Heart Choice

Heart Choice
Episode 43


__ADS_3

Didalam perjalanan menuju ke Appartemen tempat tinggal fani, didalam mobil agam bertanya kepada kedua gadis itu “memangnya kalian mau kemana, kok sampai bisa seperti ini?”


“Kami tadi ingin makan bakso, sepulang sekolah tadi”ujar Fani


“jadi ini, kalian belum makan siang? Tanya agam


Fani menggelengkan kepala pertanda jawaban atas pertanyaan yang dilontarkan oleh agam tadi.


“yasudah kita mampir ke restoran dulu, untuk makan siang?” seru agam


“engga usah ka” ujar fani


“boleh, boleh kok ka kalau kita gak ngerepotin” ujar fitri yang tiba-tiba nimbrung.


“Fit!!” ujar fani, sambil kepalanya ia tolehkan ke belekang untuk melihat ke arah fitri


“apaan si fan, udah si gakpapa, ka agam juga yang nawarin kita kok, iya kan ka?” seru fitri


Lalu, fani menolehkkan kepalanya kembali ke samping untuk melihat reaksi agam, akan tetapi agam malah tersenyum sambil matanya fokus kedepan menghadap jalanan, dan tangannya fokus untuk menyetir.


Agam yang melihat dari ekor matanya bahwa fani memandangnya itupun berkata “udah gakpapa fan, lagian saya juga belum makan siang, jadi sekalian aja” ujar agam bohong, ia berbohong seperti itu agar fani mau untuk makan siang bersama.


“Oh iya BTW, lo gak usah masuk kerja lagi aja fan, ntar gue deh yang gantiin lo lagi dicafe kaka gue, siapa tau gue bisa liat cowok yang kemarin lagi” ujar fitri sambil senyum-senyum membayangkan ketampanan lelaki yang ia temui kemarin.


“kamu kerja fan?”tanya agam sekilas menolehkan kepalanya kesamping lalu kembali fokus kedepan.


“iya ka, part time aja, buat nambah-nambah uang saku”ujar fani.


“fani itu mandiri banget , dari kecil dia itu udah diajarin sama Alm, tante rani buat mandiri dan gak boleh tergantung sama orang lain, buktinya setelah Alm. Tante rani meninggal dan sekarang fani tinggal sama sahabat ibunya dia masih mau bekerja” seru fitri menceritakan fani.


Agam yang mendengar cerita dari fitri dibuat bingung, tinggal di rumah tante seli bukannya zeno dan fani sudah menikah, dulu waktu diparis zeno mengenalkan fani kepada agam sebagai istrinya, dan setau agam juga zeno itu punya appartemen mana mungkin zeno tinggal terpisah sama fani yang notebane,nya istrinya sendiri?


Agam dibuat bingung dan belum menemukan jawabannya, Tunggu!! Apa Fitri belum mengetahui bahwa Fani sudah menikah? Pikir agam.

__ADS_1


Jika dipikir-pikir sepertinya memang fitri belum mengetahui bahwa fani sudah menikah, bukti nya tadi saat dirumah sakit fani menghentikan ucapan agam yang akan menyebutkan kata suami. Ya mungkin fitri belum mengetahuinya.


Tanpa sadar, mobil yang ditumpangi mereka sudah sampai didepan restoran dan mereka pun turun dengan fani yang digandeng fitri untuk jalan karna kakinya masih terasa nyeri.


Sesampainya didalam restoran itu, agam memanggil pelayan untuk memesan makanan dan minumam, lalu disaat pelayan itu datang agam menyebutukan makanan dan minumam yang akan ia pesan, lalu ia bertanya kepada kedua gadis yang berada dihadapannya ini “kalian mau pesan apa?”


