Heart Choice

Heart Choice
Episode 12


__ADS_3

matahari sudah menampakkan sinarnya, kedua sepasang suami istri itu masih menutup mata


Akan tetapi disaat sang istri fani ingin mengubah gaya tidurnya, ia kesusahan karena seperti ada benda berat yang menahan perutnya, fani pun sedikit-sedikit mulai membuka matanya, saat nyawanya sudah mulai terkumpul. Ia melihat ada kaki yang berada tepat diatas perutnya, lalu matanya menoleh kesamping dan ternyata itu kaki zeno yang berada diperutnya. Fani ingin teriak karna kekagetannya itu, akan tetapi ia urungkan takut zeno akan terbangun


Lalu fani mulai mengangkat perlahan kaki zeno yang masih berada diperutnya, akan tetapi saat fani ingin mulai menggeser kaki zeno, zeno malah menarik tangan fani untuk kembali tidur, fani yang tenaganya belum sepenuhnya kembali , malah ia ikut tertidur kembali disamping zeno, lalu zeno memajukan badannya agar berdekatan dengan fani, disaat mereka sudah berdekatan, zeno mulai mendekatkan kepalanya dan mencium leher fani, dan mengendusnya.


Fani yang merasa geli perlahan menjauh, akan tetapi zeno malah merengkuh pinggang fani.


Fani yang bingung harus melakukan apa, pada akhirnya dia pun diam, sesungguhnya detak jantung fani berpacu lebih cepat dari biasanya. Zeno yang menderang detak jantung fani berdebar cepat, ,mengulas senyum dan berkata.


“kenapa dengan jantungmu”ucap zeno sambil tersenyum, ia suka sekali menggoda fani, sampai-sampai pipi fani bersemu merah, mungkin mulai hari ini hobi baru zeno menggodan fani.


“Tidak--, aku ingin kekamar mandi” ucap fani grogi


“mau aku temani”ucapnya


Fani menggeleng cepat.


“kalau begitu sebelum kamu kekamar mandi, beri aku morning kiss terlebih dulu”


Badan fani menegang, lalu tiba-tiba saja zeno dari arah samping sudah memajukan badannya dan mengecup singkat bibir fani, kurang puas dengan hanya kecupan singkat zeno mulai me****t bibir fani dengan perlahan. Lalu disaat fani mulai memukul pelan dada bidang zeno, lu****n itupun terlepas.


Fani pun berlali menuju ke kamar mandi dan menutup pintu itu, zeno terkekeh geli melihat tinggah fani.


****

__ADS_1


Disinilah mereka zeno dan fani sedang berada dibutik, tadi selesai sarapan pagi, zeno bertanya apakah fani mempunyai gaun untuk ia kenakan untuk acara nanti malah, fani menggeleng, ia tidak mempunyai gaun untuk acara nanti malam, oleh karna itu zeno dan fani pergi kebutik untuk membeli gaun.


Beberapa menit zeno dan fani memilah milih baju dan pada akhirnya fani memilih gaun berwarna putih dengan atas yang sedikit terbuka. Selesai membayar gaun itu, zeno dan fani keluar dari butik tersebut.


“Bagaimana kalau kita ke Le Marais” ucap zeno,


“Hmmm, boleh” jawab fani,


Sesampainya di Le Marais, Disaat fani berjalan mendahului zeno, fani tampak kagum dengan kota paris ini, lalu tanpa sepengetahuan fani, zeno mengambil Hp yang ada disaku celananya dan memfoto fani secara diam-diam. Dan hasil dari foto tersebut Nampak seperti natural, fani yang tanpa sengaja menolehkan kepalanya ke zeno dan dengan sigap zeno memotret fani.



Zeno tersenyum melihat foto fani, lalu zeno mengembalikan Hpnya kembali kesaku celananya.


***


“Hallo” Zeno


“Hay sayang, kamu dimana aku kembali ke appartemen, tapi kamu tidak ada”


“ahhh, ya maaf sayang, aku lupa memberi tahumu, aku sedang berada diparis, untuk menghadiri acara yang dibuta oleh teman papa”


“dengan gadis itu?”


Mata zeno kembali fokus menatap fani yang sedang asik memotret – memotrek pemandangan yang ada disana

__ADS_1


“Sayang”panggil salsa


“Hmm, iya aku bersama dengan dia keparis”


Salsa yang mendengar itupun, sontak mengepalkan tangannya, lalu tanpa persetujuan zeno, panggilan dimatikan sepihah.


“Aku tidak akan membiarkan gadis kecil itu, berduaan dengan zeno”


Lalu salsa bangkit dari sofa yang ia duduki dan keluar dari appartemen itu dengan menggeret kopernya kembali.


zeno yang mengetahui salsa mematikan sambungan telfon sepihaknya itu tidak ia ambil pusing.


lalu zeno berjalan kearah fani.


" sedang apa kamu" tanya zeno


fani yang sedari tadi asik memotret pemandangan di situpun. nampak kaget. lalu fani menolehkan kepalanya ke zeno dan tersenyum


" aku sedang memfoto pemandangan disini" ucap fani sambil memperlihatkan hasil fotonya itu kepada zeno




" Bagaimana" tanya fani yang masih memperlihatkan Hasil fotonya kepada zeno.

__ADS_1


" Bagus" jawab zeno sambil mengelus-elus rambut fani.


TBC


__ADS_2