Heart Choice

Heart Choice
Episode 06


__ADS_3

Fani dan Fitri sedang menunggu jemputan dari ka niko didepan gerbang sekolah, tadi sewaktu jam istirahat berlangsung ka niko menelfon fitri bahwa ia akan menjemput adiknya itu, sekalian juga menjemput fani, niko memang sebelumnya sudah mengenal siapa itu fani, karna memang fani dan fitri sudah berteman sejak kelas satu SMA dan fani juga sering kerumah fitri untuk sekedar bermain atau mengerjakan tugas bersama, oleh karna itu disaat fitri bertanya apakah dikafe kaka.nya itu membutuhkan staff lagi untuk fani, dengan senang hati niko menerima fani untuk bekerja dengannya.


tin...tin..suara klakson mobil membuat kedua gadis yang sedang mengobrol didepan gerbang itu menoleh kesumber suara.


"Hay gadis-gadis cantik"sapa niko sambil tersenyum


fani membalas sapaan dan senyuman yang diberikan oleh niko "Hay juga ka "


"Isst, lama banget si lo ka, sampek jamuran ni kaki gue nunggu lo disini" gerutu sang adik fitri


"Sory-sory, tadi dikafe ada sedikit masalah, yaudh yuk masuk"


Fitri menghentak-hentakan kakinya dan berjalan menuju pintu depan mobil dan membukanya, sedangkan fani dia membuka pintu penumpang dibelakang, seusai mereka sudah duduk ditempatnya masing-masing niko bertanya "Udah?"


"Udah" jawab serempak oleh kedua gadis itu


"yaudah CEBOK" niko


sontak fitri yang mendengar jawaban sang kaka melotot kearahnya, lalu memukul-mukul pelan lengan kiri sang kaka "aduh-aduh ampun fit, sakit tau gak, lu penambilan boleh feminim tapi tenaga lu kayak pak bambang kuli bangunan"tawa niko


"Garing lo, lagian lebay banget si lo, gua mukul juga pelan kali,"jawab fitri


fani yang melihat tingkah kaka beradik itu hanya bisa geleng-geleng kepala dan tersenyum dengan kelakukan mereka berdua.


mobil milik niko berhenti di depan rumah perkomplekan elit, terlihat fitri turun dari mobil milik kakanya itu "Bye fan, semangat kerjanya ya"


"Iya fit, makasih ya" ujar fani


fitri masuk kerumahnya, sedangkan mobil niko masih stay saja didepan rumahnya itu,


niko menoleh kan kepalanya kebelakang dan berkata "fan, kamu gak mau pindah disamping aku, aku bukan supir kamu lho" ujar niko


"Ehhh-- iya ka maaf" fani pun membuka pintu belakang lalu berjalan menuju pintu samping kemudi.


mobil milik niko melaju menuju kafe


sesampainya dikafe niko membawa fani kedalam dan mejelaskan apa saja tugas yang akan dia kerjakan.


"kurang lebihnya itu tugas kamu fan, selama bekerja disini" ujar niko


"baik ka, terimak kasih"


"Yasudah sekarang kamu ganti baju dan mulailah bekerja"


Fani mengagguk lalu berjalan ke dalam dan menganti bajunya.


***


seorang wanita keluar dari lift menuju kesuatu ruangan dan berhenti didepan meja lalu bertanya" apakah zeno ada didalam,"tanya salsa kepada sekertaris zeno


sekertaris itupun menundukkan badannya dan menjawab "bapak zeno ada didalam bu" balas sang sekretaris nya


salsa pun langsung berjalan masuk keruangan zeno, tanpa mengucapkan terima kasih.


"Hayy sayang" sapa salsa

__ADS_1


"oh hay" balas zeno mendongakkan kepalanya keatas yang awalnya menunduk dalam memeriksa beberapa dokumen


"kamu tidak rindu kepada ku,"


"tentu rindu" balas zeno sambil mengecup bibir salsa singkat


salsa mendapat perlakuan zeno seperti itu jelas senang


"oh ya, kita sudah satu minggu tidak bertemu, dan aku rindu berduan denganmu" salsa


"apalagi aku, aku sangat merindukanmu"


salsa duduk dipanguan zeno dan melingkarkan kedua tangannya dileher zeno lalu bibir salsa ******* bibir zeno, zeno yang mendapat perlakuan seperti itu membalas ciuman yang diberiakan oleh salsa, mereka berdua pun saling berciuman dan bertukar saliva dengan cukup lama sampai pagutan bibir keduanya pun terlepas karna sama-sama sudah merasa kehabisan nafas, salsa yang merasa nafasnya sudah kembali normal, menempelkan bibirnya dicelur leher zeno dan menghisapnya kuat-kuat sampai terlihat tanda merah yang kentara, salsa tersenyum dengan hasil karnanya dileher zeno.


"sayang aku lapar"ujar salsa manja kepada zeno


"kita keluar cari makan, hmm"tanya zeno


"tentu"


mereka pun berdiri merapikan penampilan mereka yang sedikit berantakan, zeno merapikan baju dikerah lehernya, untung saja kissmark yang diberikan salsa dilehernya bisa ditutupi dengan baju lengan panjang dan jas kerja yang berkerah dilehernya


dirasa penampilan mereka sudah oke, mereka pun berjalan beriringan dengan bergandengan tangan keluar ruangan untuk makan bersama.


mobil milik zeno pun berhenti disebuah kafe, dengan nuansa yang terlihat seperti kafe untuk perkumpulan anak muda.


