
Waktu menunjukkan pukul dua belas siang,
"Aldo,... Amel....
ayo turun kita makan siang bersama, lalu kita bersiap untuk pulang ke Surabaya." Teriak mama tara dari bawah.
"Ok ma..." jawab aldo dari lantai kamar atas.
Setelah lima menit mereka turun bersama.
Dimeja makan, mama tara mengambilkan nasi dan lauk satu persatu secara bergantian.
Mulai dari piring papa, Aldo, lalu ke amel.
Saat akan makan, tiba-tiba garpu amel terjatuh dibawah meja makan. Amelpun mengambilnya. Karna tidak hati-hati, saat hendak bangkit, tenyata...
JEDOOOKK....
"Auuuwww....sakiiit...." rintih amel sambil memegang kepalanya yang terbentur meja.
Papa dirwan, mama tara, dan aldopun langsung dikagetkan dengan suara benturan itu.
"Ya ampun sayang,...kamu baik-baik saja?" tanya mama tara.
Aldo tak kalah terkejutnya. Dia langsung membantu amel untuk bangun.
"Kamu ini selalu ajja ceroboh, masa ambil garpu ajja pake acara kejedok meja." ucap Aldo.
Amel hanya tersenyum dan malu.
"Maaf ma..pa..." kata amel.
"Ngapain kamu harus minta maaf sayang, kamu itu lucu sekali. Ternyata benar kata Aldo kamu itu lucu dengan segala tingkah kecerobohanmu." ucap mama tara.
Amel masih menggosok kepalanya yg masih terasa sedikit sakit.
Mereka pun melanjutkan acara makan siang bersama...
Kini saatnya kita semua balik ke Surabaya,
__ADS_1
namun kata papa dirwan kita mampir dulu kerumah bude dini.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga puluh menit , telah sampailah kita kerumah bude dini. Yang masih ada disekitar kota Malang.
" Assalamualaikum mbak.." papa dirwan mengucapkan salam di depan rumah bude dini.
"Waalaikum salam dirwan...tara...ayo masuk semua." ucap bude dini. "Lho ini siapa tara?" sambung bude dini sambil menunjuk ke amel.
"Dia calon menantuku mbak, cantikkan.." ujar mama tara.
Langsung saja amel bersemu merah.
"Oo....kalo gitu ayo masuk nak, panggil aku bude ya, kalau nanti sudah resmi, jangan lupa tuk sering-sering main kerumah bude ya..." sapa bude dini ramah.
Amel mengangguk dan tersenyum...
Mama tara dan papa dirwan masuk kedalam kamar, untuk melihat kondisi suami bude dini yang sakit terkena stroke.
Sedangkan aldo mengajak amel duduk di teras rumah.
Ternyata dari kejauhan ada seseorang yang dari tadi melihat ke arah rumah bude dini.
" Aldooo..." Teriak maya memanggil nama aldo. Maya langsung berlari untuk menghampiri aldo dan memeluk aldo. Erat sekali.
"Aku kangen sekali sama kamu." ucap maya.
Aldopun membalas, "aku juga kangen sama kamu."
Amel yang melihat kejadian itu langsung berdiri karena terkejut.
Dan yang lebih membuat amel sebel, kalo Aldo balas mememeluk gadis itu. Dan mengacuhkan Amel. Amel langsung meninggalkan aldo dan berjalan ke sembarang arah.
Saat Aldo sadar kalau dia disini dengan amel, dia berbalik badan untuk mengenalkan maya ke amel. Namun, aldo tidak mendapati amel.
Kemana itu anak. batin aldo.
Aldo memasuki rumah bude untuk mencari amel. Tapi nihil, dia lalu bertanya ke mama tara. "Ma...apa amel disini??"
" Lho kan amel tadi sama kamu Al.." jawab papa dirwan.
__ADS_1
"Aldo mencarinya ke kamar mandi, ke arah pintu belakang tapi gak ada pa.."
Semua orang rumah akhirnya ikut membantu aldo mencari amel...
Kamu kemana sih mel...(batin aldo)
Apa kamu tadi salah paham sama maya. Bodohnya aku, sampai mengacuhkan dia... gerutu aldo menyalahkan dirinya sendiri.
"Mama dan papa tunggu ajja dirumah, biar aldo yang mencari amel, pasti dia gak jauh dari sini." ucap aldo ke orang tuanya.
"aku ikutan ya Al,..." ucap maya..
"Jangan..kamu tunggu sini ajja sama mereka." kata aldo.
Setelah dia berjalan menyusuri jalan, akhirnya dia menemukan juga sosok wanita yang dia cintai.
Amel duduk sendiri diwarung yang sedang tutup dekat dengan kebun teh. Matanya berkaca-kaca, karna baru kali ini amel merasakan cemburu. Rasanya sakit...(batin amel)
Aldo langsung menghampiri amel dan langsung duduk disebelanya.
" Hhaaahhh.... udaranya sejuk ya sayang." kata aldo.
Amel yang terkejut dengan kedatangan aldo, langsung saja menghapus air matanya..
" Kamu ngapain Al.." tanya amel.
"Aku kesini untuk menjemput calon istriku yang sedang ngambek. Kamu tau nggak dia dimana..??" Goda aldo sambil tersenyum...
"Bodo" jawab amel kesel..
"Kamu salah paham sayang." Aldo menjelaskan. " Dia maya, sepupu aku, anaknya bude dini, masa kamu cemburu sama orang yang bakal jadi sepupu kamu juga." sambung aldo.
Hah..sepupunya (amel merasa malu dengan tingkahnya).
"Kamu jangan marah lagi ya..." ucap aldo sambil memeluk amel... "kita pulang yuuk, mama nyariin kamu juga, kita segera pulang k Surabaya.
Amel mengangguk.
Sesampai di rumah bude dini. Amel merasa malu sendiri.
__ADS_1
"nggak apa-apa sayang, cemburu itu wajar, berati kamu juga sangat mencintai anak mama." kata mama tara menenangkan amel.