
Pintu kamar terdengar terbuka, zeno yang baru saja menelfon salsa tadipun, menolehkan kepalanya kesumber suara, sontak ia berdiri dan berjalan kearah fani untuk membantunya berjalan menuju kesofa ruang tamu.
“hati-hati” ujar zeno, yang akan mendudukkan fani disofa.
“apa kamu sudah makan, akan aku pesankan makanan untuk mu”
“tidak usah ka, tadi aku sudah makan dengan ka agam dan juga fitri”
Zeno mendengar nama agam disebut, sesaat ada rasa cemburu dan tidak suka didalam hatinya.
“sedekat apa kamu dengan agam?” tanya zeno.
“aku tidak dekat dengan ka agam, aku baru bertemu ka agam ke dua kali, dan hari ini yang kedua, disaat ka agam membantu ku dan membawaku kerumah sakit” ujar fani santai sambil ia senderkan badannya ke punggung sofa.
“baguslah” gumam zeno pelan
“apa ka?” tanya fani, pasalnya ia mendengar dengan samar-samar zeno menjawab ucapannya.
“tidak.tidak ada” ucap zeno
“tunggu sini, akan aku ambilkan buah untukmu” ujar zeno dan berlalu pergi meninggalkan fani disana.
Fani tersenyum melihat perhatian yang ia dapatkan dari suaminya itu, ia mengingat ucapan zeno saat dirumah mama mertuanya kemarin, bahwa zeno akan berubah dan mulai memperlakukan fani layaknya istri sungguhan.
Tapi fani menggelengkan kepalanya, ia tidak mau terbuai dengan ini semua, ia berfikir bahwa masih ada salsa dihati zeno, bukan masih ada, akan tetapi memang hanya ada salsa dihati suaminya itu.
Dari awal memang fani yang salah, ia yang masuk kedalam hubungan zeno dan salsa, disini yang patut disebut orang ketiga adalah ia bukan salsa. Ya benar apa kata salsa, bahwa orang ketiga didalam hubungan mereka adalah fani. Seperti itulah pemikiran fani saat ini.
Disaat fani sedang melamunkan itu semua, zeno memangil fani “ Fani”
Sontak fani terkaget dan menolehkan kepalanya kesamping yang dimana disisinya sudah ada zeno duduk sambil membawa buah anggur dan juga jeruk diatas piring.
“ apa yang kamu pikirkan” Tanya zeno.
“tidak ada, aku hanya memikirkan sebentar lagi aku Ujian kelelulusan jadi aku kepikiran saja” dusta fani
“tidak usah kamu pikirkan, aku yakin kamu bisa dan lulus dengan nilai terbaik” ujar zeno memberi semangat untuk fani.
“kamu mau buah apa jeruk atau anggur” tanya zeno.
“Hmm, anggur saja” jawab fani
__ADS_1
Zeno lalu menagmbil buah yang disebutkan oleh fani, dan akan menyuapkan buah itu kedalam mulut fani.
“ka aku bisa sendiri” ujar fani yang akan mengambil anggur dari tangan zeno.
Zeno memelototkan matanya, fani yang melihat itu menghela nafas pelan dan membuka mulutnya agar anggur yang berada ditangan zeno masuk kedalam mulutnya.
Fani mengambil satu buah anggur dan menyodorkan anggur itu ke depan mulut zeno.
“aaa” ujar fani dan memparktekan nya seperti menyuapi bayi.
“aku bisa makan sendiri” ujar zeno, mengikuti kata yang diucapkan fani barusan.
Fani pun mengikuti gaya zeno tadi yang memelototkan matanya, zeno tersenyum dan mencubit pipi chuby fani sesaat, lalu membuka mulutnya juga.
“bagaimana” tanya fani, disaat anggur yang ada ditangannya sudah masuk kedalam mulut zeno
“sedikit asam” ujar zeno,
“HAHAHHAHAH,,” fani tertawa, sebenarnya fani menyuapi zeno, agar suaminya itu juga merasakan rasa anggur itu.
*****
Baik zeno maupun fani kedua insan itu sama-sama tertidur disofa dengan kepala fani berada disisi kanan pundak zeno, setelah meraka asyik bercanda tawa.
