
Nico saat ini duduk direstoran dengan wajah lesu dan badan yang lemas.
“Woy, sorry telat nic” ujar agam sambil menepuk bahu nico pelan dan duduk didepannya. Dan Nico tidak merespon ucapan agam.
“nic, yaelah gitu aja marah lo” ujar agam kembali. Namun lagi-lagi nico hanya diam sambil melamun.
Hal itu membuat agam geram “NICO” teriak agam yang tak ayal membuat semua pengunjung yang ada direstoran itu menoleh kemeja agam dan juga nico. Agam hanya tersenyum kikuk kepada semua yang melihatnya.
“Nic, lo kenapa sih” tanya agam lagi, disaat nico sudah melihat kearahnya namun tidak bersuara.
“zeno udah nikah” ucap nico.
“iya udah, lo kan udah tau juga, ngapain tanya lagi”ujar agam
“eh lo udah pesen makan belum”lanjut agam bertanya
Nico hanya menggelengkan kepalanya. Hal itu membuat agam heran dibuatnya.
“lo kenapa sih” tanya agam
“lo tau gak” tanya nico yang malah tidak menjawab pertanyaan agam barusan.
“enggak” ujar agam cuek.
“Kalau zeno itu nikahnya sama fani” ujar nico sambil menatap wajah agam
“iya tau” memang agam tau jika nama istri dari zeno adalah fani
“lo tau, tapi lo gak ngomong sama gue” ujar nico sewot.
“lah,, emang gue tau nama istri zeno itu fani, emang kenapa sih”
“fani itu cewek yang gue suka gam, lo inget waktu kita diclub gue cerita sama lo kalau gue lagi suka sama karyawan sekaligus temen adek gue, itu fani orangnya” ujar nico
“APAA” teriak agam kembali, namun kali ini suaranya cukup pelan.
__ADS_1
“lo serius” lanjut agam, yang diangguki oleh nico
Agam menghembuskan nafasnya sejenak “ yaudah lo iklasin aja, lagian zeno sama fani udah nikah dan inget kita ini sahabatan, jangan gara-gara cewek persahabatan lo sama zen, bubar” ujar agam.
“Tapi gue gak terima gam, kalau zeno juga masih berhubungan sama si salsa, itu artinya zeno gak cinta sama fani”
Agam tampak berfikir sejenak, ia juga sepemikiran dengan nico.
“gue juga bingung sama mereka, tapi kita Cuma sahabat si zen, dan gak bisa berbuat apa-apa juga kan” ujar agam.
Sesungguhnya agam juga bingung mau bagaimana dalam menyikapi hubungan zeno, namun ia juga sadar posisinya disini hanyalah temannya zeno, sebagai teman ia hanya perlu menasehati zeno saja.
“yaudah si nic, itu urusan mereka, biar mereka yang nyelesaiin gimana nantinya” ujar agam
“gak, gue gak terima kalau fani disakiti sama zeno, gue akan ambil fani dari zeno.” ujar nico sambil wajahnya memerah
“lo apa-apaan si nic, lo mau rebut fani dari zeno?” tanya agam
“iya, dan lo gak perlu mihak gue” ujar nico dengan PD.nya
“dih PD banget lo, gue gak akan mihak lo ataupun si zen, karna kalian berdua salah”
“lo atur aja, gue cabut” Ujar nico dan berdiri dari bangkunya lalu pergi meninggalkan agam yang bingung dengan tingkahnya.
“woy, sialan lo, tadi ngajak ketemuan sekarang gue ditinggal” ujar agam kesal yang masih duduk ditempatnya.
***
Zeno dan fani berjalan dilorong appartemen dengan suasana keheningan, fani masih mendiami zeno sedari tadi. Zeno berjalan didepan fani, disaat zeno ingin mensejajarkan jalannya disamping fani, gadis itu melambatkan langkahnya agar tidak berjalan berdampingan bersama zeno. Sesampainya didepan pintu appartemen zeno menekan nomer pin, sedangkan fani gadis itu berdiri dibelakang zeno sambil menunggu pintu itu terbuka.
“TING” pintu appartemen terbuka, zeno masuk lebih dulu dan diikuti fani dibelakangnya.
