Heart Choice

Heart Choice
Episode 57


__ADS_3

Episode 57


Mereka, baik zeno dan juga fani masih melanjutkan aktivitas makannya, fani berkata jangan membuang-buang makanan karna diluar sana masih banyak manusia yang kelaparan dan membutuhkan makanan.


dan zenopun menuruti ucapan fani untuk menghabiskan makanannya akan tetapi dengan syarat fani ikut makan bersamanya dan dengan piring yang sama pula.


Fani tidak menolah, disela-sela makan mereka zeno berucap “ bagaimana kondisi lengan dan kakimu” tanya zeno


“sudah mulai membaik, dan tidak terasa perih lagi, besok juga aku sudah bisa sekolah dan bekerja” ujar fani


Sontak sendok yang akan ia suapkan ke fanipun ia letakkan kembali kepiring dihadapannya.


“sudah berapa kali aku bilang, bahwa kamu tidak boleh bekerja lagi, aku masih sanggup untuk membiayaimu” ujar zeno agak kesal


“tapi aku belum izin ke ka nico bahwa aku akan keluar dari café itu”


“nanti aku akan membuat surat resign dan akan aku berikan ke nico” ujar zeno


“tidak usah, nanti kaka tidak sampaikan ke kanico, yang waktu kita menginap dirumah mama saja, kaka tidak bilang ke ka nico bukan,?”


“hmm, itu aku lupa mengatakan ke nico” ujarnya dengan sedikit terbata karna ketahuan berbohong


“baiklah besok aku izinkan kamu untuk kecafe itu hanya sekedar memberikan surat resign ke nico, setelah itu kamu harus kembali ke appartemen sebelum jam 4 sore” ujar zeno


“hm baiklah”


Zeno dan fani sudah selesai menyelesaikan makan malam mereka, akan tetapi kedua insan itu masih tetap duduk dimeja makan, lalu zeno pun bertanya ke fani


“tadi kamu kenapa tidak menggangkat telfonku dan membalas pesanku”tanya zeno, sesungguhnya sedari tadi pertanyaan ini yang akan ia tanyakan kefani.


“oh tadi, aku ketiduran” jawab fani cuek dan singkat


“ketiduran?” ulang zeno,


Yang diangguki oleh fani

__ADS_1


“kalau kamu tidur, seharusnya kamu dengar bukan, jika aku sudah beberapa kali menelfonmu, apa kamu sengaja mengabaikan pesan dan panggilanku?” tanya zeno


“tadi aku duduk diruang tamu sambil membalas pesan dari kaka, dan pesan terahirku ternyata tidak dibalas oleh kaka, aku merasa bosan diappartemen sendirian tanpa melakukan apa-apa, lalu aku belajar aja didalam kamar dan meninggalkan ponselku dimeja ruang tamu dan aku tanpa sadar ketiduran dikamar” ujar fani menceritakan kronologinya


“oh seperti itu” ujar zeno


“lalu kenapa kaka tidak membalas pesanku tadi” tanya fani balik


“tadinya aku akan membalas pesanmu, akan tetapi salsa datang” ujar zeno


“oh” ujar fani singkat, sesungguhnya ada rasa cemburu dihatinya karna zeno mengutamakan salsa dibanding dirinya, akan tetapi fani harus sadar diri siapa dia sebenarnya, fani tidak boleh berharap lebih ke zeno sebelum suaminya itu menyatakan perasaannya kepadanya dan mengucapkan kata cinta kepadanya.


Zeno hanya bilang agar ia tetap bertahan disampingnya dan selalu menunggunya, bukankan kata-kata zeno sebelumnya tidak ada kata cinta atau mengungkapakan perasaanya ke fani, bukan!


“hanya OH?” tanya zeno


“lalu aku harus jawab apa?” tanya balik fani


“apa kamu tidak cemburu, jika kamu tidak cemburu itu artinya kamu tidak menyukai suamimu ini” tanya zeno


Zeno tersenyum, mendengar pertanyaan yang dilontarkan fani untuknya


“tentu saja!! Jika kamu cemburu itu artinya kamu menyukaiku dan aku pun sebaliknya aku sangat menyukaimu”


“dan jika aku tidak menyukaimu, kenapa aku menyuruhmu untuk tetap disampingku?” ujar zeno


Fani diam, dan bingung akan menjawab apa


Zeno lalu menggenggam tangan fani yang ada diatas meja,


“jujur sebelumnya aku membencimu, bisa dibilang sangat membencimu, akan tetapi karna kesabaranmu mengahadapi sifat angkuh dan egoisku, dan juga kepiawaiaan mengurus semua kebutuhan dan keperluanku, aku mulai sadar bahwa kamu gadis yang baik dan patuh, dan mungkin karna aku terbiasa bersamamu, aku takut kehilanganmu dan selalu memikirkanmu, aku gak tau apakah itu bisa dibilang cinta ketika itu semua aku alami saat ini dan aku juga tidak tahu sejak kapan perasaan nyamanku terhadapmu ini muncul” ujarnya panjang lebar.


