Heart Choice

Heart Choice
Episode 21


__ADS_3

Matahari sudah menampakkan sinarnya, akan tetapi dua insan masih betah untuk merebahkan tubuhnya diatas ranjang yang berukuran king size itu, siapa lagi kalau bukan salsa dan zeno.


Kemarin, zeno salsa maupun fani sudah tiba dijakarta, padahal belum ada satu minggu mereka berada diparis akan tetapi zeno memutuskan untuk kembali kejakarta, dikarenakan ada masalah diperusahaan yang tidak bisa dihandle oleh asisten pribadi zeno, mau tidak mau zeno lah yang turun tangan sendiri.


***


Sebelumnya fani sudah meminta izin kepada pihak sekolah untuk tidak masuk selama satu minggu dengan alasan urusan keluarga, dan dikarenakan ia berada diparis tidak genap selama satu minggu, ia pikir lebih baik jika ia berangkat kerja saja.


Tapi, Sebelum fani berangkat kerja seperti biasa ia akan menyiapkan sarapan untuk zeno dan juga salsa.


“yapp, akhirnya selesai juga”ujar fani kepada diri sendiri yang sudah menyiapkan hidangan untuk zeno dan salsa dimeja makan.


Disaat fani akan menuju kamarnya, zeno tiba-tiba saja bersuara yang sontak mengagetkan fani “sedang apa kamu” ucap zeno


“ehh”kaget fani


“ini aku baru saja menyiapkan sarapan untukmu dan juga ka salsa”ujar fani


“apakah setiap pagi kamu yang menyiapkan sarapan”ujar zeno


“iya” balas fani


“benarkah”Tanya zeno memastikan


“Hmmm, yasudah silakkan sarapan aku akan kekamar untuk mengambil tasku”ujar fani sambil berjalan menuju kamarnya.


Akan tetapi tangan fani lebih dulu dicekal oleh zeno.


“kenapa?”Tanya fani


“temani aku sarapan”ujar zeno


“kemana ka salsa”Tanya fani


“dia masih tidur dikamar”ujar zeno


Lalu fani pun menemani sarapan zeno.


“kamu mau kopi atau teh”Tanya fani

__ADS_1


Zeno yang tiba-tiba ditanya seperti itu oleh fani, beberapa detik zeno menatap fani, dan detik berikutnya zeno berkata “Kopi saja”ujar zeno


“baiklah.. tunggu sebentar, akan aku buatkan”ujar fani


Zeno tersenyum, dan berkata dalam hati “begini rasanya dilayani oleh seorang istri”


“Gulanya sedikit saja, mungkin satu sendok cukup”ujar zeno, karna memang zeno tidak suka jika terlalu manis


“baik lah” Jawab fani.


Tak berselang lama kopi yang dibuat oleh fani tiba dihadapan zeno dan zeno berkata “terima kasih”sambil tersenyum.


Yang dibalas dengan fani “sama-sama”


Ditengah-tengah mereka sarapan bersama itu tanpa hadirnya salsa yang masih tertidur zeno berkata “kamu mau kerja”Tanya zeno saat melihat penampilan fani sudah rapi.


“iya..”jawab fani


“tunggu sebentar, biar aku antar”ucap zeno di saat sarapan mereka telah usai.


“tidak usah, aku bisa berangkat sendiri”ucap fani


Zeno pun berjalan menuju kamar untuk mengganti bajunya tanpa mandi terlebih dulu.


Dirasa sudah rapi penampilan zeno yang hanya mengenakan kaos abu-abu lengan pendek ketat dan celana berwarna putih, lalu iapun melangkah keluar untuk menemui fani, disaat zeno akan menutup pintu kamarnya sekilas ia melihat salsa yang masih terlelap tidur.


“ayo”ujar zeno yang tiba-tiba saja sudah ada dihadapan fani


Fani mengangguk dan berjalan keluar pintu appartemen.


***


Didalam mobil, hanya ada keheningan yang diciptakan keduanya, tak berselang lama zeno bertanya kepada fani “nanti kamu pulang jam berapa”ujar zeno


“hmm mungkin jam tiga sore”ujar fani


“baiklah nanti aku jemput kamu, jangan pulang sebelum aku tiba ”ujar zeno


“hmm, baiklah”

__ADS_1


Beberapa menit kemudian mobil zeno sudah tiba didepan kafe tempat fani bekerja. Fani ingin keluar dari mobil, akan tetapi sebelum ia membuka pintu mobil, tangan kanan fani terulur kehadapan zeno, zeno yang paham pun membalas uluran tangan fani dan fani pun mencium tangan zeno dengan bibirnya. Zeno menegang, seperti ada sengatan listrik disaat fani mencium tangannya tadi.


Zeno hanya diam, dan itupun membuat fani bingung pasalnya tangan fani digenggam sangat erat oleh zeno.


“kakk”panggil fani


“ehh iya,.. Kenapa”Tanya zeno.


Fani hanya mengarahkan matanya ketangan mereka yang masih bergenggaman.


“eh iya maaf”ucap zeno


“iya tidak apa-apa.. kalau begitu aku kerja dulu, kaka pulang hati-hati”ucap fani.


Dan fani akan membuka pintu mobil, tapi lagi-lagi tangan fani ditarik oleh zeno


“tunggu”ucap zeno


Lalu tanpa persetujuan fani, zeno menempelkan bibirnya ke bibir fani, cukup lama hanya menempel, lalu bibir zeno bergerak perlahan untuk meny***p dan me****t bibir fani.


Fani hanya diam tidak membalas ci***n yang diberikan oleh zeno


Tangan zeno menekan kepala belakang fani agar fani semakin maju dan berdekatan dengan badan zeno. Dirasa cara itu berhasil dan saat ini badan fani sudah sangat dekat dengan badan zeno, zeno pun lebih memperdalam ci***nnya kepada fani.


Fani yang lambat laun sudah mulai kehabisan nafas itupun mulai memukul ringan dada bidang zeno. Zeno yang merasa fani sudah akan kehabisan nafas itupun melepaskan ciumannya.


“maaf” Ucap zeno sambil menghapus salivanya yang masih menepel dibibir fani.


Fani mengangguk kan kepalanya, dan menghirup banyak-banyak udara,dirasa nafas fani sudah kembali normal. Fani berkata kembali “aku akan turun”ucapnya


“iya” jawab zeno dan memajukkan badanya kembali untuk berdekatan dengan fani dan zeno pun mencium kening fani.


Setelah mencium kening fani, zeno berkata kepada fani “nanti sore aku tunggu disini, jangan pulang sebelum aku menjemputmu”ucap zeno


Fani tersenyum dan keluar dari mobil zeno.


TBC


__ADS_1


penampilan zeno saat mengantar fani kerja, anggap kamerannya gak ada ya 😁


__ADS_2