Heart Choice

Heart Choice
Episode 37


__ADS_3

Zeno keluar dari kamarnya, setelah menyelesaikan rutinitas mandinya yang kedua kali, ia melangkahkan kakinya menuju dapur untuk mencari fani, akan tetapi ia tidak menemukan fani disana, lalu zeno melangkahkkan kakinya kembali menuju ruang tamu akan tetapi hasilnya nihil tidak menemukkan fani diruang tamu, lalu dimana fani berada.


Zeno melihat bi sumi yang sedang menyapu didepan tv, ia akan menanyakan dimana fani berada, zeno melangkah mendekati bi sumi yang fokus menyapu, tanpa sadar zeno sudah ada dibelakangnya “bi, apa bibi melihat dimana fani?” tanya zeno sambil memegang pelan pundak bi sumi.


Bi sumi yang fokus menyapu, sontak saja berjingkrak kanget dengan sentuhan yang tiba-tiba yang ia dapatkan “Astafiruallah, den zen, ngagentin bibi aja “


Zeno Nampak tak enak hati, ia hanya tersenyum kikuk “maaf bi”


“iya den, gakpapa, itu, non fani ada dikamar nyonya” ucap bi sumi


Zeno menyatukkan alisnya “ngapain fani dikamar mama” batin zeno


“ yaudah bi makasih” seru zeno, lalu melangkahkan kakinya menuju kamar mamanya, dan meninggalkan bi sumi.


Zeno yang sudah berada didepan pintu kamar mamanya, langsung saja membuka pintu tanpa mengentuknya terlebih dahulu, saat ia sudah berada didalam kamar sang mama, zeno melihat mamanya dan juga fani sedang berada didepan meja rias “mama”


Mama seli dan fani menolehkkan kepalanya kompak kesumber suara “ zen, sejak kapan kamu berada di depan pintu itu” tanya sang mama.


“baru beberapa menit, apa yang sedang mama dan fani lakukan”


Mama seli tersenyum, “lihat ini” mama seli menunjukkan fani kepada zeno.


Zeno, sejenak terdiam melihat penampilan fani yang berubah, fani yang ditatap begitu intens oleh zeno itupun merasa kikuk dan canggung.


“sudah tidak usah terpesona dengan penampilan fani” seru sang mama kepada zeno yang masih terdiam sambil menatap kearah fani.


“apa-apaan mama ini” zeno berdecak sebal.


“bagaimana, istrimu ini cantik bukan, bukan seperti mantan kekasihmu itu yang penampilannya seperti tante-tante” seru mama seli, yang sepengetahuanya bahwa zeno dan juga salsa sudah putus.

__ADS_1


Fani melirik kearah mama seli lalu melirik juga kearah zeno “ ternyata mama, tahunya ka zeno dan salsa sudah putus” batin fani.


Zeno, mendekat kearah fani dan menggapai tangannya “ada yang ingin aku bicarakan padamu” seru zeno, lalu menggandeng tangan fani untuk keluar dari kamar mamanya.


“zen, kamu ini suka sekali memaksa, mama kan belum selesai dengan fani” ujar seli.


“lanjut nanti saja mah, ini lebih penting” seru zeno


“sepenting apa sih, apa kamu akan membuatkan cucu untuk mama, kalau itu yang ingin kamu lakukan dengan senang hati mama akan mengalah” kata seli.


Zeno berdecak sebal “bukan urusan mama, lagipula mama ingin tau saja urusan anak muda” ujar zeno lalu meninggalkan kamar sang mama bersama fani.


Zeno mengajak fani, kehalaman samping rumah yang bisa disebut dengan taman, disana ada kolam ikan dan juga pondok untuk tempat bersantai pagi maupun sore.


Sesampainnya di taman itu zeno mendudukkan fani dipondok “ ada apa ka” tanya fani heran.


“Tidak, aku hanya ingin mengajakmu saja kesini,” ujar nya sambil memperhatikan penampilan fani yang berubah,


“itu hanya alibiku saja untuk membawamu keluar dari kamar mama” ujar zeno


“lain kali tidak boleh seperti itu ka, dosa “ kata fani menegur zeno


“iya-iya, baiklah” ucap zeno.


Lalu untuk beberapa saat suasana ditaman itu mendadak hening, karna sepasang suami istri itu hanya diam dengan pikiran masing-masing.


“coba kamu berdiri” ujar zeno mendadak


“kenapa, apa ada yang aneh dengan pakaian yang aku kenakan “

__ADS_1


“Cepat berdiri saja”perintah zeno


Fani pun berdiri mengikuti perintah zeno.


“tersenyum” perintah zeno


Fani dibuat heran, akan tetapi ia tetap mengikuti apa yang diucapkkan zeno.


Zeno pun mengambil ponsel yang berada disaku celannnya, lalu ia tanpa kata-kata memotret fani.


CEKREKK,CEKREK


“kaka, apa yang kaka lakukkan”tanya fani


“memfotomu, apalagi” jawab zeno cuek “lihat ini” seru zeno yang memunjukkan hasil jepretannya kepada fani, fanipun mendekati zeno dan melihat fotonya yang berada diponsel zeno, disaat fani sedang fokus melihat dirinya didalam ponsel zeno, tanpa aba-aba zeno mengecup pipi fani.


CUPP


Fani lalu menjauhkan badannya dan memegang pipi yang dicium zeno tadi, dan berlalu meninggalkan zeno sendirian dipondok itu.


Zeno berfikir apakah fani marah kepadanya, karna mengecup pipinya tanpa izin, itu yang ada dipikiran zeno.


Sedangkan yang dipikirkan fani adalah gadis itu malu, maka dari itu ia pergi meninggalkan suaminya sendirian ditaman.


TBC


ini fani saat difoto oleh zeno, anggap pakai kalung pemberian mama seli ya 🤗


__ADS_1



__ADS_2