
Fitri saat ini sedang berada ditoko buku untuk membeli komik yang baru saja keluar. Ia memutuskan sepulang sekolah tadi untuk mampir sebentar ketoko buku itu. Jika fani suka membaca novel berbeda dengan fitri yang lebih cenderung suka dengan komik yang bergender kartun ataupun peperangan.
Fitri turun dari mobil dan memasuki toko buku “Eh mba fitri, kok tumben sendiri mba fani gak ikut?” tanya aryo karyawan penjaga toko sekaligus kasir.
Aryo sudah mengenal baik fani maupun fitri karna kedua gadis itu sering sekali membeli buku ditokonya.
“Fani lagi ada urusan mas, biasa sok sibuk dia” ujar fitri bercanda.
“hahaha, mba fitri bisa aja”
“ishhh, mas ada komik terbaru kan, udah ada belum disini” tanya fitri
“udah dong mba, ini aku sisaiin satu khusus buat mba fitri” dan aryo pun memberikan satu buku komik kepada fitri, jadi fitri tak perlu repot-repot untuk mencari disela-sela rak buku yang menumpuk, kan sudah ada aryo yang memang sudah terbiasa mensisihkan novel ataupun komik kepada dua gadis SMA, yang memang sudah berlangganan ditoko bukunya.
“wah, makasih mas aryo”
Disaat fitri ingin mengambil uang didalam saku seragam sekolahnya, dua orang pria dewasa memasuki pintu toko buku itu, dikarenakan jarak kasih dan juga pintu masuk toko dekat otomatis fitri dapat langsung bisa melihat siapa yang datang dan siapa pula yang keluar toko.
“what itukan cowok yang dicafe ka nico” ujar fitri saat melihat tama dan temannya sudah berjalan keRak khusus novel dan juga komik.
Fitri yang masih Stay didepan kasih, itupun sontak membuka tasnya dan mencari ponselnya, fitri lalu mencari applikasi camera dan ia pun melihatkan wajahnya didepan kamera itu.
“duh gue harus tampil kece nih didepan dia” ujar fitri sambil merapikan rambut nya yang sedikit berantakan.
Dirasa rambutnya sudah rapi, iapun mengExit aplikasi camera diponselnya. “mas aryo wajah aku gimana?” tanya fitri kepada aryo.
“wajah mba fitri gak gimana-gimana kok, emang harus gimana?” tanya balik aryo
“isttt bukan itu maksud ku mas aryo, wajahku masih terlihat cantik apa udah kusem” ujar fitri blak-blakan.
“oh, hahaah, bilang dong mba”
“muka mba fitri masih cantik kok” lanjut aryo sambil sedikit tersipu.
“sip, makasih mas aryo” ujar fitri lalu berjalan menuju kearah tama dan temannya berada.
Sesampainya dibelakang tama, fitri berdehem “EHEMM”
Tama yang mendengar suara tepat dibelakangnya itupun langsung membalikkan badannya kesumber suara, dan hanya beberapa centi jika tama tidak bisa mengendalikan badannya dengan benar. Mungkin ia akan mencium kening fitri.
“yah gak kena” ujar fitri saat dirasa tama tidak mencium keningnya.
Sesaat jantung tama berdetak lebih cepat, namun sesaat juga ia bisa mengendalikan detak jantungnya. Tama memundurkan badannya beberapa langkah, agar bisa melihat siapa yang mengusiknya. Dan disaat tama sudah bisa melihatnya dengan jelas, tama memelototkan matanya “lo” unjuk tama kepada fitri.
__ADS_1
“hay” sapa fitri
“wah, memang takdir gak ada yang tau ya, kita bisa ketemu lagi” lanjut fitri.
“lo ngapain disini, jangan-jangan lo ngikutin gue ya” tuduh tama
“aku beli buku ini” fitri menujukkan buku komiknya kepada tama.
“kamu ngapain disini” tanya fitri yang masih berada dihadapan tama
“jangan panggil kamu-kamuan deh, geli gue dengernya” ujar tama.
“jangan gitu, nanti malah kamu sendiri loh yang nyuruh aku manggil kamu sayang” goda fitri.
“aduh udah deh, lo mending jauh-jauh dari gue” usir tama.
