Heart Choice

Heart Choice
Episode 08


__ADS_3

zeno mengamati wajah fani dengan teliti kulit putih bersih alami, hidung mancung, bibir tipis merah muda, bulu mata lentik dan alis tebal natural "Lo cantik" puji zeno pelan.


tangan kanan zeno kembali terangkat untuk menyentuh luka yang berada disudut bibir fani, lalu tanpa sadar zeno ******* bibir fani secara perlahan agar tidak membangunkan fani, zeno terus ******* bibir fani. hingga detik berikutnya zeno tersadar dengan apa yang sedang ia lakukan , zeno lalu menarik bibirnya yang masih menepel di bibir fani "apa yang barusan gue lakuin, gak.. gak ini salah" ucap zeno lalu bangkit berdiri, lalu zeno melangkahkan kakinya keluar dari kamar fani itu.


***


alarm dari Hp fani, membangunkan sang empunya, karna merasa terusik dengan suara alarm itu, mau tidak mau fani pun bangun, dan ia menyadari bahwa ia tadi malam sangat kelelehan sampai akhirnya ia lupa mengganti seragamnya dengan baju tidur, lalu fani bangkit dari ranjang dan ingin menuju kamar mandi.


selesai mandi, dan sudah mengenakan baju seragamnya kembali. fani yang baru akan mengambil tasnya dimeja kecil samping ranjang, suara ketukan pintu dari luar kamar terdengar, fani melangkah dan membuka pintu itu, ternyata salsa.


"Buatin gue sama zeno sarapan" ucap salsa


"iya" jawab fani, ia tidak masalah membuatkan sarapan untuk suaminya, memang itu seharusnya yang dilakukan fani sejak awal mereka menikah bukan.


lalu setelah itu salsa kembali kekamarnya.

__ADS_1


fani berjalan menuju dapur dan mulai membuatkan sarapan untuk zeno dan juga salsa.


selesai membuatkan sarapan, dan sudah ditata dengan rapi diatas meja makan, fani kembali kemarannya dan mengambil tas lalu melangkah keluar apartemen itu untuk berangkat menuju ke sekolahnya.


sejujurnya, fani belum siap bertemu dengan zeno atas apa yang telah zeno lakukan kemarin dikafe niko, oleh sebab itu fani lebih baik saat ini menghindari zeno sementara waktu.


didalam kamar, zeno sudah siap dengan jaz dan juga baju lengan panjangnya yang berwarna navi, ia mencari keberadaan salsa namun nihil, ia tidak ada dikamar itu, lalu zeno melangkah keluar kamar dan menemukan salsa yang sudah menunggunya dimeja makan.


"sayang ayo sarapan, aku udah buatin nasi goreng untuk mu"ujar salsa berbohong.


"Hmm" jawab zeno,


"apakah gadis itu belum bangun,"batin zeno


"gimana sayang enak gak, nasi gorengnya"tanya salsa

__ADS_1


zeno hanya mengangguk dan tersenyum.


selesai sarapan salsa mengantar zeno kepintu apartemen, dan zeno pun berpamitan yang tak lupa mengecup bibir salsa.


selepasnya zeno pergi salsa menutup pintu itu kembali, lalu tersenyum miring.


***


Hari demi hari berganti, fani pun sudah mulai terbiasa dengan pekerjaannya saat ini dan fani juga sudah menyelesaikkan Try outnya selama empat hari ini, dan hari ini adalah hari ujiannya yang terakhir, selama itu pula fani dan zeno tidak saling berpapasan satu sama lain. akan tetapi,fani tetap menyiapkan sarapan untuk suaminya itu.


Pukul 9 malam, saatnya fani pulang keappartemen setelah menyelesaiikan pekerjaannya di kafe.


fani membuka pintu appartmen dan mendapati lampu masih terlihat gelam,yang artinya zeno maupun salsa belum tiba diapaartemen ini. fanipun menyalahan lampu satu persatu lampu.


"Baru pulang" Tanya seseorang, yang tiba-tiba muncul dibelakang fani, saat ia akan berjalan kekamarnya.

__ADS_1


fani menoleh dan mendapati zeno yang sudah berada tepat dibelakangnya.


"iya"jawab fani sekenanya.


__ADS_2