak usah kaka ikut kalian aja,” ujar nico


“dih ngapain, ganggu aja gak usah!!” ujar fitri


“lagian kaka juga harus ke café kan” lanjutnya


“kalau kamu lupa, kaka yang punya café itu, jadi terserah kaka mau kesana atau enggak, lagian kaka mau jagain kalian nanti kalian kalau diapa-apain sama orang gimana?”


“ujung-ujungnya kaka yang kena omel mama kalau kamu kenapa-kenapa” lanjut nico membuat alasan.


Fitri berdecak sebal menatap kearah nico yang ada dikursi kemudi, lalu beralir menatap kesamping “fan, gak papa kalau ka nico ikut?” tanya fitri


Fani tersenyum “ gakpapa fit, santai aja, itung-itung kita bawa bodyguard kan” ujar fani bercanda


“hahahahaha, bener juga lo fan,” ujar fitri


“yaudah kaka boleh ikut” ujar fitri kepada nico, dan nicopun tersenyum senang.


Sementara dibelakang mobil nico tanpa sepengetahuan mereka (Fani, Fitri dan nico) sudah terparkir mobil zeno, tadinya zeno berniat akan menjemput fani, namun ia melihat fani berjalan bergandengan tangan dengan fitri dan memasuki mobil fitri, namun zeno tidak mengetahui jika nico ada didalam mobil itu. Sepengetahuan zeno yang ada didalam mobil itu adalah supir fitri, yang biasanya ia lihat saat menjemput fani.


“mau kemana dia” monolog zeno yang melihat mobil didepannya berjalan, dan zenopun mengikuti mobil itu dari belakang.


Selang beberapa menit mobil yang diikuti zeno berhenti disebuah mall daerah Jakarta barat.


Mobil nico berhenti didepan pintu masuk mall. “ka, aku dan fani mau makan ditempat biasa, kaka tau kan tempatnya” ujar fitri kepada nico.


“iya tau, yaudah sana kalian masuk dulu, nanti kaka nyusul” ujar nico kepada fitri yang diangguki oleh mereka. (fani dan fitri)


Sesungguhnya tempat makan yang dimaksud oleh fitri adalah tempat makan langganan keluargannya. Tempat makan itu favorid keluarga fitri terutama dirinya dan juga mamanya saat sedang shopping. Makanya nico mengetahui tempat makan yang dimaksud oleh fitri tadi.


Fani dan fitri berjalan memasuki mall dan menuju kerestoran yang tadi dimaksud, yang tentunya diikuti oleh zeno dari belakang, lelaki itu terus saja mengikuti kemana fani berjalan dan berhenti.


Sesampainnya didalam restoran mall. fani dan fitri mencari meja yang masih kosong dirasa sudah mendapatkannya mereka duduk dan segera memesan makanan.


Selesai memesan makanan tak berselang lama nico datang menghampiri mereka.


Zeno yang sejak tadi memang mengikuti mereka dibuat kaget saat melihat nico datang diantara fani dan juga fitri.


“ngapain tuh anak” ujar zeno yang duduk tak jauh dari mereka,


Zeno mengepalkan tangannya saat melihat nico bergeser dan duduk disamping fani.


Dari sudut pandang zeno, ia melihat fani sangat menikmati candaanya bersama nico. Dan zeno melihat mereka saling berbalas senyum satu sama lain.


Wajah zeno sudah memerah menahan amarah melihat fani tersenyum kepada nico.

__ADS_1


TBC


__ADS_2