Heart Choice

Heart Choice
Episode 65


__ADS_3

zeno yang merasakan badanya bergetar dengan adanya suara ponsel disakunya itupun berdiri dari atas tubuh fani lalu duduk ditepi ranjang dan diikuti fani yang duduk disamping zeno


Zeno mengambil ponselnya dan ingin melihat siapa yang menelfon dan akan memakinya karna telah menganggu aktivitasnnya. Zeno menghembuskan nafasnya panjang dan meggeser tombol hijau


“hallo mah” ucap zeno yang Nampak tidak bersemangat.


“zen, apa menantu mama ada bersamamu” ucap mama seli disebrang sana.


Zeno menolehkan kepalanya kesamping dan melihat fani yang menundukkan kepalanya karna malu atas adegan mereka tadi.


“iya dia bersamaku” ucap zeno


“oh syukurlah, mama dari tadi menelfonnya dan tidak mendapatkan jawaban, mama mengkhawatirkannya” Ujar mama seli.


“sejak pulang sekolah dia bersamaku, memangnya ada apa mama mencari fani” Tanya zeno


“mama tadi siang membuat kue kering, dan mama mau fani juga merasakan masakan mama, makanya ini mama lagi dijalan untuk menuju keappartemenmu” ucap mama seli.


“APPAA” kaget zeno yang membuat fani menolehkan kepalanya kearah zeno.


“kenapa mama tidak bilang dari tadi” lanjut zeno


“ini mama bilang, lagian kan mama mau bertemu fani bukan ingin bertemu dengannmu, ya mama telfon mantu mama lah, dan karna dari tadi fani tidak mengangkat telfonnya, makanya mama telfon kamu” ucap mama seli heran.


Zeno berdecak sebal “cehhh”


“terus ini mama sampai mana?” Tanya zeno


“ini mungkin 10 menit lagi sampai” ucap mama seli


“apa 10 menit” Kaget zeno


“iya, kamu ini kenapa si, kaget gitu mamanya mau dateng” curiga mama seli


“ti—tidak apa-apa, ya sudah aku matiin telfonnya” ucap zeno terburu-buru


TUT..TUT..TUT..


“Kebiasaan sekali anak ini” sebal mama seli.


Sedangkan zeno sudah panas dingin.


“Kenapa ka?” Tanya fani


“mama mau kesini dan sebentar lagi akan sampai” ucap zeno


“oh, yasudah” jawab fani santai


“cepat kemasi barang-barangmu dan kita pindahkan kekamarku” ucap zeno khawatir.

__ADS_1


Fani yang melihat wajah zeno Nampak khawatir itupun bertanya dengan polosnya “memangnya mama akan memeriksa ruangan satu persatu, tidak bukan!!”


“iya mama pasti akan memeriksa kamar ku dan jika dikamarku tidak ada barang-barangmu, pasti mama akan curiga” ucap zeno yakin, karna ia sudah hafal betul karakter dan sifat sang mama.


Zeno jadi ingat saat salsa beberapa hari menginap diappartemennya dulu, dan tanpa diduga sang mama datang tanpa diundang, dan untungnya saat itu salsa tidak ada dirumah, namun barang-barangnya masih ada dikamar zeno, dan hal itu yang menyebabkan mama seli sangat marah dengan zeno karna berani-beraninya membawa wanita yang bukan mukrimnya masuk kedalam kamarnya dan menginap pula.


“sungguh?, lalu bagaimana ini” ucap fani yang ikut khawatir.


“cepat kemasi buku dan juga alat meke-upmu dan beberapa baju saja, dan sisanya biarkan saja dilemarimu lalu dikunci” ucap zeno


Fani menganggukkan kepalanya dan mengikuti perintah zeno.


Fani mulai memasuki barang-barangnya kedalam tas yang dibantu oleh zeno tentunnya, selang 2 menit barang-barang yang menurut fani penting sudah dimasukkan kedalam tasnya dan sekarang giliran mereka menyusunnya dikamar zeno. Zeno dan fani saat ini sedang menyusun barang-barang fani dikamar zeno dengan sangat asal dan tidak rapi. Pikir mereka yang penting aman dulu dari kecurigaan mama seli nanti.


Bel pintu appartemen berbunyi, sontak zeno dan fani saling tatap karna mereka belum sepenuhnya menyelesaikkan dalam menyusun barang-barang itu. Bel pintu appartemen terus berbunyi. Yang mau tak mau membuat zeno dan fani berjalan keluar kamar untuk membuka pintu. Dan benar saja saat zeno membuka pintu appartemen sudah terdapat mama seli dihadapannya dengan membawa dua paper bag ditangan kanannya.


“kamu ini buka pintu lama sekali” omel mama seli kepada zeno. Dan zenopun hanya diam.


Mama seli berjalan melewati zeno dan langsung berjalan menuju kearah fani yang berada dibelakang zeno


“fani mantu mama” ucap mama seli yang langsung memeluk fani . dan dibalas oleh fani dengan pelukan hangat juga.


Zeno lagi-lagi berdecak sebal, apa-apaan mama nya ini, bukannya anak nya dulu yang dipeluk, ini malah fani yang disapa dan dipeluk, sedangkan zeno malah diabaikan.


