
"Bersabarlah sayang, kita hanya berpisah sementara. Kalau kau kangen padaku, kau kan bisa datang ke Bandung bersama Aldo." ucap Intan.
"Tapi kau harus janji ya Tan, kau harus sering menghubungiku."
"Iya Amelku yang comel." kata Intan sambil mencubit pipi Amel.
Aldo tertawa geli saat melihat Amel yang merengek seperti anak kecil.
"Sudah sore nech sayang, kita pulang yuk!!" Ajak Ricko
"Baiklah." jawab Amel
Akhirnya mereka bersiap untuk pulang.
Mereka berempat berjalan menyusuri lorong parkiran.
Dan setelah menemukan motornya masing-masing mereka berpisah jalan.
Sedangkan Amel bersandar dipunggung Aldo dengan melingkarkan tangannya diperut Aldo.
"Sayang, aku sangat ngantuk sekali." ucap Amel.
"Jika kau berani tertidur dipunggungku jangan salahkan aku kalau kau kutinggalkan ditepi jalan sayang." Ancam Aldo.
"Kau galak sekali tuan Aldo." goda Amel
"Aku hanya memastikan calon istriku agar tidak terjatuh ketika berada dalam boncenganku."
"Oo...so sweet sekali. Kau tahu sayang, aku sangat mencintaimu."
"Aku tahu, kau mencintaiku karna aku sangat tampan..."
__ADS_1
"Heeiii...sejak kapan kau belajar narsis." Ucap Amel sambil menepuk punggung Aldo pelan.
"Xixixi...." Aldo meringis.
"Lho inikan bukan arah jalan kerumahku, kita mau kemana?!!
"Kita akan pergi kerumahku."
BRUUUMMM.....
Aldo mempercepat laju motor gedenya.
Sesampai di rumah Aldo, ia segera memarkir motornya.
"Apa mama Tara ada sayang...?!!" tanyaku
"Dia masih berada di malang untuk menemani bude, dan papa melakukan perjalanan bisnisnya di Jakarta."
"Ooo..." Ucapku
"Untuk apa kita kesini Al "
"Aku janji tidak akan macam-macam, percayalah! Aku hanya ingin kau menemaniku dan duduk santai disini."
"Baiklah, tapi aku mau telpon mama dulu ya, aku tak mau mama kembali kawatir." ucapku
Aldo menganggukkan kepalanya tanda setuju.
Drrrttt....drrrtttt.....
" Hallo ma, aku sekarang masih di rumah Aldo. "
__ADS_1
"Baiklah sayang. Tapi ingat jangan berbuat yang aneh-aneh ya. Karna kalian belum menikah."
"Siap mama. Amel ngerti kok! Ok ma, Amel tutup dulu ya panggilan telponnya, Bye ma... Assalamualaikum."
"Wa'alaaikumsalam"
Aldo sedari tadi menatap Amel menelpon mamanya tanpa berkedip.
"Kenapa sayang, kok kamu liatin akunya segitu banget. Ada yang aneh ya di mukaku."
ucapku sambil meraba mukaku.
"Tidak sayang, hanya saja kau sangat cantik. Dan bagaimana bisa seseorang secantik kamu gak pernah pacaran, apa kamu normal?!!" Aldo menggoda Amel dengan mengernyitkan alisnya..
"Kau ini, memang benar-benar ingin ditimpuk lagi ya?!!" jawab Amel kesel
Hahaha....(mereka tertawa bersama)
"Sini sayang, duduklah dipangkuanku. Aku hanya ingin memelukmu." pinta Aldo yang sedang duduk di kursi santai panjang.
"Janji gak macam-macam ya..!!" Kataku sambil mengacungkan jari kelingkungku.
Aldo hanya tersenyum
Amel menghampiri Aldo dan langsung duduk menyamping dengan kaki ditekuk dan tubuhnya bersandar di dada bidang milik Aldo. Tangan Aldo melingkar memeluk Amel dan berkata,
" jangan pernah tinggalkan aku sayang, janji ya, walau apapun yang terjadi tetaplah jadi penyemangatku."
"Kau tenang saja, jika tak ada lagi orang yang tampan melebihimu, aku akan selalu setia padamu." goda Amel sambil tersenyum
"Wheeiiii... kamu berani sayang...berani...okey rasakan ini..." ucap Aldo menggelitiki perutku sehingga aku bergerak gerak dan terpingkal karena merasa geli.
__ADS_1
"Stop, stop..okey aku salah, maafkan aku sayang, tapi aku gak mau kalah dan rasakan juga ini..." ucapku yang membalas menggelitiki perutnya.
"Heii stop sayang, " Aldo menghentikan dengan tangannya yang memegang kedua pipiku, lalu dahi kita saling bersentuhan. "Jangan terus bergerak sayang, kalau kau tak ingin adek kecilku terbangun."