Heart Choice

Heart Choice
Episode 33


__ADS_3

Fani menuruni anak tangga menuju dapur, disaat sampai dapur fani melihat mama seli sedang membantu bi sumi yang sedang memasak.


“mama” sapa fani


Mama seli pun menolehkan kepalanya menuju sumber suara “fani, sini sayang”


Fani melangkah mendekati mama mertuanya dan juga bi sumi.


“bibi” Sapa fani sambil memeluk bi sumi.


“non fani, apa kabar” bi sumi membalas pelukan fani


Seli tersenyum melihat fani, yang tidak malu dan tidak risih untuk memeluk bi sumi yang notabane.nya hanyalah pembantu dirumah ini.


“fani baik bi” balas fani.


“syukur alhamdulilah, kalau non fani baik, malah sekarang non fani makin cantik saja” puji bi sumi


“bibi bisa aja”


“oh ya mama sama bibi sedang membuat apa?” Tanya fani


“ini mama, sedang membantu bibi untuk persiapan makan malam nanti” jawab mama seli


“oh, hmmm,, maaf mah, bi apakah aku boleh membuat bubur?” Tanya fani tidak enak, pasalnya ia melihat bahwa kompor yang akan ia gunakan untuk memasak bubur untuk zeno itu, sudah penuh dengan 2 panci yang berisikan daging dan sayuran didalamnya.


“Bubur??, untuk apa kamu membuat bubur” Tanya mama seli


“ka zeno sakit mah, jadi aku ingin membuatkan bubur untuknya”

__ADS_1


“sakit? Bukankan tadi dia baik-baik saja?” Tanya sang mama mertua kembali


“tidak mah, tadi waktu masih dikantor kan zeno memang sudah merasakan sakit kepala, dan setelah sampai kamar tadi kak zeno masih merasa pusing, fani tadi juga memegang kening ka zeno yang terasa panas” ujar fani


Seli dibuat tersenyum dengan gaya bicara fani yang terlihat sangat polos itu, tapi ia tidak percaya dengan anaknya yang satu itu jika memang ia benar-benar sakit.


“kalau begitu biar bibi saja yang buatkan bubur untuk den zeno”


“tidak usah bi, biar fani saja yang buatkan untuk ka zeno”


“tapi non—“


Ucapan bi sumi terhenti tak kala ia melihat ke arah seli, sang majikan yang menganggukkan kepala, pertanda isyarat”


“baiklah kalau begitu non, non fani masak bubur disini saja, sayur ini sebentar lagi akan matang” ujar bi sumi


“OK bi” ujar fani.


“hadiah?” Tanya fani


“iya sayang, setelah kamu menikah dengan zeno, mama kan belum sempat memberikanmu hadiah pernikahan”


“fani tidak perlu hadiah mah, mama sudah mau menerima fani saja fani sudah sangat senang” ujar fani


“tidak-tidak,, kamu tidak boleh berbicara seperti itu, kamu itu menantu kesayangan mama”ujar seli tulus


Fani merasa sangat beruntung mempunyai mertua yang sangat menyayanginya, fani juga sedikit merasa bahagia karna suaminya zeno itu lambat laun sudah mulai bersikap lembut dan manis terhadapnya.


Tapi fani juga sedikit khawatir apakah zeno bersikap lembut dan manis terhadapnya saat ini karna tidak ada salsa disampingnya makanya zeno bersikap berbeda akhir-akhir ini, apakah fani hanya sekedar pelampiasan sesaat untuk zeno?

__ADS_1


Disaat fani sedang melamunkan itu semua, mama seli menepuk bahu kanan fani dengan pelan


“apa yang kamu pikirkan fan” Tanya mama seli yang melihat fani melamun.


“tidak mah, fani hanya merasa senang saja, karna keluar ini menerima fani”


“kamu itu sudah bagian dari keluar mama, makanya kamu tidak usah merasa sendiri, jika fani merasa sedih atau ada masalah dengan zeno , fani bisa cerita sama mama, mama akan dengan senang hati mendengarkan dan membantu fani” ujar seli jujur


“makasih mah” ujar fani sambil memeluk mama mertuanya itu


“sama-sama sayang” seli membalas pelukan fani sambil mengusap punggung fani dengan lembut.


seli dan fani mengurai pelukan mereka " udah ah, jangan sedih-sedih gini, kita lanjutkan memasaknya" ujar seli, yang diangguki fani.


Bi sumi yang melihat interaksi antara menantu dan mertua itu dibuat haru, tak terasa sebulir cairan bening keluar dari pelupuk mata bi sumi, lalu bi sumi cepat-cepat menghapusnya dan tersenyum.


“oh ya,,sayang pasti tante dan omnya zeno senang melihat kamu” ujar seli


“hmm, kapan om dan tante ka zeno datang mah” Tanya fani


“mungkin sekitar jam 7 malam, saat makan malam berlangsung..mama sudah menawarkan mereka untuk menginap disini saja, akan tetapi mereka menolak dengan alasan sudah terlalu lelah menempuh perjalanan jauh dengan pesawat, makanya mereka lebih memilih menginap dihotel yang dekat dengan bandara” ujar mama seli.


Fani hanya membalas dengan menganggukkan kepala.


****


Sedangkan di tempat yang berbeda seorang wanita sedang dibuat kesal, lantaran ia sedari tadi menelfon kekasihnya tetapi tidak mendapatkan jawaban sama sekali.


“awas saja kamu zeno, jika mengingkari janji yang kamu buat untuk tidak mencintai gadis sialan itu” ujar salsa sambil meremas ponselnya dengan emosi yang memuncak

__ADS_1


“DASAR GADIS SIALAN” ujar salsa kembali.


__ADS_2