
Zeno sudah tiba di depan kafe tempat fani bekerja. Zeno menengok jam yang berada dipergelangan tangannya “masih 15 menit lagi”ucap zeno kepada diri sendiri.
Sambil menunggu fani selesai bekerja, zeno yang masih berada didalam mobil itu pun mengambil ponselnya yang berada didasboard mobil untuk membuka media sosial Untuk menghilangkan rasa bosannya.
Zeno yang masih fokus dengan ponselnya itupun tidak sadar bahwa sudah lebih dari 15 menit ia menatap ponselnya hanya untuk melihat-lihat dunia maya.
Kaca mobil zeno diketuk oleh seseorang dari luar.
Tok..Tok..
Zeno yang mendengar kaca mobilnya ada yang mengetuk itupun menurunkan kaca mobil dengan perlahan, lalu ia melihat fani yang sudah ada dihadapannya dengan tersenyum lebar.
“kaka sudah lama” Tanya fani
“belum, baru sekitar 5 menit, aku berada disini”dusta zeno, gengsi bukan jika ia bilang sudah 15 menit ia menunggu fani.
“ayo masuk” ajak zeno, yang diangguki oleh fani.
Lalu fani pun berjalan menuju pintu kiri mobil zeno untuk masuk dan duduk disebelah zeno.
Seusai fani masuk dan sudah duduk disamping zeno, lalu zeno pun menyalakan mobilnya. Disaat diperjalanan menuju ke appartemen. Zeno bertanya kepada fani untuk menghilangkan rasa canggung yang ada diantara mereka “bagaimana pekerjaanmu hari ini”Tanya zeno
“Hmmm, lancar dan menyenangkan” ucap fani, lalu dibalas zeno dengan menganggukkan kepala nya naik turun.
“kamu sudah makan”Tanya zeno lagi
“belum” jawab fani jujur
“yasudah kalau begitu, kita makan dulu sebelum keappartemen” ujar zeno
“baiklah” fani
“kamu mau makan apa” Tanya zeno
“Hmm, bagaimana kalau bakso saja, aku tau tempat bakso yang enak dimana” ujar fani
“oke”jawab zeno
Lalu zenopun mengikuti arahan jalan yang ditunjukkan oleh fani
***
__ADS_1
Setibanya ditempat tujuan, fani dan zeno turun dari mobil dan berjalan kearah abang-abang penjual bakso langganan fani, yang berada dipinggir jalan.
“mang mamat”ujar fani
“eh,, mbak fani.. kemana aja mbak kok baru keliatan” ujar mang mamat penjual bakso
“enggak kemana-mana mang, tapi memang kemarin fani sibuk dengan ujian sekolah, jadi jarang kesini” ujar fani.
fani tidak berbohong bukan, nyatanya memang minggu kemarin fani baru saja menyelesaikan Ujian Try Outnya.
“oh ya mang, fani pesen bakso seperti biasa dua ya” ujar fani
“siap mbak, tunggu ya” ujar mang mamat
“oke mang”lalu fani pun berjalan, dan mencari tempat duduk yang masih kosong untuk ia duduki bersama zeno, sedangkan zeno , ia hanya mengikuti langkah kaki fani yang berjalan maupun berhenti.
Setelah fani dan juga zeno sudah menemukan tempat duduk yang masih kosong zeno bertanya kepada fani “sepertinya kamu dekat sekali dengan abang tukang bakso itu”Tanya zeno
“iya memang, tempat ini adalah tempat aku dan fitri kalau ingin makan bakso, dan kaka harus cobain, baksonya enak sekali” ujar fani antusias
“benarkah, aku jadi penasaran dengan rasanya”
Tak berselang lama, bakso yang dipesan oleh fani tadipun tiba.
“makasih mang”
“sama-sama, mbak fani mau minum apa” Tanya mang mamat
“Hmm aku teh anget aja mang kayak biasa”lalu fani pun menolehkan kepalanya kepada zeno untuk bertanya “kaka mau minum apa”Tanya fani
“samakan saja dengan punya kamu” jawab zeno, yang diangguki oleh fani
“mang, teh angetnya dua ya”
“oke mbak”
Lalu setalah kepergian mang mamat, fani pun meracik baksonya dengan memberikan saos, sambal, kecap dan juga cuka secukupnya.
Hal itu tak luput dari pandangan zeno, pasalnya ini baru pertama kalinya untuk zeno makan bakso dipinggir jalan seperti ini.
Fani tersenyum melihat zeno yang masih diam dan hanya melihatnya saja.
__ADS_1
“sini biar aku bantu untuk mencapurkan saus dan sambalnya”ujar fani
Lalu zeno menggeser mangkuk baksonya kearah fani, fani pun meracik bakso zeno, tapi sebelum menaruh sambal ke mangkuk zeno, fani bertanya kepada zeno “sambalnya mau berapa sendok”ujar fani
“satu sendok saja”jawab zeno, yang diangguki oleh fani
Lalu, setelah dirasa fani sudah mencampurkan saus, sambal dan juga kecap ke mangguk zeno, fanipun memberikan mangkuk zeno kembali
“ini”ujar fani
“Terima kasih” zeno
“sama-sama” balas fani
“bagaimana”Tanya fani disaat zeno sudah mencicipi satu sendok kuah bakso itu
“Hmmmm, enak”jawab zeno sambil menganggukkan kepalanya dengan naik turun
Fani tersenyum bahagia, lalu fani mengambil kerupuk yang ada didepan mereka dan membukanya “lebih enak lagi jika dimakan pakai kerupuk seperti ini” ujar fani sambil mempraktekan cara makan krupuk yang dicelupkan kekuah bakso.
Lalu zeno pun ikut mengambil kerupuk yang sama dengan fani dan mulai ikut mencelupkan krupuk itu kekuah baksonya seperti yang dilakukan oleh fani tadi.
“Hmm, enak juga” kata zeno.
Fani kembali tersenyum melihat zeno yang sangat menikmati memakan baksonya.
“ini mbak minumnya”ujar mang mamat disaat zeno dan fani sedang asyik menikmati makanannya.
“makasih mang”ujar zeno
“Ehh,, mas ini siapanya mbak fani, tumben mbak fani mengajak teman lelakinya, biasanya kalau kesini sama mbak fitri terus” ujar mang mamat
“iya mang, ini temen fani”ujar fani
“oalah, yasudah kalau begitu, lanjutin makannya, mamang permisi dulu” ujar mang maman, yang diangguki oleh zeno dan fani.
Fani berdiri dan berjalan ke meja sampingnya untuk mengambil beberapa lembar tisu, lalu fani berjalan kembali kemejanya, dan tanpa aba-aba fani mengelap keringat yang ada dikening zeno, hal itu pun sontak mengagetkan sang empunya “benar bukan bakso disini enak, buktinya kaka saja sampai berkeringat seperti ini”ujar fani polos yang masih menghapus keringan zeno dikeningnya.
“terima kasih”ujar zeno,
“Hmmm, sama-sama” jawab fani
__ADS_1
Fani tidak tau saja jika perlakukannya tadi kepada zeno, malah membuat jantung zeno berdetak lebih cepat.
TBC