
Zeno berjalan keluar restoran mengejar fani yang sudah lebih dulu keluar, mungkin saat ini gadis itu sudah tiba diarea parkir dan menunggu zeno untuk membuka mobilnya.
Disaat zeno sudah tiba diarea parkir dan akan menghampiri fani, ia heran karna fani sedang berbicara dengan seorang pria, zeno tidak tau siapa pria itu karna pria itu memunggunginya, zeno pun berjalan menghampiri fani “Sayang” panggil zeno kepada fani yang lantas membuat fani dan pria itu menolehkan kepalanya kesumber suara.
Fani diam tidak menanggapi ataupun menyahuti panggilan yang memanggilnya dengan sebutan sayang.
“Nico, ngapain lo disini” tanya zeno sinis.
“yeee harusnya gue yang tanya, lo ngapain disini tumben-tumbenan seorang CEO zeno wicaksono mau makan direstoran jepang yang gak seberapa ini” ejek nico.
“cehhhh, gue disini makan lah sama istri gue” ujar zeno.
“oh ya, mana istri lo!! gue mau kenalan dong” ujar nico celingak-celinguk ke kanan-kiri untuk mencari istri zeno.
Yang diketahui oleh nico memang zeno sudah menikah dan ia tidak tau siapa istri zeno itu, yang paling gilanya lagi ternyata zeno menduakan istrinya dan orang yang menjadi selingkuhan zeno adalah salsa.
“dan gue juga mau ngasih tau ke istri lo bahwa lo itu masih berr…” ucapan nico terputus tak kala, zeno lebih dulu memotong pembicaraannya yang membuatnya shock.
“tu didepan lo” ujar zeno santai.
Fani yang mendengar ucapan spontan zeno mendelikkan matanya lebar-lebar. apa-apaan zeno ini, bukankah dia sendiri yang menyuruhnya untuk merahasiakan pernikahan ini, tapi apa sekarang malah dia sendiri juga lah yang membongkarnya.
dan fani khawatir nico akan memberi tahu fitri, dan fitri akan marah jika ia tahu bahwa fani sudah menikah dan tidak memberitahunya. Tidak. fitri tidak boleh dengar dari orang lain, fitri harus dengar dari mulut fani sendiri bahwa ia sudah menikah, fani berfikir mungkin secepatnya fani akan memberitahu fitri. Besok.ya!! fani akan memberitahu fitri besok. ia tidak siap akan kekecewaan fitri nantinya bahwa dia tahu dari mulut orang lain, bukan dari mulut fani sendiri.
__ADS_1
“lo jangan bercanda” ucap nico yang shcok atas keterkejutannya.
“ngapain gue bercanda, fani ini istri gue” ucapnya yang berjalan mendekati fani dan merengkuh pinggang fani. Fani yang kembali direngkuh oleh zeno itupun melepas kasar lingkaran tangan zeno dipinggang belakangnya. Dan kali ini zeno pun mengalah, ia tidak protes ataupun kekeh untuk merengkuh pinggang fani. Mungkin fikir zeno istri kecilnya itu malu.
“kali ini becanda lo gak lucu zen,” Ujar nico yang masih belum percaya.
Zeno berdecak kembali “kalau lo gak percaya, lo bisa tanyain sendiri ke fani”
“apa itu bener fan?” kali ini nico bertanya kepada fani, yang diangguki oleh fani dengan lesu.
Kaki nico tampak lemas dan wajahnya yang sebelumnya cerah kini tampak pucat karna shock atas kabar ini, gadis yang selama ini ia suka ternyata sudah bersuami, dan suaminya adalah sahabatnya sendiri.
“ahh ya, karna lo ada disini, gue mau bilang mulai hari ini fani berhenti kerja dari café lo” ujar zeno kepada nico
“kenapa?” tanya nico, ia bingung kata-kata apa yang harus ia lontarkan untuk menanggapi ucapan zeno itu, pasalnya ia masih sangat shcok atas apa yang ia dengar tadi.
“kak zen” fani yang sedari tadi hanya diam, kini bersuara dan menatap zeno dengan sinis.
“iya ka nico, kan sebentar lagi aku dan fitri mau ujian kelulusan, aku hanya ingin lebih fokus untuk itu dulu sementara” ucap fani dengan lembut.
“kamu bisa cuti fan, enggak perlu resighn” ujar nico menatap fani dengar lembut.
Zeno yang melihat tatapan nico kepada fani seperti itu, Nampak kesal. Tapi ia akan menahannya karna ia mengingat bahwa nico adalah sahabatnya.
__ADS_1
“Hmmm, enggak ka nic, aku mau resighn aja, lagi pula gak enak sama staff kaka yang lainnya nanti” ujar fani.
“yasudah kalau begitu, kalau kamu berubah pikiran aku siap untuk memperkerjakan kamu lagi dicafeku” kata nico tulus.
“iya ka nico, makasih” jawab fani.
“dan itu gak akan mungkin, fani gak mungkin kerja dicafe lo lagi nic” ujar zeno sedikit sinis.
“cehh, kita gak tau zen kedepannya gimana, dan kita gak bakal tau juga takdir tuhan bakal gimana sama hubungan lo dengan fani” balas nico lebih sengit dan pedas.
Zeno yang mendengar ucapan nico barusan mulai tersulut emosi tapi ia menahannya.
“udah ayo sayang kita pulang” ucap zeno mengacuhkan ucapan nico, dan menggandeng tangan fani.
“aku bisa jalan sendiri” ucap fani saat ia merasakan tangan kanannya diraih oleh zeno.
Nico yang melihat interaksi zeno dan fani barusan tersenyum miring.
“ka nic, fani duluan ya” ucap fani kepada nico.
“iya hati-hati fan” balas nico.
“duluan” ucapan zeno kepada nico yang dibalas nico hanya deheman singkat.
__ADS_1
Fani jalan lebih dulu kemobil zeno yang diikuti zeno dibelakangnya.
TBC.