“aku samain sama kaka aja” ujar fani, yang diangguki oleh agam


“Hmm, aku juga deh” ujar fitri


Lalu agam menyebutkan kembali makanan dan minuman yang ia pesan tadi kepada pelayan tadi untuk yang kedua kalinya. Sang pelayan pun tersenyum ramah dan berkata “silahkan ditunggu” lalu, berlalu meninggalkan tempat itu.


“kenapa kalian gak pesan, makanan yang beda saja” seru agam kepada kedua gadis itu.


“gimana mau beda, kita aja gak paham bahasa yang digunain dalam menu makanan itu”seru fitri sebel, ia mana faham dengan bahasa yang tertera dibuku menu.


“Ya Tuhan” seru agam, ia lupa bahwa, ia membawa kedua gadis SMA ini kerestoran Spanyol, yang bahasanya pasti bahasa spanyol.


“udah ka gakpapa”ujar fani, yang melihat raut ketidak enakan diwajah agam.


“terima kasih”ucap ketiganya serempah.


Pelayan pun berlalu pergi meninggalkan Agam, Fani dan juga Fitri


Ketiganya pun makan siang dengan keheningan karna baik fani maupun fitri sedang asiknya menikmati makanan itu, sampai beberapa menit kemudian mereka menyelesaikan makanannya.


“mbak,” agam melambaikkan tangan kanannya kepada pelayan, lalu pelayan itupun datang menghampiri meja agam


“iya tuan, apakah ada yang mau dipesan lagi”ujar pelayan itu.


“tidak, saya hanya ingin menambahkan satu gelas air putih” ujar agam


“baik tuan, silahkan ditunggu” ujar pelayan, dan berbalik arah untuk mengambil pesananan yang dipesan oleh agam.

__ADS_1


1 menit kemudian, pelayan datang dengan membawa segelas air putih diatas nampan, “ini tuan” ujar pelayan sambil menaruh segelas air putih itu keatas meja dihadapan agam.


“terima kasih”ujar agam tersenyum, dan dibalas senyum oleh pelayan itu.


Seusai pelayan itu kembali ketempatnya, agam mengeluarkan plastic yang berisikan obat, lalu membukanya satu persatu, setidaknya ada 2 jenis obat yaitu obat penghilang nyeri dan obat mengeringkan luka, “ini minum” ujar agam yang menyodorkan 2 butir obat ditangan kanannya sedangkan tangan kirinya memegang segelas air putih untuk ia berikan ke fani.


Fani yang sedang asyik melamun itupun kaget, akan tetapi ia tetap menerima obat itu “terima kasih ka” lalu ia pun meminum obat itu dengan air putih yang agam minta tadi kepada pelayan


“ini salepnya jangan lupa kamu oleskan ketangan kamu ya” ujar agam perhatian


“iya ka, terima kasih” fani


“iya sama-sama”


Sedangkan fitri, yang sejak tadi diam sambil memperhatikan dua manusia didepannya ini berkata “cie,,cie… ehem…eheem, ka agam perhatian banget si sama fani, suka ya”


“tukan bener” batin agam, dugaan agam benar bahwa fitri belum mengetahui bahwa fani sudah menikah.


“apaan si lo fit,” ujar fani


“ dihh, ya gak papa kali fan, ka agam baik, perhatian sama lo, dan tentunya ganteng pula” seru fitri


“ka agam belum punya istri atau pacar kan?” ceplos Fitri


“belum saya masih single” seru agam


“tukan fan, pas banget, fani juga lagi jomblo kok ka, apalagi dia belum pernah pacaran sama sekali” ceplos fitri lagi


“fit, udah deh, marah ni gue” ujar fani, yang dibuat mukanya semarah dan sekesal mungkin


“iya,,iya,, sorry,”ujar fitri


“udah-udah, ayo kalian saya antar pulang” ujar agam berdiri dari duduknya, yang diikuti berdiri pula oleh fani dan juga fitri

__ADS_1


Mereka berjalan beriringan menuju ketempat parkir.


TBC.


__ADS_2