Heart Choice

Heart Choice
Episode 11


__ADS_3

selama kurang lebih 16 jam perjalanan jakarta - paris, akhirnya saat ini Zeno dan juga fani telah tiba dibandara Charles de Gaulle.


Merak berjalan keluar bandara, lalu memberhentikan taxi, untuk menuju kehotel yang sudah dipesan sebleumnya oleh mama seli.


perjalanan bandara ke hotel yang memerlukan perjalanan kurang lebih 1 jam, lalu mereka memasuki hotel dan menuju ke Resepsionis untuk mengambil kunci kamar yang sudah dipesan sebelumnya, lalu kedua pasutri itupun berjalan menuju lantai 15 dengan menggunakan lift. saat tiba di kamar, zeno langsung menaruh kopernya disembarang tempat, fani yang melihat itupun langsung mengambil koper zeno yang tergeletak asal untuk ditaruh ke samping lemari hotel untuk ia tata.


Fani lalu kekamar mandi untuk membersihkan diri, sedangkan zeno tidur diranjang, fani yang sudah selesai dengan rutinitas mandinya lalu, menuju sofa panjang untuk merebahkan dirinya, fani ingat saat mereka awal menikah,zeno tidak ingin tidur satu ranjang dengannya, oleh karna itu fani lebih memilih tidur disofa.


***


beberapa jam kemudian.


zeno terbangun dari tidurnya, ia berdiri lalu saat ingin melangkah menuju kekamar mandi, ia melihat fani tertidur pulas diatas sofa, dengan refleknya langkah kaki zeno melangkah mendekati fani, lalu mengecup singkat kening fani sambil berguman "dia lucu juga kalau tidur"ucap zeno, lalu zeno memutar arah badannya dan menuju ke kamar mandi.


10 menit kemudian, zeno selesai mandi, perutnya berbunyi dan itu artinya ia lapar, zeno pun melihat jam tangan yang tergeletak diatas nakas samping ranjang, "pantas saja perutku berbunyi, sudah waktunya makan malam" lalu ia menghampiri fani kembali, untuk membangunkannya.


"Bangun" Ucap Zeno


zeno, yang belum melihat pergerakan dari fani, lantas ia membangunkan fani kembali.


"Hay, bangun"ucap zeno kembali, sambil menepuk-nepuk pipi fani.


fani yang merasa ada yang menyentuh pipinya, ia membuka perlahan lalu pertama yang fani lihat adalah zeno yang berjongkok didepannya dengan raut muka datar,sontak fani berdiri


"Maaf, aku.. aku ketiduran" ucap fani


zeno diam, lalu berdiri menuju ke lemari dan mengambil baju santai untuk ia kenakan.


"ganti pakaianmu, dan kita akan makan malam" ucap zeno


selesai mereka berganti baju, merekanpun turun kelantai dasar untuk mencari makan,

__ADS_1


fani yang sedari tadi berjalan dibelakang zeno sambil sesekali menundukkan kepala, tiba-tiba saja menabrak sesuatu, disaat ia mendongakkan kepala, ternyata yang ia tabrak adalah dada bidang zeno.


"kau ini jalan lambat sekali" ucap zeno


"maaf"cicit fani pelan, yang masih bisa didengan zeno.


lalu tiba-tiba saja zeno menarik tangan kanan fani dan mempersatukan jari-jari tangan mereka, lalu mereka pun jalan beriringan sambil bergandengan tangan.


fani yang diperlakukan seperti itu, membuat jantungnya berdegup sangat kencang.


dan disinilah mereka disebuah restoran berbintang lima, zeno memilih tempat duduk yang dekat dengan jendela agar ia dan fani bisa melihat menara eifiel, fani tampak kagum dengan menara itu, zeno yang melihatnya tersenyum simpul.


"apa kamu mau berjalan-jalan sebentar ke sana" unjuk zeno, ke menara eifiel


Fani lantas menolehkan kepalanya ke arah zeno dan berkata "apakah boleh?"


"tentu"


selesai mereka makan malam, zeno menepati janjinya tadi untuk mengajak fani ke menara eifiel.


fani merasa bahagia, karna ini pertama kali untuknya.


sudah satu jam mereka mengelilingi lingungan sekitar menara efiel, lelah dan kantukpun menyelimuti fani.


"bisa kah kita kembali ke hotel, aku lelah"


zeno mengangguk dan berjalan bersama fani menuju hotel


sesampainya dihotel, mereka bergantian untuk mengganti pakaian mereka dengan baju tidur


zeno yang sudah bersandar dikepala ranjang sambil membaca majalah yang disediakan dinakas samping ranjang oleh pihak hotel,mendongakkan kepala saat terdengar suara pintu kamar mandi terbuka, lalu zeno memperhatikan fani yang sudah keluar dari kamar mandi dengan menggunakan baju tidur bergambar tedy bear itu dan berjalan kearah sofa.

__ADS_1


"mau kemana"ucap zeno


"mau tidur"


"kemarilah," menepuk ranjang disebelah zeno


"Hahh.. tidak aku disini saja"ucap fani bingung


"kemari"ucap zeno kembali dengan suara dibuat marah


fani yang melihat zeno seperti itu lantas maju dan berjalan kearah ranjang, lalu berbaring disamping zeno dengan membelakang zeno.





VISUAL ALFANI PUTRI 18 TAHUN




VISUAL ZENO WICAKSONO 28 TAHUN



VISUAL SALSA 26 TAHUN


MAAF YA KALAU VISUAL YANG AKU KASIH KEKALIAN KURANG MEMUASKAN,

__ADS_1


TETAPI KALIAN BISA BERIMAJINASI SENDIRI KOK 🤗


__ADS_2