Heart Choice

Heart Choice
Episode 41


__ADS_3

Pagi menyapa, seolah-olah menyuruh manusia kembali dengan menjalankan aktivitas seperti biasanya, seperti yang dilakukan zeno dan fani kedua manusia itu sekarang sudah rapi dengan pakaiannya masing-masing, zeno yang sudah rapi dengan setelah baju kerjanya, sedangkan fani gadis itu sudah siap dan rapi dengan mengenakan baju seragam sekolahnya.


Zeno dan fani menuruni tangga menuju ke meja makan untuk melakukan sarapan bersama-sama dengan seluruh keluarga wicaksono


“Pagi, Pah mah” sapa fani manis


“pagi sayang, duduk” seru mama seli


Fani tersenyum, lalu duduk disamping zeno yang sudah lebih dulu mengambil posisi tempat duduknya.


“mau sarapan apa ka, nasi goreng atau roti?” tanya fani.


“nasi goreng”jawab zeno lembut, fani lalu mengambilkan nasi goreng serta telur mata sapi, setelah dirasa sudah lengkap fani menaruh piring itu dihadapan zeno, yang disambut baik dengan zeno yang melahapnya dengan santai.


Sedangkan fani, gadis itu lebih memilih sarapan dengan menggunakan roti dan juga susu saja.


“dimana tama mah?”Tanya zeno, yang tidak mendapati adik satu-satunya itu berada diruang makan untuk melakukan sarapan bersama.


“tadi pagi-pagi sekali sudah berangkat ke kampus, katanya ada mata kuliah dadakan” ujar mama seli, sambil mengunyah nasi goreng yang tinggal tersisa sedikit dipiringnya itu.


Zeno hanya menganggukkan kepalanya pertanda memberikan jawaban kepada mama seli, Alex sudah menyelesaikkan sarapannya, lalu iapun berdiri “mah, zen, fani, Papa berangkat dulu” ujar alex yang ingin bersiap-siap menuju ke teras rumah untuk berangkat kekantornya.


“iya, hati-hati pa” Ujar fani


Alex tersenyum kepada fani, lalu sedetik kemudian menatap putra sulungnya “Zen, jangan lupa siang nanti ada Miting penting dengan pak Baskoro”


“iya pah”


“yasudah kalian lanjutkan sarapannya, mama mau mengantar papa kedepan dulu” ujar mama seli, lalu papa alex dan juga mama seli berjalan beriringan menuju depan teras halaman yang dimana mobil nya terletak.


******


Mobil zeno, sudah terparkir didepan gerbang sekolah fani.


Fani pun menjabat tangan zeno lalu bersalaman, “kaka hati-hati dijalan” ujar fani


“iya, belajar yang rajin”


“SIAP” Seru fani semangat.

__ADS_1


Fani membuka pintu mobil dan keluar lalu menutup pintu mobil itu kembali dan berjalan menuju gerbang sekolah. Zeno masih mengamati istrinya dan memastikkan fani memasuki gerbang sekolah dengan aman dan selamat, dirasa fani sudah tidak terlihat oleh pandangan zeno, ia pun melanjukkan mobilnya menuju kekantornya.


“Fan, Fani” Teriak Fitri,


Fani berhenti melangkah dan menolehkan kepalanya kebelakang “baru dateng juga kamu fit” tanya fani


“iya tadi mobil gue dibelakang mobil yang lu tumpangin, lo tadi sama siapa fan, gue liat tadi cowok ganteng yang ada disatu mobil sama lo”


“Oh itu, itu anaknya tante seli yang kemarin gue ceritain sama lu itu” seru fani dengan wajah setenang mungkin.


“Wihhh,, ganteng ya fan, betah dong lu satu atap sama dia”


“engga, ka zeno itu udah beda rumah sama tante seli” ucap fani


“oh namanya zeno,” ucap fitri sambil manggut-manggut


“Oh iya, Lu kemarin waktu izin gak kerja belum bilang ya sama kaka gue” tanya fitri


Fani melotot pasalnya, kata zeno, ia sudah mengizinkan fani kepada niko untuk tidak masuk kerja kemarin, bisa-bisanya zeno berbohong kepadanya. Liat aja nanti kalau diappartemen.“oh, iya gue lupa minta izin sama ka niko” seru fani bohong.


