
Fani kembali kedapur untuk menemui mama mertuannya sesampainnya didapur fani hanya melihat bi sumi yang berada disana “Bi, mama kemana?” Tanya fani yang tidak mendapati mama mertuannya disana.
“Eh non, nyonya ada dikamarnya” jawab bi sumi.
“oh yaudah aku nyusul mama dulu ya bi” kata fani sambil berlalu meninggalkan bi sumi, yang dibalas anggukkan kepala oleh bi sumi.
Fani berjalan menuju kamar mertuannya, sesampainnya di depan pintu kamar mertuannya, fani mengetuk pintu itu, tak berselang lama, mama seli pun membuka pintu sambil tersenyum kearah menantunya “sini sayang masuk”
Fani berjalan memasuki kamar mertuannya itu, dengan pandangan takjub kamar mertuannya ini benar-benar sangat luas melebihi kamar suaminya yaitu zeno, dengan nuansa berwarna Gold yang dipadu padankan warna putih.
“sini sayang duduk” ajak mama seli yang sudah duduk disofa samping tempat tidurnya dan menepuk-nepukkan tangannya kesofa yang berada disampingnya
Fani pun berjalan menuju sofa dimana mama seli berada sambil matanya masih melihat-lihat ruang kamar mertuannya itu.
“tunggu sebentar” kata mama seli kepada fani yang sudah duduk disampingnya, lalu mama seli berdiri dari sofa itu dan melangkahkan kakinya menuju ruang walk in closet.
Fani masih menunggu mama seli, mama seli keluar dari walk in closet sambil membawa kotak berukuran kecil, sesampainnya disamping fani dan mendudukkan badannya disofa. mama seli lalu memberikan kotak berukuran kecil itu kepada fani.
“apa ini mah”Tanya fani heran,
“buka aja” Lalu fani membuka kotak itu dan fani menemukan sebuah kalung yang sangat indah, akan tetapi sepertinya kalung itu beda dari kalung pada umumnya kalung itu seperti kalung dengan model zaman dulu.
“Kalung mah?” Tanya fani
“iya sayang”jawab mama seli sambil mengambil kalung itu dari tangan fani dan memperlihatkan kalung itu tapat didepan wajah fani.
“ini kalung turun temurun sayang, ini kalung dari mertua mama yaitu mama dari papanya zeno, dulu katanya neneknya zeno mendapatnya kalung ini juga dari mertuannya”
__ADS_1
“karna, kamu istri dari zeno dan menantu mama yang pertama jadi mama kasih kalung ini sama kamu”
“kenapa harus fani mah, fani merasa enggak pantes pakek kalung ini, ini terlalu berharga untuk fani pakai”
“tentu kamu yang harus pakai fan, zeno anak pertama mama, lagi pula dari dulu mama hanya ingin memberikan kalung ini kepada orang yang tepat, dan mama rasa kamu orang yang sangat tepat untuk memakai kalung ini”
“ma..” ucapan fani terpotong
“ustt,, udah lebih baik kamu pakai kalung ini, anggap ini adalah kado pernikahan kalian”
“makasih mah”ucap fani yang mulai mengeluarkan air mata kebahagiaan.
“sama-sama sayang, gak usah nangis ah, nanti cantiknya ilang lho” ucap mama fani sambil menghapus air mata yang sudah turun mengenai pipi chabi fani yang mulus dan putih itu.
Fani tersenyum dan menganggukkan kepala “pengen peluk” ucap fani manja kepada mama mertuanya itu.
Fani memajukkan badannya kearah mama seli, lalu memeluk mama seli dengan sangat erat.
“udah ah, jangan nangis”kata mama seli yang masih memeluk fani sambil mengusap-usap rambut belakang fani dengan lembut, yang dibalas fani dengan anggukkan kepala.
Cukup lama mereka berpelukan, lalu mama seli berkata “sini kalungnya mama pakaikan”
Fani lalu memutar badannya membelakangi mama seli dan fani juga mencakup semua rambut panjangnya untuk ia genggam dan memperlihatkan leher putih dan jenjangnya untuk mempermudah mama seli memasangkan kalung.
Mama seli lalu memasangkan kalung itu keleher menantunya sambil tersenyum “nah, udah”
Fani pun melepaskan rambutnya yang tadi ia genggam agar teruai kembali dan memutar tubuhnya menghadap mama seli.
__ADS_1
Fani memundukkan kepalanya dan melihat kalung yang sudah terpasang dilehernya.
“sangat indah dan pas berada dileher kamu fani, tentunya dengan orang yang tepat pula” ucap mama seli.
Fani tersenyum haru “terima kasih mah”
“sama-sama,, mama ada hadiah satu lagi untuk kamu, tunggu sebentar” seli berdiri dan berlalu dari hadapan fani untuk mengambil sesuatu.
Selang beberapa menit, mama seli kembali kehadapan fani dengan membawa satu baju berwarna cream yang sangat indah.
“ini gaun mama waktu masih muda, mama akan memberikan gaun ini untukmu” ucap mama seli
“mah, seharusnya mama tidak perlu repot-repot memberikan ini semua untuk fani”
“siapa yang repot, kamu itu mantu mama fan, jadi wajar kalau mama memberikan nya untukmu,, ambil ini mama tidak mau ada penolakan”ucap mama seli yang kata-katanya dibuat marah, agar fani mau mengambil gaun itu.
“ yasudah fani ambil, tapi lain kali mama tidak perlu memberikan barang berharga mama untuk fani” ucap fani pelan.
‘hmmm, mama tidak janji” ujar mama seli, sambil tersenyum.
Fani pasrah dengan mama mertuanya “ aku ingin menggunakan gaun ini untuk acara makan malem nanti”
Wajah mama seli berseri bahagia, menantunnya ini sangat menghargai pemberian yang ia kasih “ makasih sayang”
Fani tersenyum tulus untuk membalas ucapan terima kasih yang dilontarkan mama mertunnya itu.
TBC
__ADS_1