“jadi aku mohon sama kamu tetap bersamaku, dan aku janji akan menyelesaikan urusanku bersama salsa secepatnya” ujar zeno


Fani hanya menganggukkan kepala, fani berfikir untuk saat ini ia akan bertahan dan memberikan kesempatan untuk suaminya itu, akan tetapi jika zeno mengikari janji yang telah dia ucapkan barusan, bukan berarti fani akan menyerah dan meninggalkan zeno.

__ADS_1


Anggap saja fani wanita bodoh yang mau dibodohi oleh zeno, yang masih mau memaafkan dan menerima semua kesalahan yang telah suaminya perbuat kepadanya selama ini.


Fani hanya ingin merasakan mencintai dan dicintai, apa itu salah?, Toh manusia tidak ada yang sempurna, semua manusia pasti punya kesalahan dan kehilafan, jika sang pencipta saja masih mau menerima dan memaafkan umatnya, kenapa tidak juga bagi fani yang hanya manusia biasa, semua manusia tak luput dari kesalahan dan kehilafan bukan!!


“untuk saat ini aku akan berada disamping kaka, tapi jika kaka mengingkari janji yang kaka ucapkan barusan, maaf aku tidak bisa lagi berada disamping ka zen” ucap fani yakin.


Zeno menganggukan kepalanya dua kali “iya aku akan menepati janjiku, terima kasih karna masih mau menerimku” balas zeno.


“ini sudah malam, lebih baik kita tidur” ujar fani


Fani menganggukkan kepala, dan ia pun berdiri dan melangkah menuju kamar, akan tetapi suara zeno menghentikan langkahnya “mau kemana?” tanya zeno


“kamar, bukankan tadi kaka menyuruhku untuk tidur?”


“memang, tapi kamu tidur dikamarku, bukan disana” unjuk zeno kearah kamar fani.


“tidak, aku ingin tidur dikamarku sendiri” ujar fani


“kenapa?” tanya zeno


“apa aku harus memberi alasan untuk tidak tidur dikamarku sendiri?” tanya fani, kepada zeno


Sejenak zeno diam, “yasudah kalau begitu aku akan ikut tidur dikamarmu” ujar yakin zeno


“terserah” ujar fani singkat dan berjalan kearah kamarnya yang diikuti oleh zeno dibelakangnya.


Mereka berdua sudah tiba didalam kamar fani yang sempit dan engap, fani tidur diranjang yang diikuti zeno disampingnya.


baju zeno yang sedikit tebal, sudah basah dengan keringatnya dan keningnya pun ikut mengeluarkan keringat, ia pun melihat kearah samping, dan mendapati fani disana sudah tertidur dengan nyenyaknya dan tanpa mengeluarkan keringat sedikitpun.


“zeno bangkit dari tidurnya dan duduk “ Hahhh, bagaimana fani bisa betah tidur dikamar seperti ini” ujarnya sambil membuka baju dan mengipaskan tangannya kearah wajahnya.


Zeno melirih kearah fani sekilas lalu membuang nafasnya panjang dan kembali merebakan badannya untuk tidur, dan lihatlah betapa kecilnya ranjang fani, sampai-sampai kaki panjang zeno tergantung dan tidak sepenuhnya berada diatas ranjang kecil ini, yang mau tak mau zeno harus mengakalinya dengan menekuk kedua kakinya agar cukup diatas Rajang. Lalu zeno memiringkan badannya menghadap fani yang sejak tadi sudah tidur dan ia pun memeluk tubuh fani dengan erat. Biarkan saja jika fani protes karna keringat zeno masih saja terus keluar dan kemungkinan mengenai tubuh fani.


Zeno sudah tertidur dengan terdengarnya deru nafas yang teratur, lalu perlahan fani membuka matanya dan melirik zeno yang tidur sambil memeluknya “maaf kan aku ka, aku sejujurnya belum sepenuhnya yakin kepada kaka, akan tetapi dengan cara menguji kaka seperti ini, membuatku bisa menilai apakah kaka benar-benar tulus menyukai ku atau hanya kasian terhadapku!” gumam fani, lalu mulai kembali memejamkan matanya.

__ADS_1


TBC


__ADS_2