Heart Choice

Heart Choice
Episode 59


__ADS_3

Episode 59


Selesainya jam istirahat sekolah, Fani dan Fitri kembali ke kelas nya untuk mengikuti mata pelajaran selanjutnya, hingga akhirnya beberapa jam pun berlalu dan tibalah saatnya untuk mereka pulang sekolah.


Fani dan fitri mengemasi semua buku-buku kedalam tas.


“Ayo Fan,” ajak fitri yang sudah berdiri dari duduknya disamping fani.


“iya bentar” kata fani yang masih mengemasi buku-bukunya dan masih duduk dibangkunya.


“lama dah lu mah” ujar fitri kesel, karna temannya ini pasti lama kalau mengemasi buku-bukunya. Dan hal yang sudah dihafal oleh fitri dari fani adalah, fani akan selalu mengecek ulang semua yang dibawa, entah itu buku, pensil, polpen, penggaris, penghapus, jika salah satu dari mereka tidak ada pasti fani akan mengomel dan mencari nya sampai dapat, kadang teman-teman mereka meminjam lupa dikembalikan.


“udah, yuks” ujar fani yang merasa semua barang-barangnya sudah ia masukkan kembali kedalam tas dan lengkap.


Mereka pun berjalan, keluar kelas untuk menuju kegerbang sekolah.


“fan, lo bareng siapa, bareng gue aja gimana, lu mau kecafe kaka gue kan?” ajak fitri.


“Hmmm, fit sebenernya gue hari ini terakhir kerja dicafe ka nico”


“dan ini gue juga mau ngasih suat resighn ke ka nico”


“Loh, kenapa fan, mendadak banget” tanya fitri


“itu, anu,, tante seli gak izinnin gue kerja lagi, dan karna bentar lagi kita udah ujian kelulusan, beliau nyuruh gue fokus buat belajar dulu deh” ujar fani yang sebisa mungkin dibuat biasa.


“oh gitu, eh tapi ntar kalau lu resighn dari café kaka gue, gue gak bisa gantiin lo kerja di sana dong, yang itu artinya gue gak bakal ketemu sama Mr. tampan gue lagi” ujar fitri


“Mr. Tampan?, siapa tuh?” tanya fani heran, yang masih berjalan bersejajar bersama fitri


“itu cowok yang dulu gue ceritaain sama lo, yang anak kuliahan, kemarin aja waktu gue gantiin lo karna keserempet motor dia gak dicafe kaka gue lagi, padahal udah gue rela-relain gak nonton drakor demi bisa liat dia, eh malah ujung-ujungnya gak ketemu” curhat singkat fitri.


“itu artinya lo gak jodoh fit sama dia” ejek fani

__ADS_1


“kok lo gitu si fan, bukannya dukung dan support gue, malah bikin gue down gini” ujar fitri kesal.


“ya lo bayangin aja, lo baru ketemu sama tu cowok baru sekali dan lo udah suka sama dia gitu!! Dan kalau gue rasa misal dia anak kuliahan, tipe ceweknya bukan kayak kita yang masih anak SMA gini” ujar fani.


“mending lu kubur dalam-dalam deh perasaan lo sama tu cowok , gue rasa itu Cuma cinta monyet doang, mending kita fokus buat ujian aja dulu” lanjutnya menasehati fitri


“istttt,”cibik fitri kesel


“kalau next time ketemu dia lagi, gue anggep dia jodoh gue, dan gue akan kejar dia sampai keujung beruk sekalipun” lanjut fitri menggebu-gebu.


Fani menggeleng-gelengkan kepalanya “serah lo dah fit” ujar fani pada akhirnya


“nah gitu dong lo harus dukung gue ya, kan lo sahabat gue, kita ini harus saling melengkapi dan kalau lo ada masalah dan butuh teman curhat gue akan siap dan selalu ada buat lo, kan kita udah sahabatan juga udah lama” ujar fitri


Fani yang mendengar ucapan fitri seperti itu, merasa bersalah karna ia belum menceritakan perihal bahwa ia sudah menikah, jika diFikir-fikir fitri juga orang yang amanah, dia tidak pernah menceritakan aib ataupun menjelek-jelekannya, jadi kenapa ia harus takut jika fitri akan membocorkan kepada semua orang jika ia sudah menikah diusianya yang masih 18 tahun ini , lagi pula selama ia bersahabat dengan fitri, dia sudah banyak membantunya dan juga ibunya ketika ibunya masih hidup, YA, lebih baik ia menceritakan kepada fitri bahwa dia sudah menikah, tapi tentunya tidak ditempat seperti ini, mungkin ketika dia dan juga fitri sedang berada ditoko buku atau sedang makan diluar ia akan menceritakkkannya. Fikir fani


“WOyyyy” teriak fitri disamping telinga fani, sontak hal itu menyebabkan fani sedikit terlonjak kaget karna melamum.


