
Zeno mengguyur seluruh tubuhnya dibawah air yang mengalir dari shower, lelaki itu dari 15 menit yang lalu belum juga menyelesaikan aktivitas mandinya, saat ini ia memikirkan fani, gadis itu tadi tidak mengangkat panggilan telfonnya maupun pesan yang dikirim olehnya padahal tadi ia melihat fani menggenggam ponsel ditangannya.
Zeno menggusar rambut basahnya yang terkena air dari shower kebelakang dengan menggunakan kedua tangannya “hahaha.. dia mengabaikanku” gumamanya.
“bodoh lo zen, kenapa saat ini yang ada diotak lo Cuma dia”
“haha,, gak mungkin gue suka sama dia”ucapnya kembali yang seperti orang frustasi.
TOK..TOK..TOK..
“sayang” panggil salsa dari luar kamar mandi,
Ia heran tumben sekali zeno mandi lama seperti ini, dan tumben juga pintu kamar mandi dikunci, biasanya zeno tidak pernah mengunci kamar mandi saat-saat bersamanya oleh karna itu ia dengan mudahnya masuk dan ikut mandi bersama zeno, tentunya dengan melakukan aktivitas lainnya.
Tapi untuk saat ini berbeda, salsa tidak bisa ikut mandi bersama zeno dan melakukan aktivitas lainnya karna pintu kamar mandi terkunci dari dalam.
“sayang”panggil salsa sekali lagi
Pintu kamar mandi pun terbuka memperlihatkan zeno disana dengan hanya menggunakan handuk yang menutupi pinggang kebawah dan hanya memperlihatkan dadanya saja.
Salsa yang melihat zeno seperti itu mendekat dan meraba-raba dada bidang zeno dengan lembut dan sensual
“kamu tumben banget mandinya lama” tanya salsa dengan suara menggoda
Entahlah zeno yang diperlakukan salsa seperti itu merasa risih dan geli, ini hal yang tidak seperti biasanya, akan tetapi ia menampik itu semua “iya aku sambil berendam tadi, menghilangkan penat” ujarnya
“kok tumben banget kamu pintu kamar mandinya dikunci” tanya salsa kembali
“benarkah!!, oh aa, mungkin aku tidak sengaja melakukannya” dustanya.
Sesunggunya zeno memang sengaja mengunci pintu kamar mandinya dari dalam agar salsa tidak masuk dan ikut mandi bersamanya, karna saat ini suasanya hati zeno sedang tidak baik karna ia masih kesal kepada fani yang tidak menjawab panggilan telfonnya
“hmm baiklah,”
__ADS_1
“sayang, aku pengen” goda salsa, yang saat ini sudah mengalungkan kedua tangannya dileher zeno.
Zeno mulai merasa risih dan melepaskan tangan salsa dari lehernya, “lain kali aja ya, aku capek” ujarnya lalu melangkah menuju kearah lemari untuk mengambil pakaiannya.
Salsa berdecak sebal, “kamu itu kenapa sih, semenjak aku tinggal kamu berdua sama gadis itu kamu mulai berubah”
“oh, apa jangan-jangan kamu udah dapet jatah setiap hari dari gadis itu, makanya kamu nolak aku” ujar salsa yang berjalan kearah zeno dan sekarang tepat berada dibelakang zeno yang sedang memilih pakaian yang akan ia kenakan.
Zeno membalikkan badan untuk menghadap kearah salsa “enggak” jawab zeno singkat sambil memakai pakaiannya didepan salsa.
Karna sudah biasa bukan meraka seperti itu.
“lalu kenapa dari semejak kalian menginep dirumah mama kamu, sifat kamu agak berubah sama aku”
“aku tuh kayak miliki badan kamu tapi enggak sama hati kamu zen,” lanjutnya
“inget ya zen, kamu udah janji sama aku bahwa kamu gak bakal cinta sama gadis sialan itu dan kamu juga akan menceraikkan dia, inget janji kamu” ujar salsa berteriak didepan muka zeno.
Salsa belum mendapat jawaban apapun dari zeno yang masih diam didepannya ini “semua ini emang salah gadis sialan itu, karna dia kamu berubah sama aku” ujar salsa
“kamu jangan salahin fani, semua ini karna salah kamu sal” ujar zeno
Salsa tersenyum meremehkan “hehh,, salah aku?” tanya salsa
“iya salah kamu, andai kamu gak sibuk sama kerjaan kamu dan kamu gak sibuk sama dunia kamu diluar sana dan andai juga kamu gak selalu ninggalin aku berhari-hari, ini semua gak akan terjadi, aku gak akan suka sama fani” ujar zeno panjang.
“oh, jadi benar dugaan aku kamu udah suka sama gadis itu, atau jangan-jangan kamu juga cinta sama dia, IYA!!” bentak salsa
Zeno memalingkan wajahnya kearah lain dan tidak menatap salsa lagi “ aku gak tau ini suka atau cinta, tapi saat ini aku selalu memikirkan dia”
“disaat kamu gak ada, dia yang melayani aku dan selalu ada disamping aku, aku sakit dia yang ngerawat aku, dia yang selalu siapin aku sarapan, dia yang selalu siapin semua keperluan dan kebutuhan ku, sedangkan kamu?, aku gak tau kamu dimana kamu juga udah berubah sal, kamu sibuk sama dunia kamu sendiri” lanjut zeno
“jadi kamu salahin aku?” tanya salsa
__ADS_1
“aku gak salahin kamu, dan bukan gitu maksudku” jawab zeno
“lalu?” ujar salsa kembali
Zeno diam, ia bingung harus jawab apa
“See, kamu gak bisa jawab bukan, inget ya zen, aku gak mau berbagi dan aku gak mau kamu dimiliki sama orang lain, kamu hanya milik aku, milik aku dan itu selamanya”
“dan aku gak akan ngelepasin kamu gitu aja” ujar salsa lalu berjalan kearah nakas untuk mengambil tasnya dan keluar dari kamar zeno
Zeno mengikuti salsa yang sudah berjalan sampai ruang tamu “ kamu mau kemana” tanya zeno yang menggapai tangan kanan salsa untuk berhenti melangkah
Fani yang berada didapur dan sudah menyiapkan makanan untuk mereka itupun mendengar suara zeno dan salsa dari arah ruang tamu, dan ia pun melangkah menghampiri mereka untuk mengatakan bahwa makanan sudah siap. Akan tetapi nasib sial malah menimpanya saat ia sudah tiba diruang tamu dan mendapati zeno dan salsa sedang bertengkar.
Salsa mendekat kearah fani “PLAKKK” salsa menapar fani tiba-tiba
Sontak saja hal itu mengakibatkan fani kaget dan reflek langsung memegang pipi yang ditampar oleh salsa barusan
“SALSA” ujar zeno, lalu menjauhkan badan salsa dari fani
“kenapa, kamu belain gadis sialan ini, iya” ujarnya menatap zeno
Fani yang mendengar kata sialan itupun merasa hatinya sakit kenapa ia bisa dibilang gadis sialan, dan fani pun menangis tanpa suara sambil masih memegang pipinya yang memerah bekas tamparan salsa
“sekarang kamu pilih, AKU ATAU DIA!!” ujar salsa kepada zeno
Zeno diam seribu bahasa,ia bingung sesungguhnya hatinya memilih fani akan tetapi ada sesuatu yang tidak bisa juga ia harus meninggalkan salsa
“hahahha.. kamu gak bisa milih zen,”
“aku akan pergi dari sini, sampai kamu bisa milih aku atau dia” ujar salsa lalu pergi meninggalkan mereka.
TBC
__ADS_1