
“Pagi Pak niko” sapa fani setelah ia memasuki kafe tempat ia bekerja dan melihat niko sedang berada di depan kasir.
Niko yang memang lagi sibuk dengan kardus-kardus didepannya itupun, mendengar dari arah belakang ada yang menyapanya. Sontak ia menolehkan kepalanya kearah belakang.
“eh fan, pagi juga”jawab niko
“loh, bukanya kemarin kamu izin sama saya untuk libur selama satu minggu, kok ini belum genap satu minggu kamu sudah masuk”Tanya niko
Fani hanya nyengir kuda dan berkata “iya pak urusan saya sudah selesai, jadi dari pada saya di appartemen tidak melakukan apapun, lebih baik saja kerja saja”jawab fani panjang.
“oh, yasudah kalau begitu”niko
Fani yang melihat niko kembali sibuk dengan kardus-kardus yang ada didepannya itu pun berinisatif untuk membantunya.
“Pak niko sedang apa..”Tanya fani
“oh...saya sedang menata kardus-kardus ini untuk saya pindahkan ke gudang makanan”ujar zeno
“sini pak biar saya bantu” ujar fani dan berjalan kearah kardus-kardus itu untuk mengangkatnya.
“eh..eh tidak usah fan” ucap niko yang reflek memegang tangan fani yang sama-sama sedang memegang kardus itu juga, untuk beberapa detik mata mereka bersitatap dan bertemu, dan didetik berikutnya fani lah yang pertama kali mengalihkan pandangan mata mereka.
Niko yang tiba-tiba salah tingkah itupun melepaskan tangannya dari tangan fani dan berkata dengan terbata “ini tu-tugas laki-laki fan, lebih baik kamu bersiap-siap untuk bekerja saja” ucap niko
“Hmm, baiklah pak kalau begitu saya masuk kedalam dulu, untuk berganti pakaian dan memulai pekerjaan saya “ucap fani
“kalau begitu saya permisi pak” ucap fani kembali
Yang dibalas dengan niko dengan senyum simpul dan anggukkan kepala.
__ADS_1
Setelah dirasa fani sudah hilang dari pandangannya, niko mengangkat tangan kanannya untuk ia letakkan di dadanya “kenapa ni dengan jantung gue”ucapnya sangat lirih.
Disaat niko sedang melamun dan masih memegang dada sebelah kanannya, tiba-tiba karyawan laki-laki datang menghampirinya “pak niko maaf, tadi saya lupa memindahkan kardus-kardus ini ke gudang makanan”ucap karyawan itu sedikit ketakutan
Niko yang kaget itupun sontak menurunkan tangannya dari dadanya dan menolehkan kepalanya kesamping “oh tidak apa-apa, lebih baik sekarang kamu segera pindahkan kardus-kardus ini dan taruh digudang, takut nya pengunjung merasa kurang nyaman dengan adanya kardus-kardus ini”ujar niko kepada karyawan laki-laki itu
“baik pak”lalu karyawan itupun mengambil satu persatu kardus itu untuk ia pindahkan ke gudang makanan.
Sedangkan niko, ia kembali keruangannya.
***
Ceklek Zeno membuka pintu apartemennya setelah ia mengantar fani untuk berangkat kerja tadi. Ia langkahkan kakinya menuju kamar appartemen, namun belum sampainya zeno menuju ke kamarnya, tiba-tiba dari arah belakang ada yang memeluknya.
“salsa”ujar zeno
“sayang, dari mana saja kamu, aku bangun tidur kamu sudah tidak ada disampingku”ujar salsa
“APAA” ujar salsa sambil melepaskan pelukannya terhadap zeno.
Lalu salsa memutar badan zeno untuk berhadapan dengannya
“apa tadi kamu bilang, habis nganter gadis itu kerja “tanya salsa kembali
“iya”jawab zeno
“kamu ini apa-apaan si sayang,”ujar salsa
“apa-apaan gimana maksud kamu?”
__ADS_1
“iya kamu gak biasa-biasanya mau repot-repot mengantar gadis itu” ujar salsa
“memangnya salah jika aku mengantar gadis itu atas bentuk ucapan terima kasihku kepadanya karana sudah membuatkan ku sarapan setiap pagi”ujar zeno sambil mengangkat sebalah alisnya.
Salsa menengang mendengar ucapan yang dikeluarkan oleh zeno tadi.
“apa kamu mau menjelaskan sesuatu kepadaku sal”Tanya zeno curiga.
“menjelaskan apa”Tanya salsa gugup.
Zeno kembali mengangkat alisnya, dan menunggu jawaban jujur dari salsa.
“Hmm, iy-iya, aku berbohong kepadamu, memang setiap pagi yang menyiapkan sarapan untukmu gadis itu, bukan aku”ucap salsa takut-takut
“kenapa kamu berbohong, bukankah kamu tau jika aku tidak suka dibohongi”ujar zeno
“aku tidak bermaksud untuk membohongimu, kamu pernah bilang bukan, jika kamu tidak akan pernah mau memakan makanan yang dibuatkan oleh gadis itu, ya lebih baik aku akui saja jika sarapan yang setiap pagi sudah tersedia dimeja makan itu buatanku, nyatanya kamu makan juga bukan”ujar salsa membela diri.
“ya aku memang memakannya, karna aku tahunya sarapan itu buatanmu, bukan buatan fani”ujar zeno.
Salsa bingung harus berkata seperti apa memang ini salahnya bukan.
“sudah lah sayang, itu hanya kesalahan kecil, tidak perlu kamu besar-besarkan”ucap salsa sambil meraba-raba bibir zeno, untuk menggodannya.
“masalah kecil? Tanya zeno
Yang bodohnya malah diangguki oleh salsa.
Zeno yang melihat salsa menganggukkan kepala itupun berlalu dari hadapanya salsa dan masuk kemar untuk mandi.
__ADS_1
Salsa yang merasa zeno marah, itupun menghentakkan kaki kanannya ke lantai dan berkata “awas kamu gadis sialan, sebelumnya zeno tidak pernah marah seperti ini kepada, tapi hanya gara-gara kmu, zeno marah terhadapku, tunggu saja apa yang aku perbuat kepadamu”ucap salsa sambil mengepalkan tangannya.
TBC