Fani bangun lebih dulu, lalu ia sedikit menggeliatkan badannya, sedikit pegal badannya mungkin karna efek tidur dengan gaya duduk.
Fani menolehkan kepalanya kesamping, zeno masih tertidur, lalu ia melihat jam yang berada didinding ruang tamu.
“ya tuhan sudah jam 8 malam, dan aku belum menyiapkan makan makan untuk ka zen” ujar fani dan berdiri untuk berjalan kearah dapur.
Rasa nyeri ditangannya sudah sedikit menghilang, mungkin karna tadi meminum obat nya. Dan rasa pusingpun sudah tidak terasa lagi.
Fani berjalan kearah dapur dengan kaki yang satu sedikit pincang.
Fani membuka kulkas, dan melihat ada beberapa jenis sayuran dan juga makanan siap saji yang beku.
“lebih baik aku masak nasi goreng saja, selain biar lebih cepat itu juga simple” guman fani.
***
Zeno, membuka matanya perlahan dengan posisi badannya masih ia senderkan dipunggung sofa. Lalu tangan kanannya meraba-bara sofa disisinya.
__ADS_1
Sontak ia berdiri tegak disaat fani tidak ada sisinya “ kemana dia” ujarnya lalu menuju kekamarnya untuk melihat apakah fani ada sana, namun hasilnya nihil dan tidak menemukan fani ada dikamar itu, ia lalu keluar kamar dan menuju kearah dapur. Disaat sampai dapur ia menghela nafas lega, ia menemukan fani disana sedang mengocok telur dimangguk.
Zeno berjalan pelan menuju kearah fani, dan sampai dibelakang fani, ia memeluk fani dari belakang dan menaruh kepalanya dicelur leher fani dan menghirup dalam-dalam aroma tubuh fani. Zeno menyukai aroma tubuh fani. Fani yang tiba-tiba dipeluk dari arah belakang itupun sontak saja kaget “ ka zen,”
“Hmm, apa” tanya zeno.
“lepas ka, tanganku sakit” ujar fani polos.
“Ya tuhan” ujar zeno, lalu melepaskan pelukan dari tubuh fani. Ia lupa bahwa saat ini tangan dan kaki fani terluka akibat kecelakan tadi.
“Maaf aku lupa” ujar nya kembali
“iya tidak apa-apa”
Zeno lalu mengambil tangan kanan fani dan menggeretnya pelan untuk ia bawa ke ruang tamu “ ka zen lepas, aku harus masak untuk makan malam kita”
“ lebih baik kamu duduk, kita pesan saja untuk makan malam kita”
“tapi ka”
“ussttt sudah”
Zeno mendudukkan fani disofa ruang tamu, lalu zeno mengambil ponselnya dan memesan makanan untuk mereka berdua, selang beberapa menit zeno sudah memesan makanan dan hanya menunggu untuk makanan itu datang.
Zeno berjalan kearah pintu appartemen saat dirasa ada yang memencet bel, ia yakin bahwa makanan yang ia pesan sudah datang, dan benar saja disaat ia membuka pintu appartemen abang-abang dengan mengenakan jaket hijau itu berdiri didepan pintu sambil membawa 2 kantung plastic yang berisikan makanan , zenopun mengambil makanan itu lalu mengucapkan terima kasih dan tak lupa memberikan tips.
Zeno menutup pintu dan berjalan kearah ruang tamu, dan duduk disamping fani.
Zeno membuka satu persatu kantung plastic yang berisikan makanan “ biar aku ambil piring dan minum dulu ka” ujar fani.
“biar aku saja” ujar zeno lalu berdiri untuk mengambil piring dan juga minum di dapur.
selang beberapa detik zeno kembali dengan membawa tumpukan 2 piring dan satu gelas yang berisikan air putih diatasnya untuk ia bawa ke ruang tamu.
"kenapa kaka hanya membawa satu gelas air putih" tanya fani yang melihat bahwa zeno hanya membawa satu gelas air putih
"satu untuk berdua" ujar zeno.
fani mendengar ucapan zeno barusan dibuat senyum, senyum yang tidak bisa dilihat oleh zeno, karna zeno sibuk dengan makanan yang ia pindahkan kedalam piring.
TBC
__ADS_1