Heart Choice

Heart Choice
Episode 09


__ADS_3

"ZENO POV ON"


aku melihat jam ditanganku sudah menunjukkan angka 6 sore, akupun bergegas untuk pulang. akan tetapi disaat aku akan beranjak dari kursi kebesaranku dering ponselku berbunyi, lalu aku melihat ada pesan masuk dari salsa


Salsa 😘


"sayang, maaf aku hari ini tidak bisa kembali pulang, ada tugas mendadak yang harus aku selesaikan bersama atasanku diluar kota, I love you"


Me


"Baik lah, jaga kesehatanmu disana, Love you to"


aku menghela nafas sejenak, beginilah jika menjalin hubungan dengan sekretaris, selalu saja ditinggal pergi. salsa itu menjadi sekretaris di perusahaan ternama ke 3 diAsia, jadi wajar jika ia selalu mengikuti bos besarnya pergi keluar kota ataupun luar negri.


dulu aku pernah menawarkan dia untuk menjadi sekretaris di perusahaanku, akan tetapi ia menolaknya karna alasanny dia tidak ingin menjadi bahan gosip karyawanku jika dia menjadi sekretarisku karna dia kekasihku.


aku mengambil jasku yang tersampir dikursi kebesaranku, lalu aku berjalan keluar ruangan untuk menuju ketempat parkir dimana mobilku berada, lalu aku melajukan mobilku ke arah yang berlawanan menuju keapartemen, 30 menit kemudian disinilah mobilku berada di depan sebuah kafe dimana tempat fani bekerja, sudah beberapa hari ini aku selalu memantau fani disini, entahlah sebenarnya kenapa aku selalu memikirkan dia, ada rasa kehilangan jika aku tidak melihat wajahnya sehari saja, aku seperti penguntin dan pedofil. setiap malam aku selalu kekamarnya dan mencium bibirnya memperhatikan ia tidur dengan nyenyak, selalu mengikuti kemana pun ia pergi baik itu berangkat sekolah mapun pulang sekolah.


aku melihat fani melayani Pe*****n sambil tersenyum, entah kenapa ada desiran aneh dihatiku melihat senyuman fani.


setelah aku melihat fani dengan keadaan baik-baik saja, aku melajukan mobilku kembali menuju ke apartemen, aku membuka pintu lalu langsung masuk saja ke kamarku, tanpa menyalakan lampu ruang tamu terlebih dahulu, aku merebahkan badanku diatas ranjang, disaat aku sedang menutup mata, aku mendengar ada seseorang yang masuk, aku yakin itu pasti fani lalu aku berdiri dan beranjak dari tempat tidur untuk berjalan keluar kamar.


ZENO POV OFF

__ADS_1


"apakah kamu sudah makan" tanya fani, entahlah kenapa fani tiba-tiba bertanya seperti itu.


"belum"jawab zeno,


"aku akan membuatkanmu makan malam"ucap fani sambil berjalan kearah dapur, yang diiukuti oleh zeno.


zeno memperhatikan fani yang sedang memasak didapur.


selesai fani memasak makan malam untuk zeno, dan meletakkannya diatas meja makan, niat fani ingin langsung kembali kekamarnya, akan tetapi tangan fani dicekal oleh zeno.


"mau kemana" tanya zeno


"mau kekamar"


"temani aku makan"


zeno menyodorkan sesendok nasi dan lauk kedepan mulut fani.


"buka mulutmu"ujar zeno


"tidak.. aku bisa makan sendiri nanti"


"buka mulutmu"ujar zeno kembali dengan nada datar, ia tidak suka penolakan.

__ADS_1


fani yang melihat wajah zeno seperti ingin marah, ia pun membuka mulutnya, zeno memasukkan sesendok nasi dan lauk kedalam mulut fani.


mereka makan berdua dengan sendok dan piring yang sama.


makanpun selesai,


fani yang sudah membereskan sisa makan mereka berdua. niat hati ingin kembali kekamar untuk mandi karna badannya sudah sangat lengket. akan tetapi zeno menggenggam tangan fani lalu berjalan menuju keruang kerjanya. fani yang bingung dengan perlakuan zeno hanya diam.


lalu zeno duduk dikursi meja kerjanya dan menggeret tangan fani agar duduk dipangkuannya.


"temani aku kerja"ujar zeno


"ak--aku akan duduk disofa saja"


zeno tidak menjawab, ia fokus dengan laptopnya yang berada didepannya.


satu jam sudah zeno menyelesaikkan semua pekerjaannya, dengan kondisi fani ada diatas pahanya, lalu zeno menutup laptopnya dan beberapa detik kemudian, zeno menyandarkan kepalanya diceluh leher fani. fani yang diperlakukan seperti itupun risih.


"sebentar saja" ujar zeno


"tapi aku belum mandi dan bau keringat"


zeno tidak menjawab kembali kata yang dilontarkan oleh fani. lalu disaat kepala zeno berada di celuh leher fani, zeno mengecup leher fani dan me*****p leher fani, dan memberikan tanda merah disana. zeno memberikan kissmark di leher fani.

__ADS_1


fani diam dan tidak melakukan apa-apa sesungguhnya fani ingin mendesah, akan tetapi ia malu, dan pada akhirnya fani hanya menggigit bibir bawahnya agar tidak mengeluarkan *******.


TBC


__ADS_2