“istt, lo ini kebiasaan banget, untungnya gue temen yang baik dan pengertian, gue kemarin gantiin lo, gue bilang sama ka niko kalo lo ada urusan mendadak makanya gue gantiin deh”


“udah lo tenang aja, kaka gue itu udah ganteng dan baik hati pula, dia gak bakal marah sama lo,percaya sama gue, apalagi lo kan temen gue, dia juga udah kenal lo dari dulu kan” seru fitri menenangkan.


“makasih Fitri sayang” ujar fani, sambil memeluk dan memajukkan bibirnya ingin mencium fitri, akan tetapi fitri memundurkan kepalanya dan tangan kanannya menghadang bibir fani yang hendak menciumnya itu.


“idihhh, apa-apaan si lo, gue masih normal ya” ujar fitri


“hehehe, yaudah sebagai tanda terima kasih gue, nanti pulang sekolah sebelum gue berangkat kerja gue traktir lo, gimana ?”


Fitri melepaskan pelukan fani dan berjalan untuk menuju kekelas mereka, lalu berkata “mau banget gue, apalagi kalau gratis makin mau banget”


Fani mengikuti langkah kaki fitri yang menuju kelasnya “dasar”seru fani kepada fitri.


Saat sampai dikelas mereka, ternyata sebagian murid belum ada yang datang, sambil menunggu jam pertama dimulai fani dan fitri sibuk dengan ponselnya masing-masing, sampai akhirnya suara fitri mengagetkan fani yang sedang membaca Novel di ponselnya.


“eh fan, kemarin waktu gue gantiin lo dicafe kaka gue, gue ketemu sama cowok ganteng banget, FIX”


Fani menoyor kepala fitri pelan, karna kaget “kebiasaan dah lu ma, kalau ngomong suka ngagetin”

__ADS_1


“heheh, sorry-sorry” ujar fitri minta maaf


“tapi beneran fan, cowok yang kemarin gue temuin dicafe ka niko itu ganteng banget”


“maksud lo gimana fit, kurang faham gue” seru fani, yang belum memahami perkataan fitri


“ya ampun lo itu lagi mikirin apaan si fan” ujar fitri bete


“ni gue ceritain, kemarin waktu gue dicafe ka niko, ada pelanggan gitu tiga orang cowok ganteng-ganteng, tapi yang paling ganteng Cuma satu sih, nah terus gue gak sengaja liat mereka saat gue abis dari toilet dan pengen menuju ke ruangan ka niko, saat dia panggil-panggil waiters itu gue denger dan liat dia, OMG Ganteng parah fan, kayaknya dia pelabuhan terakhir gue deh, dan cinta pada pandangan pertama ”seru fitri yang menceritakan kejadian dicafe kemarin dengan antusias


“terus” kata fitri


“ya terus, disaat dia panggil-panggil waiters tapi gak ada yang dateng, akhirnya gue inisiatif deh tu gantiin jadi waiternya gue aja masih pakek seragam sekolah, lagipula lumayan kan mandangain wajah cowok itu lebih deket”


“terus” kata fitri kembali


“lo kata-katanya terus-terus aja, ntar nabrak” ujar fitri sebal


“hahah, kan gue mau dengerin dulu fit, cerita lo”


“tapi ya fan, kok cowok itu gak chat gue ya, padahal kan gue udah kasih nomer gue ke dia”


“apaa… lo kasih nomer lo ke dia?” tanya fani


Fitri hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum tanpa dosa


“kok bisa si lo, kasih nomer pribadi lo kesembarang orang” kata fani kesel


“ko kesembarang orang si fan, cowok itu tuh kelak bakal jadi suami dan ayah dari anak-anak gue nanti” ujar fitri menghalu


“gak abis pikir gue sama lo fit,” kata fani sambil menggelengkan kepalanya beberapa kali.


Mereka yaitu fani dan fitri yang sedang asiknya mengobrol hingga melupakan bahwa mereka sudah bergosip beberapa menit, hingga akhirnya bel masuk pun berbunyi.


Hingga beberapa menit setelah bel masuk itu berbunyi guru untuk mata kuliah jam pertama pun datang “ pagi anak-anak” Sapa guru wanita itu dengan lembut, yang dibalas dengan jawaban dari murid-murid dikelas itu “ pagi bu” Ujar serempak.


Lalu dilanjutkan dengan kegiatan mengajar.


TBC

__ADS_1


__ADS_2