Heart Choice

Heart Choice
Episode 28


__ADS_3

Fani sudah rapi dengan baju seragam sekolahnya, sebelum keluar kamarnya gadis itu melihat sekali lagi penampilannya didepan cermin yang berukuran mini itu.


Fani tersenyum melihat penampilanya yang menurutnya sudah rapi, lalu gadis itu meraih tasnya yang berada di atas meja belajar dan memakainya dan berjalan keluar kamar.


Sebelumnya fani sudah menyiapkan sarapan untuk zeno berupa sandwitch, gadis itu bangun pagi untuk menyiapkan sarapan untuk suaminya, lalu setelah selesai membuatkan sarapan, gadis itu kembali ke kamarnya untuk mandi dan bersiap-siap berangkat kesekolah.


Saat sudah keluar dari pintu kamar dan ingin berjalan menuju pintu appartement, suara bariton terdengar ditelinga fani.


“sudah mau berangkat?” Tanya zeno yang ternyata sudah duduk dimeja makan dengan mengunyah sandwich buatan fani.


“iya” jawab fani sekenannya


“kemarilah, kita sarapan bersama” ajak zeno


Fani menurut dan memutar badannya untuk berjalan kearah meja makan, lalu duduk tepat disamping zeno.


Zeno memberikan sepotong sandwich kehadapan fani dan menyuruh gadis itu untuk memakanya.


“makanlah.. dibiasakan saat ingin berangkat kesekolah selalu sarapan” ujar zeno.


Zeno tahu bahwa gadis itu jarang sekali untuk sarapan pagi.


Gadis itu hanya mengangguk patuh dengan apa yang diucapkan suaminya itu dan lalu memakan sandwich yang diberikan oleh zeno.


Zeno yang memang sudah selesai dengan kegiatan sarapannya itu, hanya mengamati fani dengan diam yang sedang memakan sarapannya. Fani yang merasa sedang diamati itupun, mendongakkan kepalanya kearah zeno, dan benar saja suaminya itu sedang mengamati fani.

__ADS_1


“kenapa” Tanya fani heran,


“tidak apa-apa, kenapa kamu makan seperti anak kecil, belepotan ada sisa mayonais di pinggir bibirmu” ujar zeno sambil tersenyum


Fani merasa malu,lalu ia pun mengambil tissue yang berada diatas meja makan, dan mengelap di sekitar bibirnya menggunakan tissue yang ia ambil.


“sudah?” Tanya fani


Zeno menggelengkan kepalanya, “belum,, masih ada” zeno mengambil tissue yang berada ditangan fani lalu mengelapkan tissue itu ke sudut bibir fani dengan pelan “sudah” ujar zeno yang telah membersihkan sudut bibir fani.


Fani membeku sejenak tak kala zeno menyentuh bibirnya, dan lalu berkata “terima kasih”


Yang di balas zeno dengan senyum dan anggukan kepala.


“biar aku antar kamu kesekolah,”ujar zeno.


“kantor itu milikku, jadi aku bebas bukan berangkat jam berapa saja, dan tidak ada penolakan” ujar zeno mutlak


lalu zeno memundurkan kursinya dan berdiri “ayo” ajak zeno


fani mengangguk, dan mengikuti langkah zeno menuju pintu apartemen. Fani yang melihat dasi suaminya sedikit tidak rapi itupun berkata yang sontak memberhentikan langkah zeno.


“tunggu ka”


Zeno berbalik kebelakang dan berkata “ada apa?”Tanya zeno

__ADS_1


“maaf” tanpa aba-aba fani mengarahkan tangannya untuk merapikan dasi yang dikenakan oleh zeno lalu membenarkan posisi dasi itu.


“ini dasi kaka, tidak pas dan masih berantakan” ujar fani


“nah, ini baru pas” ujar fani kembali saat dirasa dasi yang dikenakan zeno sudah benar.


Tanpa disadari oleh fani, zeno tersenyum simpul, dan reflek zeno mencium pipi sebelah kanan fani dan berkata “terima kasih” lalu zeno kembali melanjutkan langkahnya untuk berjalan kearah pintu aparatemen.


“sampai kapan kamu akan berdiam diri disana”ujar zeno yang melihat fani masih berdiri diposisi tadi saat membenarkan dasinya, sedangkan zeno lelaki tampan itu sudah sampai diambang pintu appartemenya.


Fani yang mendengar suara zeno itupun, tersadar dari lamunan sesaatnya, lalu, mengangguk kikuk dan berjalan kearah pintu appartemen mengikuti zeno.


Sepasang suami istri itupun berjalan menyusuri lorong appartemen untuk menuju ke basmane bawah yang dimana mobilnya terletak. Sesampainya diparkiran mobil appartemen zeno berjalan membukaanya pintu samping pengemudi “masuklah” kata zeno lembut kepada fani


Fani tersenyum “terima kasih ka”


Dirasa fani sudah duduk dengan nyaman, zeno pun menutup pintu samping kemudi dengan pelan, dan berjalan kearah pintu kemudi untuk duduk disamping fani dan menjalankan mobilnya menuju kesekolah fani.


Didalam mobil hanya ada keheningan yang melingkupi ruangan mobil itu, kedua manusia itu fokus dengan pikiran masing-masing, dan tanpa disadari oleh fani ternyata mobil zeno sudah berhenti didepan gerbang sekolah fani.


“sudah sampai”ujar zeno


Fani yang sedari tadi hanya melamun itu, kaget “eh iya” lalu fani memutar sedikit badannya kearah zeno dan menggapai tangan zeno untuk mencium tangan suaminya itu.


“kalau begitu aku berangkat dulu ka, kaka hati-hati” ujar gadis itu, lalu keluar dari mobil zeno dan berjalan menuju arah gerbang sekolah.

__ADS_1


Zeno yang masih menatap fani berjalan kearah gerbang sekolah itupun, merasakan hatinya menghangat tak kala fani mencium tangannya untuk berpamitan sekolah.


TBC


__ADS_2