
zeno menghampiri fani yang sedang duduk di meja rias hotel untuk membersihkan sisa-sisa makeup yang masih menempel diwajah cantiknya, lalu tiba-tiba saja zeno mencium pipi sebelah kanan fani, fani pun sontak kaget dengan apa yang dilakukan oleh zeno barusan.
"apa yang kaka lakukan"ucap fani
"kenapa, aku hanya ingin mencium istriku, apa itu salah?"tanya zeno
"tidak.."jawab fani terbata
"lalu" tanya zeno kembali
"aku hanya kaget saja, tiba-tiba kaka menciumku, bukan kan dulu kaka tidak mau berdekatan denganku"ucap fani dengan nada yang hati-hati takut zeno tersinggung.
"entahlah aku juga tidak tau, akan tetapi disaat kamu tidak ada dihadapanku aku merasa hampa, dan disaat aku melihat kamu berdekatan dengan lelaki lain aku merasa kesal dan jengkel" ujar zeno panjang.
"maaf karna aku sering membuat mu menangis" ucap zeno tulus
sejujurnya, fani bingung dengan sikap zeno yang tiba-tiba seperti ini, tapi ada rasa bahagia dihatinya karna zeno sudah mau meminta maaf.
"aku sudah memaafkan kaka"ujar fani tulus
"kenapa kamu dengan mudahnya memaafkan ku?"
"karna kaka suami ku, aku paham apa yang ada dihati kaka saat itu, kaka belum bisa menerima pernikahan ini bukan, sejujurnya aku juga belum bisa menerima pernikahan ini, aku masih ingin mengejar cita-citaku dan impianku, tapi aku berfikir mungkin ini takdir hidupku yang harus menikah disaat usiaku baru saja menginjak angka 18 tahun," ujar fani panjang.
"maaf, maafkan aku"ucap zeno sambil berjongkok dihadap fani.
"sudah aku katakan bukan, aku sudah memaafkan kaka"ujar fani kembali.
zeno lalu berdiri dan menggendong fani ke arah ranjang, disaat zeno akan mencium bibir fani, tiba-tiba saja suara bel pintu kamar berbunyi. zeno dan fani sontak menatap ke arah pintu.
__ADS_1
"siapa" tanya fani
"entahlah, tunggu disini biar aku yang membukannya"Ujar zeno yang diangguki oleh fani.
zeno berjalan kearah pintu dan membukanya, sontak zeno kaget dengan tamu yang datang itu.
"salsa" ujar zeno
"sayang, lama sekali kamu membuka pintu"tanya fani
zeno tidak membalas ucapan fani, dan malah bertanya "ngapain kamu disini?" ujar zeno
"ngapain,? tentu aku ingin menemui.mu, aku sangat merindukanmu" ujar salsa sambil berjalan mendekati zeno dan memegang dada zeno, yang hanya tertutupi kaos putih polos ketat yang memperlihatkan perut kotak-kotak zeno.
"lalu dari mana kamu tahu tentang kamar hotelku"
"OMG, itu sangat mudah bagiku sayang, kamu lupa waktu kita berlibur ke paris tahun lalu, bukankan kah kita menginap dihotel ini, hotel ini salah satu saham yang kamu punya bukan, jadi tidak mungkin kamu menginap dihotel lain"ujar salsa
"apakah kamu tidak mempersilahkan aku masuk"ujar salsa
"iya masuklah" ujar zeno
"dimana gadis kecil itu" tanya salsa
"dia ada dikamar" ujar zeno
"lebih baik kamu memesan kamar satu lagi, untuk gadis itu" ujar salsa
"apa maksud kamu" tanya zeno
__ADS_1
"Hmm kamu harus memesan kamar satu lagi, untuk ditempati oleh gadis itu, tidak mungkin bukan kita tidur bertiga"ujar salsa kembali.
zeno yang mendengar itu, entah kenapa tidak rela jika fani tidur berpisah darinya.
"sayang"panggil salsa
"hmm baiklah aku akan memesan kamar satu lagi untuk dia"
lalu salsapun tersenyum.
***
sedangkan fani yang sedari tadi berada didalam kamar merasa penasaran, siapa kah tamu yang malam-malam datang kehotel.
lalu fani beranjang dari kasur itu dan berjalan keluar, dan ia melihat salsa dan juga zeno sedang berpelukan.
zeno yang menyadari kehadiran fani itupun reflek melepaskan pelukan yang salsa buat,
"hay"sapa salsa kepada fani
fani hanya membalasnya dengan senyum simpul
"oh iya, cepat kamu kemasi barang-barangmu"ujar salsa
fani bingung dengan perkataan salsa, salsa yang merasa fani belum memahami ucapan yang tadi ia ucapkan sontak mengulangi perkataannya kembali.
"mulai malam ini kamu tidur dikamar yang berbeda denganku dan juga zeno" ujar salsa to the point.
fani dan zenopun saling pandang, salsa menyadari bahwa zeno dan fani saling melihat dengan tatapan mata mereka.
__ADS_1
aku tau zen, kamu sudah mulai menyukai gadis itu, tapi aku tidak akan membiarkan kamu lepas dariku.ujar salsa dalam hati.
TBC