“gak mau, kita ini jodoh loh, baru aja aku bilang sama sahabat aku jika kita ketemu untuk yang kedua kalinya itu artinya kita jodoh”
“dan ini kita ketemu untuk yang kedua kalinya, itu artinya kita berjodoh bukan” lanjut fitri lagi.
“jangan mimpi lo” ujar tama.
“aku gak mimpi kok, buktinya aku ketemu kamu disini” ujar fitri.
“mau lo apaan sih” Ujar tama pasrah.
Fitri tersenyum senang mendengar pertanyaan cowok didepannya ini.
“aku mau kenalan sama kamu dan aku mau minta nomer telfon kamu dan juga mau tau alamat kamu” ujar fitri.
“lo itu sensus penduduk apa,?” tanya tama
“bisa jadi” Ujar fitri sambil senyum-senyum.
Daripada ia harus berlama-lama dan malah ikut gila akhirnya tama mengalah dan “ nama gue tama, dan mana ponsel lo” ujar tama yang meminta ponsel fitri.
Fitri langsung saja mengambil ponselnya disaku seragam sekolahnya lalu memberikannya kepada tama. Dan selang beberapa detik tama kembali mengembalikan ponsel fitri kepadanya.
“ni nomer gue lo simpen, udah kelar kan, lo boleh pergi dari hadapan gue” ujar tama.
“ehhh tunggu dulu” ujar fitri lalu menekan tombol hijau dari nomer yang diberikan oleh tama. Sesaat suara didalam ponsel fitri menyambung ke nomer yang diberikan oleh tama, Namun. Fitri mengangkat satu alisnya tak kala nomer yang diberikan oleh tama bukan menyambung diponsel tama melainkan menyambung dinomer teman tama yang datang bersamannya tadi.
Kenapa fitri bisa tahu, karna suara ponsel yang berdering bersumber dari samping mereka (Tama dan Fitri) dan fitripun melongokkan kepalanya dicelak rak buku yang menghalangi fitri dengan teman tama yang datang bersamanya tadi. Karna jarak mereka dan teman tama hanya tersekat satu rak buku saja.
__ADS_1
Tama yang keGap berbohong itupun memalingkan wajahnya saat fitri memelototinya.
“kamu boongin aku ya, ini bukan nomer kamu” ujar fitri
“gila ni bocah, pinter juga” batin tama.
Tama diam tidak menjawab ucapan fitri
“siniin ponsel kamu” ujar fitri
“buat apaan?” tanya tama
“udah siniin aja” ujar fitri
“gak, gak mau!!” tolak tama.
Fitri yang melihat ponsel tama berada disaku kemeja depan dadanya langsung saja mengambilnya.
“eh apa-apaan lo, balikin hp gue gak” ujar tama
“gak mau” ujar fitri.
Saat fitri ingin membuka layar ponsel tama, keberuntungan belum berpihak kepadanya ternyata ponsel tama terkunci dan hanya bisa dibuka oleh pemilikinya saja.
Tama tersenyum miring melihat itu.
“ih kenapa harus Scan wajah segala sih nih hp” batin fitri.
Fitri melihat wajah tama sekilas, dan memelototinnya.
“ngain lo kayak gitu, ati-ati ntar mata lo bisa keluar” ujar tama saat fokus melihat wajah fitri. Dan langsung saja disaat tama sudah fokus melihat wajahnya, ia langsung mengarahkan ponsel tama tepat didepan wajahnya dan “YAP” Berhasil!! Dewi fortona memang berpihak kepadanya layar ponsel tama terbuka.
“nih, liat aku bisa kan buka kunci Hp kamu” bangga fitri.
“sialan ni bocah” batin tama.
Tanpa menunggu lama fitri langsung mengetik nomernya dihp tama lalu memDeal Panggilan, dirasa nomer tama sudah masuk keponsel fitri. Ia pun lalu mengembalikan ponsel itu kepada pemiliknya.
“nih, makasih ya” ujar fitri
“nanti malem aku telfon ya ka tama” ujar fitri, senyum-senyum lalu pergi meninggalkan tama.
“Agresif banget tu Cewek” gumam tama.
__ADS_1
TBC