I Love Cowok Posesifku

I Love Cowok Posesifku
Eps 78. Ijin ke Jakarta


__ADS_3

Keesokan harinya...


Bip...bip...


Begitulah suara ponselku berdering.


"Hallo kak Amel... " terdengar suara yang tak lain adalah Nana


"Nana..??" jawabku terkejut.


"Iya kak, aku menelponmu karna ada sesuatu yang harus aku beritahu padamu." Ucapnya


"Apa itu Na?"


" Ibunya dimas sudah tiada." jelasnya.


Dimas adalah anak kecil yang sering dibantu oleh Amel sewaktu ia menetap diJakarta dan membuka toko roti.


"Innalillahi... trus, Dimas bagaimana sekarang?"


" Ia terus menangis sambil memanggilmu terus menerus. Saat ini, sementara aku menyuruhnya tinggal bersamaku. Bagaimana? Apakah kak Amel bisa datang kesini?"


"Okey, InsyaAllah besok aku kesana. Tapi mungkin aku tak bisa lama. Karna bayi kembarku tak bisa aku ajak. Kasian kalau harus naik pesawat diusia mereka."


"Baiklah kak, itu tak masalah. Kalau begitu, aku tutup dulu ya kak."


"Iya Na, kalau ada apa-apa segera kabari aku lagi ya."


" Siap kak." jawab Nana.


***


Jakarta

__ADS_1


"Kau jangan menangis lagi. Karna besok kak Amel akan datang kemari."


Dimas hanya mengangguk sambil sesenggukan akibat menangis.


"Anak cowok harus kuat. Nggak boleh cengeng. Okey.." ucap Nana memberi semangat dengan mengacungkan jari jempolnya kearah Dimas.


"Iya kak. Dimas kuat, Dimas bukan anak cengeng, Dimas mulai sekarang akan terus berbakti sama Kak Amel. Karna kata ibu, Dimas harus bisa balas budi baiknya kak Amel." Ucapnya sambil mengusap air matanya yang terus menerus mengalir tanpa henti.


Walaupun ia berusaha menahan tangisnya, namun butiran-butiran bening itu tak bisa menutupi kepedihannya yang mendalam. Nanapun sesekali memeluknya agar ia bisa tenang.


Nana berusaha sekuat mungkin menahan tangisnya supaya Dimas bisa tegar.


"Tenang ya Dim, besok kak Amelmu akan datang menemuimu."


Dimas mengangguk


***


Surabaya,


"Hei beb, bangun."


Hoaaamm....


Aldo menguap dan memicingkan matanya


"Jam berapa ini sayang." ucapnya


"Hei bangun, ini sudah pukul enam pagi beb. O ya, besok ijinkan aku ke Jakarta ya.. dua hari aja."


"Ngapain kamu kesana?" tanya Aldo penasaran


"Barusan aku dapat telpon dari Nana, kalau ibunya Dimas sudah nggak ada, dan Dimas terus-terusan menangis memanggilku."

__ADS_1


"Lalu anak-anak bagaimana?" tanya Aldo


"Kamu mau ikut nggak?" aku kembali bertanya pada Aldo


"Aku nggak bisa honey, besok aku ada rapat tentang penambahan cabang baru."


"Trus bagaimana? Aku sudah berjanji sama Dimas kalau besok akan kesana."


"Oke, gini aja. Anastasya dan Abriham biar mama aja yang jaga. Besok mama aku suru kemari okey, tapi kamu janji nggak boleh lebih dari dua hari."


"Makasih beb, Love you... muuaachh..." Aku mengecup pipinya


"Sekarang aku bikinin kamu sarapan dulu ya."


"Biar bik Ijah aja yang buatin. Kamu disini aja, temenin junior aku yang tiba-tiba terbangun."


"Junior kamu kan masih tidur itu beb." ucapku menunjuk si kecil Abriham di baby boxnya.


"Bukan dia honey, udah dech... kamu tahukan yang aku maksut." ucapnya sambil menempelkan dahinya ke dahiku. Dan sesekali Aldo mengecup bibirku.


"Kamu ini. Kan semalam udah Al." jawabku


Ssshh.. emhh.. ayo Mel, aku udah nggak bisa nahan nech. Dia terus meronta-ronta.


Tangannya lalu bergerak menarik pakaian tidurku yang bertalikan hanya sehelai. Lalu tangannya terus bekerja di area yang sangat membuatku mengeluarkan desahan-desahan kecil. Dan yaa... kamipun melakukan senam pagi diatas bed kami yang lumayan besar.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


To be Continue


Thanks for reading


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian dikolom komentar ya.

__ADS_1


πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


__ADS_2