Zeno berjalan keruang tamu diikuti fani dibelakangnya. Zeno duduk disofa depan televisi sedangkan fani langsung berjalan melewati zeno untuk menuju kekamarnya, karena kamar fani masih berada didekat dapur.
Zeno yang melihat fani berjalan begitu saja dan melewatinya itu Nampak kesal dan ia pun berdiri dan berjalan untuk menyusulnya. Fani yang baru saja meletakkan tas sekolahnya dimeja belajarnya itupun kaget saat tiba-tiba pintu kamarnya terbuka.
__ADS_1
Zeno mendekati fani dengan wajah datarnya, ia kesal karna sedari pulang dari restoran tadi fani Nampak cuek kepadannya. Fani yang memang saat ini posisinya sedang berada disisi ranjang itu pun langsung tertidur diatas ranjang dengan kedua kakinya menggantung diatas lantai saat zeno mendorongnya pelan.
Zeno langsung berada diatas tubuh fani dan ingin mencium bibir fani, namun sayangnya fani langsung memalingkan wajahnya kesamping, hal itu yang membuat zeno malah mencium leher fani.
“tidak masalah jika kamu tidak mau berciuman dibibir, akan ku buat kissmark dileher indahmu ini” gumam zeno yang masih berada dicelur leher fani. Zeno pun mengendus-ngendus leher fani “aku suka aroma tubuhmu” gumam zeno kembali.
Saat zeno ingin mulai menghisap leher fani, Fani berkata “menyingkir dari atas tubuhku” ucap fani. Yang dihiraukan oleh zeno, fani mencoba mendorong tubuh zeno yang besar itu agar menyingkir dari atas tubuhnya. Namun sayangnya tenaga fani tidak sebanding dengan tubuh zeno yang besar itu. Zeno mulai menghisap leher fani dan memberikan tanda disana. Fani menggigit bibir bawahnya untuk menahan desahannya.
“jangan ditahan keluarkan saja” ucap zeno yang mengetahui bahwa fani menahan desahannya agar tidak keluar dan terdengar olehnya. Dan zeno pun kembali menghisap leher fani.
“aku mohon hentikan,” ucap fani yang merasakan lehernya kembali dihisap kuat oleh zeno
Zeno menghentikan aktivitasnya sejenak dan berkata “ karna kamu berani mengabaikkan ku, ini hukuman kecil untukmu”
“itu karna kaka sendiri yang salah” ucap fani.
Zeno mendongakkan wajahnya menghadap fani “salahku, memangnya aku melakukkan apa?”
“cehhh” decak fani
“pakek nanya lagi” batin fani, namun tidak berani ia utarakan kezeno.
“tidak apa-apa, menyingkir dari atas tubuhku” kata yang diucapkan fani pada akhirnya.
“aku tidak akan menyingkir dari sini sebelum kamu beritahu apa salahku” ucap zeno
Zeno tersenyum menggoda “ apa memang ini yang kamu inginkan, aku berlama-lama diatas tubuhmu seperti ini?”
“atau seperti ini” ujar zeno yang mendekatkan bibirnya diatas bibir fani namun bibir mereka berdua belum bersentuhan.
Fani dapat mencium aroma nafas zeno yang berbau mint sangat enak jika dihirup dengan jarak dekat seperti ini. Zeno yang melihat pipi fani sudah memerah seperti tomat itupun gemas dibuatnya.
Lalu zeno fokus kemata fani dan Kedua manusia itu saling pandang dengan jarak yang sangat dekat. Sampai-sampai hidung keduanya pun sudah bersentuhan. zeno memiringkan wajahnya untuk mencium bibir fani dengan mata yang terpejam.
Kesal dan sakit hati yang awalnya dirasakan fani atas sikap zeno tadi direstoran seketika musnah digantikan dengan detak jantung yang berdetak sangat kencang. Mungkin saat ini zeno dapat mendengar detak jantungnya itu.
__ADS_1
Fani memejamkan kedua matanya saat dirasa bibirnya sudah bersentuhan dengan bibir zeno. zeno yang tidak puas hanya dengan menempel saja, ia pun ingin ******* bibir fani, saat ia ingin ******* bibir fani dering ponsel zeno yang berada disaku celananya itu berbunyi.
TBC.