“ayo mah masuk” ajak fani yang sudah melepaskan pelukan sang mertua.


Dan mereka pun (Zeno, fani dan mama seli) berjalan untuk duduk diruang tamu.


Fani Nampak melirik zeno sekilas, dan kembali menatap mama seli “iya mah” ucap fani.


“mama mau minum apa biar fani buatin, mama udah makan?” Tanya fani perhatian


Mama seli tersenyum melihat perhatian menantunya “udah gak perlu repot-repot nanti mama ambil sendiri aja, kamu pasti juga capek kan baru pulang sekolah”


“gak ngerepotin kok mah,” ucap fani tidak enak


“udah gak usah, oh iya ini mama tadi buat kue kering, kamu cobain deh” ujar mama seli lalu mengambil toples kecil didalam paperbag yang ia bawa tadi dan membuka toples itu dihadapan fani.


Fani mengambil satu potong kue kering itu lalu memakannya


“hmmm, enak mah” ujar fani jujur


“benarkah,”Tanya mama seli senang


“iya, dulu ibu dan fani sering sekali membuat kue seperti ini setiap hari libur” ucap fani yang menampakkan raut kesedihan mengingat kenangan bersama sang ibunya dulu.


Mama seli ikut sedih mendengar ucapan fani “ fani bisa bikin kue?” Tanya mama seli.


“sedikit mah, dulu fani hanya membantu ibu saja” jawab fani

__ADS_1


“gimana kalau weekend nanti kita membuat kue, supaya fani bisa mengulang kembali moment-moment indah dulu bersama ibu fani saat membuat kue”


“tapi kali ini bersama mama, agar kerinduaan fani kepada ibu bisa terobati”


“gimana, fani mau kan” lanjut mama seli


Fani menganggu dua kali dan tersenyum lebar “ mau mah, fani mau banget” ucap fani antusias


“baiklah nanti sabtu mama jemput fani. Dan kamu menginap dirumah mama, agar minggunya kita bisa seharian bersama dan membuat kue” ucap mama seli. Yang diangguki lagi oleh fani.


Zeno yang sejak tadi hanya diam dan melihat interaksi antara mama dan istrinya itu Nampak mennyunggihkan senyum lebar. Ia tidak pernah melihat mamanya tersenyum lebar seperti itu dan zeno melihat dari wajah sang mama ia sangat bahagia.


Zeno berfikir sejenak, pantas saja keluarga besarnya sangat menyayangi fani, karna memang gadis itu Nampak sangat baik. tulus dan juga penurut.


“yasudah kamu ganti baju dulu, pasti kamu gerah sejak pagi pakek seragam sekolah” ujar mama seli


“yuk mama antar” lanjut mama selii


“tidak usah mah” itu bukan suara fani melainkkan zeno,


Mama seli menoleh kepada zeno “ kenapa” Tanya mama seli,


“HMM, mama pasti capek, mending mama duduk saja disini bersama zen,”


“gimana mama bisa capek, mama itu tadi kesini bersama pak asep (supir keluarga zeno)” ucap mama seli.


“ayo sayang” ajak mama seli kepada fani, yang diangguki kikuk olef fani.


Zeno yang melihat dua wanita beda usia itu berjalan menuju kekamarnya sekarang hanya bisa pasrah dan berdoa semoga saja mamanya itu tidak menemukan sesuatu yang menyebabkan kecurigaan sang mama


Mama seli dan fani sudah tiba didalam kamar zeno “ mama tunggu disini ya aku mau ambil baju dulu” ujar fani, yang diangguki mama seli sambil tersenyum


Fani berjalan kearah lemari zeno ia bingung dan takut saat membuka lemari zeno, ia takut ketahuan jika didalam lemari terdapat baju salsa.


“mama” panggil zeno yang tiba-tiba datang dari arah pintu dan berjalan kearah mamanya.


Fani langsung mengambil baju asal saat melihat mamanya yang tengah berada disofa kamar zeno itu tengah sibuk berbicara dengan zeno.


Fani berjalan menuju kedalam kamar mandi dan menutup pintunya, ia langsung saja mengganti seragamnya dengan baju santai, lalu tak lama iapun sudah kembali kehadapan mama seli dan zeno yang duduk disofa kamar zeno.


Fani yang hanya mengenakan kaos coklat polos terusan duduk disamping zeno. Yang berhadapan dengan mama seli.


Mama seli tersenyum memperhatikan fani yang Nampak cantik. Padahal hanya mengenakan baju biasa, baju yang memang sehari-hari fani pakai. Disaat mama seli menelusuri penampilan fani, tiba-tiba mama seli tersenyum lebar saat melihat tanda dileher menantunya itu.


Memang tadi ia tidak melihat tanda itu ada dileher fani, karna tadi fani masih mengenakan seragam sekolah yang berkerah, namun saat ini tanda itu terlihat Nampak jelas saat fani tidak mengenakan baju yang berbentuk kerah.


Mama seli menyunggihkan senyum terus-menerus yang sontak hal itu membuat bingung zeno dan fani yang ada dihadapannya.


“mama kenapa?” Tanya zeno.

__ADS_1


“semoga mama segera diberi cucu” ucap mama seli


TBC


__ADS_2