
Fani duduk dibangku kelasnya sambil termenung memikirkan kejadian tadi saat mereka masih berada di appartemen,
Fani sejujurnya masih merasa bingung dengan sikap zeno terhadapnya akhir-akhir ini.
Fani takut akan perhatian yang diberikan zeno terhadapnya malah semakin menimbulkan rasa nyaman dan lambat laun rasa nyaman itu akan berubah menjadi cinta.
Atau perhatian yang selama ini yang diberikan zeno kepadanya hanya untuk rasa kasihan?. Entahlah sejujurnya fani bingung dengan sikap suaminya itu.
“Woyyy.. melamun aja”ujar fitri yang tiba-tiba sudah duduk disamping bangku fani
“Ihh.. ngagetin aja” ketus fani.
“lagian lo dari tadi ngelamun, padahal gue udah manggil-manggil lo, mikirin apaan si fan?” Tanya fitri
“enggak mikirin apa-apa kok ”bohong fani
Fitri hanya menjawab dengan ber-oh ria, fikir fitri mungkin fani belum mau bercerita dengannya, “Ehh BTW gimana kerjaan lu di café kaka gue” Tanya fitri kembali
“lancar-lancar aja ko”
Disaaat fitri akan menjawab kembali kata yang telah dilontrakan fani. Guru pun datang dan al hasil mereka tidak melanjutkan pembicaraan mereka melainkan mereka mengeluarkan buku dan alat tulis lainnya yang siap mereka gunakan untuk mengikuti pelajaran dijam pertama.
***
Sedangkan di gedung pencakar langit yang tinggi itu, zeno duduk dikursi kebesarannya dengan memegang ponsel ditangannya,
Zeno saat ini bukannya bekerja malah ia memandangi foto fani yang sedang tersenyum kearahanya saat mereka berada diparis waktu lalu, yang diambil zeno secara diam-diam.
Lelaki itu tersenyum melihat foto fani, ada rasa suka dan ingin selalu melihat istri kecilnya itu setiap saat. Sesaat zeno melupakan bahwa ada salsa diatara ia dan fani.
Zeno berfikir ingin sekali ia egois dengan memiliki kedua wanita itu, tapi apakah mereka mau untuk berbagi cinta?
Cinta? zeno itu terlalu Ke PD.an bukan, ia saja tidak tahu apakah fani mencintainya atau tidak?
__ADS_1
Memikirkan itu membuat hati zeno yang awalnya berbunga-bunga kini malah merasa resah dan bimbang.
Zeno yang dari kemarin tidak diberi kabar oleh salsa itupun merasa tidak masalah dengan tidak ada hadirnya wanita itu di hidupnya untuk saat ini, karna ada fani yang menemaninya.
Ponsel yang masih dipegang zeno itupun berdering menandakan ada panggilan masuk, zeno yang saat itu memang masih memegang ponselnya langsung mengetahui siapa penelfon itu, lalu lelaki tampan itupun mengangkatnya “Hallo mah” ujar zeno
“hallo sayang, zen.. malam ini kamu dan fani bisa kan menginap dirumah, untuk satu malam saja”
“tumben sekali mama menyuruhku dan fani untuk pulang, ada apa ?”
“”iya sayang,, om dan tante kalian yang berada di Newyork akan datang untuk makan malam, sekalian mereka mau melihat fani, bukankan waktu kalian menikah om dan tantemu tidak bisa datang, maka dari itu kalian bisa kan pulang dan menginap dirumah?” Tanya mama seli kepada sang putra
“aku akan bertanya terlebih dahulu kepada fani, karna sehabis pulang sekolah dia be—“ ucapan zeno dihentikan tak kala, ia akan mengucapkan kalimat BEKERJA kepada ibunya itu, bisa dicincang habis zeno jika tahu kalau fani sepulang sekolah malah bekerja. nanti mamanya berfikir yang tidak-tidak dan Seolah-olah zeno tidak memberi nafkah kepada fani dan tidak memperhatikann istrinya itu.
“kenapa zen..”Tanya sang mama
“ahhh.. tidak mah, aku harus bertanya terlebih dulu kepada fani, karna dia sepertinya akhir-akhir ini sibuk belajar untuk kelulusannya” bohong zeno.
“oh.. yasudah kalau begitu, biar mama saja yang bertanya kepada fani”
TUTTT..TUTTT. sambungan telfon terputus tak kala sang mama belum membalas ucapan zeno
“dasar anak ini”ujar sang mama yang jengkel karna sambungan telfon terputus sepihak.
Lalu setelah sambungan dengan sang mama terputus, zeno mencari contak nomer sang istri, dan menelfonnya, sambungan pun terhubung
Fani yang masih dalam pelajaran dan fokus dengan materi yang di berikan oleh gurunya itupun, beralih tak kala merasa hadphone yang ada dilaci meja nya bergetar, dan ia pun melihat nama suaminya tertera dilayar. Fani mengerutkan kening ada apa zeno menelfon di jam segini fikir fani
Karna terlalu lama fani tidak mengangkat telfon dari zeno, akhirnya sambungan pun terputus.
Fani pun meminta izin kepada sang guru untuk ketoilet dan gurunya pun mengizinkan, fani berjalan keluar kelas lalu menuju ke toilet untuk menelfon balik zeno
Zeno melihat jam dihadphonenya “mungkin dia masih jam pelajaran” Ujar zeno kepada diri sendiri yang tadi menelfon fani tapi tidak diangkat. Lalu ia pun meletakkan ponselnya disamping laptopnya dan kembali berkerja.
__ADS_1
Disaat zeno akan kembali berjibaku dengan dokumen-dokumen yang tergeletak di atas mejanya, ponselnya berdering dan tertera nama fani, zeno tersenyum dan mengangkatnya.
“Hallo kaa”ujar fani diseberang sana.
“ada apa kaka menelfonku tadi, maaf tidak terangkat tadi aku masih ada jam pelajaran”ujar fani takut-takut. Pasalnya ia takut zeno marah karna tidak mengangkat telfon darinya
Zeno kembali tersenyum mendengar suara fani “ia tidak apa-apa aku tahu, mama mengundang kita untuk malam ini datang ke rumah untuk makan malam dan menginap semalam disana, apakah kamu bisa” Tanya zeno
Fani terdiam sesaat dan berfikir berarti ia harus meminta izin lagi kepada niko untuk tidak masuk kerja. Batin fani
Zeno yang belum mendapat jawaban dari fani, ia pun mengerti “tentang pekerjaanmu tenang saja, aku sudah meng-izinkan kepada niko bahwa kamu hari ini tidak masuk” ujar zeno
Zeno berbohong, ia belum mengizinkan fani kepada niko, niko saja tidak tahu bahwa zeno dan fani menikah.
“tapi bukannya ka niko tidak mengetahui jika kita sudah menikah?” Tanya fani
“tentang urusan itu, kamu tenang saja aku sudah urus semuanya dan nanti aku akan menceritakan kepadamu, bagaimana kamu mau tidak?” Tanya zeno kembali
“ia aku mau ka” kata fani
“baiklah nanti sepulang sekolah supir kantorku akan menjemputmu dan membawamu kesini, lalu kita dari kantor langsung ke rumah mama, tanpa kembali keappartemen, karna itu akan membuang-buang waktu” ujar zeno
“iya ka, baiklah”
“Yasudah aku tutup telfonya”
“iya”
Sambunganpun terputus,
Fani kembali ke kelasnya dan kembali mengikuti pelajaran
.
__ADS_1
TBC