I Love Cowok Posesifku

I Love Cowok Posesifku
Eps 49. Harapan


__ADS_3

Hallo readersku,


Terima kasih ya sudah jadi pembaca setiaku.


Jangan lupa tinggalkan jejakmu dikolom komentar ya dan klik Like supaya aku tambah semangat.


🤗🤗🤗


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Dirumah sakit


Amel dan Aldo mengantri didepan ruang kandungan. Aldo berharap-harap cemas tentang apa yang akan di katakan dokter nanti. Berharap dengan susuatu yang akan membuatnya senang. Yaa, harapan tentang memiliki sebuah momongan.


"Beb, kenapa kita kedokter spesialis kandungan. Apa nggak lebih baik di dokter umum aja." ucapku


"Kalau dokter umum, aku nggak yakin akan jawabannya nanti." jawabnya


"Apa nggak berlebihan, aku kan hanya mual muntah, siapa tahu hanya masuk angin."


"Kamu kenapa sich yank...? Apa kamu nggak seneng kalau misalkan kita punya momongan??!"


"Ya aku berharap banget dong beb."


Lalu tak lama, suster jaga kini memanggil namaku.


"Nyonya Amel,... Nyonya Amelia Aurora." panggil suster itu.


"Saya sus.." jawabku


Kita pun berdua segera masuk keruangan dokter itu. Perasaanku jadi nggak karuan, rasanya campur aduk, rasa takut ketahuan.


Apa dokter bisa menebak kalau aku sedang minum obat pil KB ya. Bagaimana ini??


Minimnya pengetahuanku tentang seputar kehamilan, dan kontrasepsi. Membuatku berpikir tak karuan.

__ADS_1


Saat dokter bertanya tentang apa saja keluhanku, aku segera menjawab tentang apa yang aku keluhkan.


Lalu dokter itupun melakukan serangkaian pengecekan. Aku direbahkan pada bed yang ada diruangan itu. Perutku diolesi gel yang entah apa itu namanya, hanya terasa dingin dan sedikit lengket. Dan dengan segera, alat canggih itu yang disebutnya sebagai alat USG atau alat pendeteksi adanya janin, ditempelkan keperut datar aku.


Diarahkan keperutku bagian kanan, kekiri, bawah dan atas. Hingga semua dipenuhi oleh gel.


"Maaf tuan, saya rasa istri anda hanya mengalami masuk angin atau kecapean saja. Karna disini, saya tidak melihat adanya tanda-tanda janin dirahim istri anda." ujar dokter itu.


"Begitu ya dok,..." jawab Aldo kecewa.


"Jangan kecewa, toh kalian juga masih muda, tak perlu khawatir. Dalam dua sampai tiga bulan, insyaallah pasti segera diberi momongan. Berdoa saja ya.."


"Baik dokter, terima kasih..."


Dokter itupun segera menuliskan resep yang harus Aldo tebus di Apotek.


***


PERJALANAN PULANG


"Al.. Kamu jangan diem aja gitu. Maafin aku ya.." ucapku


"Nggak apa-apa sayang, mungkin akunya yang terlalu berharap banget."


Kupegang tangan kirinya yang sedang memegang persneling mobil. Lalu berkata,


"Kamu yang sabar ya.."


"Yeahh..."


***


DIKAMPUS


"Mawar, apa Amel masuk kelas hari ini?" tanya Ray.

__ADS_1


"Masih belum"


"Okey...thanks ya" jawab Ray langsung pergi meninggalkan Mawar.


I hate my mind, apa yang sedang gue pikirin, rasa ini terlalu besar untuknya. Sadar Ray, dia sudah bersuami. Jangan coba kau rusak hubungannya. Tapi tak bisa ku pungkiri aku sangat merindukannya.


Ray mengacak-acak rambutnya frustasi.


***


DIRUMAH ALDO


"Ayo sayang, hati-hati.." ucap Aldo yang memapahku turun dari mobil.


"Aku sudah baikan beb. Aku nggak kenapa-napa."


"Okay. O ya, nanti aku ada rapat penting yang gidak bisa ditunda bersama papa. Kamu nggak apa-apa kan aku tinggal sebentar dirumah?"


"Nggak apa-apa, aku mau kekampus aja. Nanti siang kebetulan ada kelas. Boleh ya..??" ucapku dengan tampang memelas.


"Ntar pingsan lagi..?!!"


"Ehehehe.... janji nggak akan. Lagian aku cuman masuk angin aja kan. Munkin karna kemaren kita jalan-jalan kepantai. Kebanyakan angin yang masuk."


"Mangkanya kalau jalan, tuh mulut mingkem, jangan doweh aja."


"Jahat banget...!!"


"Hahaha...." Aldo tertawa.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


To be Continued..


Thanks for reading...

__ADS_1


Lope you🥰🥰🥰


__ADS_2