
Episode 60
Sesungguhnya zeno sudah berada didepan sekolah fani sekitar setengah jam yang lalu, akan tetapi ia pikir fani belum selesai dengan mata pelajarannya makanya istrinya itu belum juga menelfonnya, lalu hingga akhirnya ia melihat fani dan juga fitri keluar dari gerbang dengan berbincang-bincang, dan sebenernya zeno ingin keluar untuk menghampiri fani tapi ia takut fani mengira zeno sudah menunggunya sebelum fani mengabarinya, oleh karna itu ia tetap berada didalam mobil sampai fani menelfonnya.
Hingga akhirnya teman fani yang zeno ketahui bernama fitri itu pergi meninggalkan istrinya, dan zeno melihat fani mengambil ponselnya “pasti dia akan menghubungiku” gumam zeno dan mengambil ponselnya di balik jasnya dan menunggu ponselnya berdering
Akan tetapi lagi-lagi ia melihat fani tak kunjung menghubunginya dan malah zeno melihat fani dihampiri oleh seorang laki-laki yang memakai seragam sama dengan istrinya itu. Zeno masih menunggu didalam mobil untuk beberapa menit hingga akhirnya ia melihat tangan fani digenggam oleh laki-laki itu yang membuat zeno kalang kabut dan emosi karna cemburu, sontak saja zeno turun dari mobil dengan masih menggunakan setelah baju kerja dan juga memakai kaca mata hitam yang membuatnya semakin cool dan tampan.
Zeno menghampiri fani dan juga laki-laki itu dan berdehem “ehemmm”
Zeno sempat mendengar bahwa bocah laki-laki itu menyatakan cinta kepada istrinya.
Fani melihat zeno yang sudah berada didepannya “ka zen” ujar fani
Zeno langsung merangkul pinggang fani dengan begitu posesifnya dan berkata “ayo pulang” ajak zeno kepada fani
Fani menganggukkan kepalanya patuh.
Fani sempat ingin melepaskan rangkulan zeno dipinggangnya, akan tetapi zeno malah semakin mengeratkan dan menempelkan badan fani kebadannya
Aldo yang melihat pria dewasa yang ada didepannnya itu merangkul fani sampai segitunya merasa tak terima dan “tunggu” ujar aldo yang menghentikan niatan zeno dan fani untuk meninggalkannya
“kenapa?” tanya zeno sambil melepaskan kaca mata hitamnya.
“siapa om?, lagipula aku belum selesai berbicara dengan fani”
Zeno yang mendengar bocah laki-laki didepannya ini memanggilnya om, mengeratkan giginya, apa dia sudah terlalu tua, hingga bocah itu memanggilnya om!
“Oh jadi kamu belum mengenalku, ingat ini baik-baik aku zeno wicaksono adalah su”
“dia anak dari tantenku al” ujar fani memotong ucapan zeno
“dia yang akan menjemputku” lanjut fani
__ADS_1
“oh hanya sepupu aja, sok ngatur fani” ejek aldo
Zeno yang merasa direndahkan dengan ucapan aldo barusan “ kauu!!” Ucap zeno
“ka” cegah fani dengan mencekal tangan zeno dan menatap wajah zeno dan memberikan issyarat agar zeno diam, zeno yang paham itupun menghela nafas dan tidak melanjutkan ucapannya
“al, untuk kata-katamu tadi aku gak bisa jawab sekarang, dan lebih baik kamu pulang, ini juga udah sore” ujar fani
“baiklah fan, aku akan menunggu jawabmu itu kapanmu”
“dan aku pulang dulu ya fan” ujar aldo dan menatap wajah fani dengan lembut, sedangkan untuk menatap zeno yang ada disamping fani aldo memperlihatkan aura permusuhan.
Sepeninggalan aldo fani melepaskan rangkulan zeno “kaka apa-apaan sih tadi, kaka mau bilang sama aldo kalau kaka suamiku gitu? Ujar fani kepada zeno lalu pergi meninggalkan zeno untuk menuju mobilnya.
“lahh, kok malah dia yang marah harusnya aku yang marah karna dia pegangan tangan sama bocah itu” gumam zeno lalu menyusul fani yang menuju mobilnya
Sesampainya didalam mobil hingga mobil zeno sudah berjalan fani belum berbicara lagi kepada zeno,
“aku tidak akan menjalankan mobilnya jika kamu masih mendiamkanku, dan seharusnya aku yang marah karna kamu berani berpegangan tangan sama cowok lain” ujar zeno
“tadi juga aku mendengar bahwa bocah itu menyatakan perasaannnya kepadamu!” lanjut zeno
“cowok lain?, dia itu temanku ka”
“lalu kenapa jika aldo menyatakan cinta kepadaku, apa kaka cemburu?” tanya fani
Sesungguhnya fani ingin mendengar jawaban zeno ( IYA dia cemburu ) akan tetapi sebaliknya jawabanya zeno membuat hati fani semakin kalut
“aku tidak suka saja, jika kamu berdekatan dengan dia, bukankah kamu bilang bentar lagi kamu akan ujian, lebih baik kamu fokus belajar saja” ujar zeno
“dan ingat kamu udah punya suami” lanjutnya
Sesungguhnya zeno ingin mengatakan jika dia cemburu melihat fani bersama pria lain akan tetapi lagi-lagi gengsi mempengaruhi semua itu.
__ADS_1
“kaka berciuman dan tidur bersama salsa saja aku tidak protes, lalu kenapa kaka malah melarangku dengat dengan aldo, lagipula aku lebih dulu mengenal aldo dari pada kaka” ujar fani
Sebenarnya fani tidak ingin mengatakan itu kepada zeno, tapi entah kenapa fani merasa kesal karna zeno tidak merasa cemburu sedikitpun melihatnya bersama aldo tadi
“Fani” bentak zeno
Kenapa malah fani berbicara seperti itu kepadanya, bukannya baru semalam mereka sepakat untuk saling tidak membahas masalah salsa dan memulai yang baru
Fani yang merasa dibentak itu diam,
“maaf, aku tidak bermaksud”
“aku hanya tidak suka kamu bersama bocah itu fan, dan aku tidak terima itu, tolong pahami aku”ujar zeno
“dan tolong jangan bahas salsa lagi” lanjutnya
“Hmmmm” hanya itu jawaban fani
Zeno tau fani masih marah kepadanya dan iapun bertanya kepada fani“ apa kamu sudah makan siang?”
“belum”
“kita mampir dulu kerestoran untuk makan siang” ujar zeno
“tidak usah aku ingin langsung ke café ka nico, dan menyerahkan surah resighn” ujar fani singkat dan terkesan cuek
Zeno tersenyum “ternyata fani mengikuti kata-katanya untuk tidak bekerja lagi” Batin zeno
“baiklah kita akan kesana” ujar zeno lalu menyalakan mobilnya untuk menuju café nico
“kenapa susah sekali buat kamu ka, untuk bilang cemburu sama aku, apa kamu tidak sungguh-sungguh menyukaiku?” Batin fani yang memalingkan wajahnya kearah jendela kirinya untuk melihat jalanan ibukota.
TBC
__ADS_1