“ih apa-apaan si lo” ujar fani kesel.


Didepan gerbang sekolah fani terdapat bangku seperti bangku busway yang dikhususkan untuk siswa-siswi duduk sambil menunggu jemputan dan tentunya terdapat beberapa pepohonan rindang yang membuat nyaman untuk menunggu jemputan para orang tua maupun supir siswa-siswi yang bersekolah disana.


Fani menolehkan kepalanya kekanan dan kiri dan ternyata benar bahwa ia sudah sampai gerbang yang disamping kanan terdapat pos satpam penjaga gerbang sekolah.


Fani meringis kepada fitri “maaf hehe, lo duluan aja fit, gue nunggu jemputan supirnya tante seli kan gue sekalian mau kecafe ka nico” ujar fani


“yakin lo gak mau bareng gue, gue anterin deh ke kecafe ka nico” ajak fitri


“gak usah, udah sana, tu liat supir lo udah nungguin “ujar fani mengarahkan matanya ke sebelah kanan mereka yang terdapat mobil fitri disana berserta supirnya


“yaudah deh gue duluan ya, BYEE” ujar fitri kepada fani, lalu fitri pergi meninggalkan fani sendirian


Dirasa fani sudah melihat mobil fitri pergi meninggalkan sekolah, fani pun membuka ponselnya untuk menelfon zeno dan mengatakan bahwa dia sudah menunggu didepan gerbang sekolah.

__ADS_1


Akan tetapi disaat dia akan menelfon zeno, aldo memanggilnya


“Fannn, Fanii” panggil aldo dari arah belakang.


Fani pun menolehkan kepalanya kesumber suara, “eh al” ujar fani.


“kok kamu gak keparkiran, padahal aku udah nunggu kamu disana dari tadi” ujar aldo yang memang sudah menunggu fani sedari tadi diparkiran, merasa fani belum juga datang ke sana, aldopun menyusul fani kedalam kelasnya akan tetapi ternyata kelasnya sudah kosong, alhasil aldo mencari fani dan menemukan fani didepan gerbang.


Fani yang melihat aldo berkeringat dikeningnya merasa bersalah “iya al, maaf aku lupa” sesal fani.


“iya gak papa” ujar aldo


Fani mengambil tissue didalam tas depannya dan memberikannya kepada aldo “ni tissue buat hapus keringat kamu, maaf ya udah bikin kamu lari-lari gini hanya demi cari aku”


“iya, sans aja fan” ujar aldo dan mengambil tissue pemberian fani.


“kok kamu disini, nunggu siapa” tanya aldo


“ayo aku anterin dan aku juga mau ngomong sesuatu sama kamu fan” lanjut aldo dan mengambil tangan kiri fani untuk ia genggam dan untuk menuju keparkiran


Akan tetapi belum 10 detik tangan mereka berpegangan fani melepaskannya “ hmm, aku lagi nunggu supir tante aku jemput al, memangnya kamu mau ngomong apa?” tanya fani.


“gak disini fan, nanti didenger orang kan gak enak” ujar aldo


Fani melihat jam diponsel yang masih ia genggam tadi untuk menelfon zeno, dan tenyata sudah pukul 2 siang, ia takut zeno menunggu nya karna sudah terlalu lama ia berada didepan gerbang sini, para siswa juga sudah pulang hanya tinggal beberapa disana yang dilihat fani, “tapi aku harus pulang al, kapan-kapan aja gimana?” tawar fani


Aldo melihat kanan dan kiri sudah tidak ada siswa disana yang berlalu lalang dan mungkin hanya siswa yang mengikuti extrakulikuler yang masih singgah dan aldopun memberanikan diri berbicara didepan gerbang karna ia juga sudah tidak mau menunda-nunda lagi.


aldo meraih kedua tangan fani untuk ia genggam dan menarik nafas dalam-dalam “ fan, aku suka sama kamu, kamu mau gak jadi pacar aku?” ujar aldo dalam sekali tarikan nafas


fani yang mendengar aldo berbicara seperti itu mendelikkan matanya kaget.


Fani bingung akan menjawab apa, karna tentunya hal yang mustahil baginya untuk menerima cinta aldo, karna ia sudah menikah dan itu tidak mungkin bagi fani mengkhianati zeno, lagi pula aldo sudah ia anggap sebagai sahabat saja dan tidak lebih.

__ADS_1


“EHEMMMM” deheman dari arah depan yang tiba-tiba muncul membuat fani dan aldo kaget, saat fani mengetahui siapa orang itu langsung saja fani melepaskan tangannya dari genggaman aldo


TBC


__ADS_2