"sayang kenapa kita ke sini sih,"


"ini kafe punya temanku, dia beberapa minggu kemarin baru saja meresmikan kafe ini, dan aku kemarin saat peresmian tidak bisa datang, makanya sekaranglah kesempatanku untuk datang ke kafe ini" ujar zeno


mereka pun masuk ke kafe tersebut dan mencari bangku yang masih kosong, untuk mereka tempati. zeno dan salsa mendapatklan tempat untuk mereka dudukki,


"sayang kamu pesan saja, apa yang kamu mau, aku ketoilet sebentar"ujar zeno


salsa menganggukan kepalanya


disaat zeno ingin bertanya kepada pelayan, menanyakan perihal dimana letak toilet berada, disaat itu pula ia melihat fani, sedang asyik mengobrol dengan seorang lelaki, dan lelaki itu adalah niko, pemilik kafe ini sekaligus teman dari zeno, yang dilihat oleh zeno, fani dan niko tertawa bersama, dan apa itu fani mengelus rambut niko.


walaupun sebenarnya zeno tidak paham apa yang mereka bicarakan, karna jarak diantara mereka masih terbilang cukup jauh, tetapi dari gerak tangan dan badannya sepertinya mereka sudah saling mengenal satu sama lain sejak lama. zeno yang melihat adegan romantis itu, entah mengapa tersulut emosi rahangnya mengeras serta kedua tangannya terkepal disisi kanan dan kiri.


"Cihhh, dasar wanita murahan" ucap zeno


setelah mengucapkan kalimat itu zeno mencari-cari dan menelusuri kafe itu untuk mencari toilet, dan akhirnya ketemu juga dimana letak toilet itu.


***


salsa memanggil pelayan dan memesan beberapa menu makanan untuknya dan juga untuk zeno, dan selang beberapa menit makanan yang dipesanpun datang dan diantarkan oleh pelayan,


"silahkan dinikamati nona"ucap fani, ya pelayan yang mengantar makanan itu fani


mereka berdua salsa dan fani belum menyadari satu sama lain bahwa mereka saling mengenal, karna salsa sibuk dengan Hp.nya sedangkan fani sibuk menaruh beberapa hidangan dinampan untuk diletakkan dimeja.


"Terima ka--sih"ucap salsa, tetapi salsa terkaget tak kala siapa pelayan yang mengantarkan makanannya, sebaliknya fani pun seperti itu. syok


"ohhh ternyata kamu kerja disini ternyata" ucap salsa

__ADS_1


"iya"jawab fani datar.


saat fani akan berbalik badan dan kembali ke belakang untuk mengantarkan pesanan pelanggan lainnya.


kaki fani tersandung dan tanpa sengaja dia memegang kain yang ada dimeja makan itu, dan makanan yang ada dimeja makan milik salsa jatuh berhamburan kebawah, dan mengenai baju salsa.


salsa berdiri lalu berkata"lo kerja gimana sih, dasar to**l banget"ucap salsa


"maaf,aku tidak sengaja" ucap fani takut


"gak sengaja lo bilang, gara-gara lo baju gue kotor"


"Maaf"


salsa maju dan PLAKKK, salsa menampar pipi kanan fani, "lo tu ya bener-bener, lo tau gak baju gue ini malah, bahkan gue rasa kalau badan lo dijual aja, gak akan cukup buat beli baju gue ini" ucap salsa


fani yang mendengar itu sontak maju dan menampak pipi salsa "PLAKKK" saat itu juga zeno yang melihat kejadian dimana fani menampar salsa, kaget dan berjalan cepat kearah meraka


"salsa" panggil zeno,


"sayang, dia nampar aku"


"apa-apan lo nampar pacar gue" zeno


fani diam dia tidak percaya dengan semua ini, zeno membela salsa.


niko yang mendengar keributan didepan, berjalan menuju sumber tersebut dan menembukan ada tiga orang dan beberapa piring dan gelas yang sudah berhampuran dilantai"


"ada apa ini" tanya niko


niko bertanya, dengan fokus matanya mengarah ke fani, fani yang menahan tangis itu pun diam, lalu niko merangkul bahu belakang fani, dan berkata kembali " ada apa fan," dengan nada lembut


"itu pak, pak saya tidak sengaja menumpahkan makanan yang ada dimeja ini"ucap fani


zeno yang melihat tangan niko berada di bahu belakang fani, merasa semakin panas, yang tadi saja emosinya belum turun dan sudah ditambah dengan adegan seperti itu"


niko menolehkan kepalanya kedepan dan ingin berkata sopan kepada pelanggannya, akan tetapi


"lho zen, sal "ucap niko


"sory ya atas ketidak nyamanannya, ini fani anak baru dikafe gue" ucap niko


"makanan nik, jangan ambil karyawan yang masih bau kencur seperti dia, kerja aja masih ga becus"ucap salsa


"sori-sori, yaudah biar gue gratisin deh khusus buat kalian" ucap niko dengan nada bercanda agar mencairkan suasanan yang tegang ini.


"gak usah, gue udah gak ***** makan disini"ucap zeno dingin dan menatap fani tajam


zeno melangkah maju mendekati fani, dan PLAKKK. zeno menampar fani dengan sangat keras, dan fani bisa merasakan ada darah yang keluar dari sudut bibirnya, sontak saja mendengar tamparan zeno yang terdengar keras itu semua pelanggan dan karyawan menoleh semua ke sumber suara.


"ini balasan, atas apa yang lo lakuin ke pacar gue, lo berani nampar salsa lagi, bukan hanya tamparan yang akan gue kasih ke lo, bahkan lebih"ucap zeno


salsa yang melihat itu tersenyum puas,


zeno dan salsa langsung keluar dari kafe itu.

__ADS_1


__ADS_2