
(Sebelumnya maaf jika masih banyak typo)
Semua keluarga Wicaksono sudah berkumpul dimeja makan, dengan posisi Alex selaku kepala keluarga duduk dibangku utama meja makan dengan disamping sebelah kanan ada mama seli, ditengah ada tante sinta dan disampingnya ada Om Rama, Sedangkan disamping kiri ada Zeno ditengahnya ada Fani dan disampingnya ada tama kurang lebihnya seperti itulah posisi duduk mereka.
“wah, banyak sekali kamu masaknya mbak” ujar sinta
“iya, kan tamu dari luar negri mau datang, masak mbak gak menyambut dengan istimewa sih” ujar mama seli,
“mbak ini bisa aja” kali ini om rama yang berbicara
“udah ayo, silahkan dimakan” ujar papa alex
Mama seli pun menyendokkan nasi beserta lauk pauknya kepiring suaminya, begitu pula dengan tante sinta ia juga menyendokkan nasi dan lauk kepiring suaminya, fani yang melihat itupun berinisitaif mengikuti gerak-gerik yang dilakukkan mama mertunnya yaitu melayani suaminya.
Fani mengambil piring yang berada dihadapan zeno, lalu menyendokkan dua centong nasi “kamu mau lauk apa ka” tanya fani
__ADS_1
“ayam goreng dengan sayur itu saja” unjuk zeno, lalu fani mengambil lauk yang diinginkan suaminya itu, dirasa sudah mengambil lauk yang diinginkan suaminya fani lalu meletakkan piring yang sudah berisikan nasi dan juga lauk kehadapan meja zeno tak lupa fani juga mengambilkan sendok dan garpunya.
seli yang melihat interaksi Fani yang begitu cekatan melayani suaminya tersenyum dan melihat kearah suaminya sambil memegang tangannya yang berada diatas meja makan yang dibalas oleh Alex dengan anggukan kepala dan senyuman.
“Fan, ambilin gue juga dong” ujar tama.
“oh, boleh ka” kata fani
Fani lalu mengambil piring yang berada dihadapan tama, akan tetapi Zeno menghentikkan pergerakan fani “lo, punya tangan kan, masih lengkap pula” seru zeno kepada tama.
“yaelah, cemburuan banget si lo bang, lagian juga bini lo gak keberatan, iya kan fan” tanya tama kepada fani yang berada disampingnya.
Fani yang dibuat bingung itupun melihat kearah zeno, fani melihat raut kekesalan diwajah zeno . fani bingung apa yang harus ia jawab kepada tama.
“sudah..sudah.. tama kamu ambil saja sendiri nasi nya” ujar mama seli,
__ADS_1
“dasar lo, cemburuan banget” ujar tama melirik kearah zeno dengan sinisnya, lalu ia pun mengambil nasinya sendiri
Fani bernafas lega, lalu kembali duduk dan melihat kearah zeno, zeno tersenyum kepadanya akan tetapi fani masih melihat raut kekesalan diwajah suaminya itu.
Rama dan sinta yang melihat kelakuan keponakannya itu hanya bisa menggelengkan kepala, pasalnya mereka tidak kaget dengan bertengkaran ataupun perdebatan yang diciptakan oleh Zeno dan tama.
Makan malam itupun berjalan dengan lancar, dan dilanjutkan mengobrol diruang tamu dengan membahas bisnis ataupun yang lainnya.
“pah, mah aku keatas dulu ya” ujar tama yang mulutnya dibuat-buat menguap.
“yasudah sana” ujar mama seli.
“om, tante aku duluan” ujar tama kepada rama dan sinta, yang dibalas anggukan oleh mereka.
Sedangkan fani masih duduk setia disamping zeno, yang masih asyik mengobrol dengan papa mama dan juga om tantenya, ya walapun fani sejujurnya tidak terlalu paham apa yang mereka bicarakan, akan tetapi fani ingin menghargai orang yang lebih tua apalagi suaminya juga masih betah untuk mengobrol dengan meraka.
__ADS_1
TBC