
Fani bangun lebih dulu dibandingkan oleh zeno, ia kaget disaat tadi ia bangun, fani berada dikamar zeno sedang memeluk zeno dengan posesivenya, saking kagetnya ia ingin rasanya berteriak, tapi itu tidak mungkin, bukan, takut jika zeno malah ikut terbangun dan melihat fani dikamarnya, nanti yang ada dikira fani ingin tidur disampingnya, dan pada akhirnya fani membekap mulutnya dengan kedua tangannya untuk menutupi rasa keterkejutannya, lalu fani bangkit dari ranjang dan berjalan keluar kamar zeno dan kembali ke kamar fani untuk bersih-bersih dan membuatkan sarapan untuk suaminya itu.
***
“hari ini kamu membuat sarapan apa untukku” ujar zeno yang tiba-tiba saja sudah berada dibelakang fani.
Fani yang kaget, tiba-tiba saja memutar badannya ke belakang dan disaat ia memutar badannya itu, yang ia lihat adalah dada bidang zeno yang hanya mengenakan dalaman putih saja.
Lalu fani memundurkan badannya dan mendongakkan kepalanya untuk melihat zeno,
“aku hanya membuat sandwitch saja” ujar fani
“tidak masalah”ujar zeno lalu berjalan kearah meja makan, untuk menunggu sarapan yang dibuat fani selesai.
Lalu beberapa menit kemudian fani sudah menghidangkan sandwitch beserta teh dengan satu sendok gula itu dihadapan zeno.
“terima kasih” ujar zeno
“sama-sama” ujar fani dengan duduk disamping zeno.
“hmmm, enak” puji zeno
“jangan terlalu memuji ka, itu hanya sandwitch biasa” ucap fani
“sungguh aku tidak memuji, sandwitch ini sungguh enak, kamu mau kan membuat kan ku sandwitch seperti ini setiap pagi ” Tanya zeno
__ADS_1
“boleh”ujar fani sambil tersenyum
Fani sesungguhnya ingin bertanya kepada zeno, kemana ka salsa, akan tetapi ia urungkan niatnya itu takut nanti dikira fani KEPO, atau apalah itu, dengan ingin tau urusan orang lain.
Pov ZENO ON
Aku menggeliatkan badanku, dengan mata yang masih tertutup aku meraba-raba ranjang disampingku untuk mencari sesuatu. Seingatku tadi malah disaat aku tidur, fani berada disampingku sedang tidur memelukku sangat erat, lalu kenapa ini tidak ada, reflek aku membuka mataku lalu bangkit untuk duduk diatas ranjang. Dan ternyata benar fani tidak ada dikamar ini, dikamar mandi? Tidak mungkin, pintu kamar mandinya saja terbuka sedikit. Lalu dimana fani. Apakah tadi malam itu hanya mimpi? Tidak kurasa aku tidak bermimpi, itu seperti nyata sangat nyata.
Disaat aku sedang memikirkan itu, aku mendengar suara bising dari arah dapur. Mungkinkah itu fani? Aku tersenyum, lalu aku bangkit dari atas ranjang dan berjalan menuju kearah dapur ,lagi-lagi aku tersenyum melihat fani sedang membuatkan sarapan untuku. Lalu aku berjalan sangat pelan menuju ke arahnya dan tepat dibelakangnya aku bisa melihat ia begitu telaten membuat dan meracik makanan itu dengan tenang. Aku mencium aroma strobery dari rambut fani. Ku hirup dalam-dalam aroma itu sambil menutup mataku, Aku sangat menyukainnya. Ya sangat menyukai aroma ini. Lalu kupandangi tubuh fani dari belakang, lalu aku kembali tersenyum melihat fani dengan hanya mengenakan baju putih polos yang sedikit kebesaran dan juga celana legging hitam ketat dengan rambut yang diikat asal dan masih menyisakan sisa-sisa rambutnya yang memperlihatkan leher putihnya itu.. dalam sesaat juniorku dibawah sana sudah mengeras, ya fani masih mengenakan baju yang kemarin, itu artinya fani belum mandi, tetapi ia sangat harum sekali. Lalu aku bertanya kepada fani “hari ini kamu membuat sarapan apa untukku”.
Pov ZENO off
Seusai sarapan fani mencuci dan membersihkan sisa-sisa sarapan mereka berdua.
“ini.. ambil” kata zeno sambil memberikan kartu
“apa ini” Tanya fani sambil mengambil kartu itu.
“kamu bisa menggunakan kartu ini, untuk membeli kebutuhan yang kamu inginkan” ujar zeno
“maksud kaka seperti kartu kredit atau kartu black card”Tanya fani
“kurang lebihnya seperti itu” jawab zeno
“tidak, aku tidak mau”tolak fani sambil memberikan kartu itu kepada pemiliknya
__ADS_1
Zeno mengangkat sebelah alisnya, hanya wanita bodoh yang menolak tidak mau diberi kartu seperti ini. Batin zeno
“kenapa” Tanya zeno
“karna aku tidak membutuhkannya” ujar fani
“apakah kamu tidak memerlukannya untuk membeli baju, atau makeup seperti gadis-gadis lainnya” ucap zeno
“tidak. Aku tidak terbiasa memakai seperti itu”jawab fani
“aku ini suami kamu, jadi kamu tanggung jawabku, bukan.. ini ambil dan jangan membantah atau pun menolak” ujar zeno final
Fani menghembuskan nafasnya pelan “iya baiklah aku ambil. Dan terima kasih ”ujar fani pada akhirnya.
menolak pun percuma bukan.nanti yang ada zeno marah padannya.
“bagaimana jika kita berbelanja bulanan ke supermarket, aku melihat isi kulkas sudah mulai kosong” Tanya fani
“Hmm, boleh kalau begitu nanti siang kita ke supermarket untuk belanja kebutuhan dapur dan juga kebutuhanmu” ucap zeno
“kebutuhanku” Tanya fani
“iya.. kebutuhanmu” jawab zeno
TBC
__ADS_1