
Masih dengan panggilan telpon,
Amel berkata," Al,...eh maksutku sayang, nanti siang aku ijin jalan-jalan keluar sebentar ya sama Intan, kita mau jalan-jalan ke mall, boleh ya..." .
"Gak boleh, kamu di rumah ajja nanti sore aku jemput." ucap Aldo ketus.
"Sayang, kamu jangan gitu donk, sebelum aku bertemu denganmu, aku sudah mengenal Intan, dan dia adalah sahabatku, dia yang selalu bantu aku dan keluargaku.
Please...ya...boleh ya... kita hanya berdua sayang, gak ada Ricko." jawab Amel memelas.
"okey, tapi jangan lama-lama ya, nanti sore kamu bakal aku jemput, mama menyuruhku ajak kamu kerumah bude." kata Aldo.
"Kita ngapain kesana sayang?" tanya Amel.
"Pakde masuk rumah sakit, mama dan papa sudah berangkat kesana. Kamu gak menolak kan."
"Okey sayang nanti aku ijin mama dulu ya." jawab Amel. "sekarang aku mau sarapan dulu trus mau bantuin mama mindahin barang sayang, aku tutup dulu ya telponnya." sambung Amel.
"Okey, tp kasih morning kiss dulu donk sayang." pinta Aldo.
"Mmuaaachh.. sudah ya...Bye. Assalamualaikum." Amel mengakhiri panggilan telponnya.
__ADS_1
"Wa'alaikum salam." Balas Aldo.
Setelah itu Amel keluar kamar dan hendak ke meja makan. Amel yang mendapati mamanya duduk disana menyapa mamanya,
" Pagi ma,...papa sudah berangkat ma?"
"Pagi sayang,iya papamu sudah berangkat lebih awal tadi, ini cepet sarapan, O ya...kamu nanti nggak perlu bantuin mama sayang, karna mama sudah minta tolong sama pak sam, tetangga sebelah kita buat angkutin barang, mama nggak tega menyuruh kamu buat angkat barang berat, nanti anak mama pingsan lagi." goda mama Betty.
"Baik ma.. " tangan Amel sambil mengisi piringnya dengan nasi.
"O ya ma, nanti siang amel jalan-jalan sama Intan, boleh ya ma." tanya Amel. "Dan sorenya Aldo ajak Amel kerumah budenya yang ada di malang, karna pakde Aldo masuk rumah sakit." sambung Amel.
"Terima kasih ma.. "
Lalu Amel segera menghabiskan isi makanan yang ada dipiringnya.
Siang hari, tepat pukul 11 siang....
Amel segera berangkat ke salah satu Mall yang ada di Surabaya.
"Amel berangkat ya ma...Assalamualaikum."
__ADS_1
Dia berjalan keluar gang agar bisa mendapati transportasi umum. Gang rumah amel memang tergolong agak lebar, hanya saja, tidak dilewati tranportasi umum secara langsung. Jadi Amel harus berjalan terlebih dahulu untuk sampai kedepan jalan raya.
Saat itu jalanan entah kenapa terasa begitu sepi, dan Amel terus melangkahkan kakinya, namun sebelum dia sampai dijalan raya, tiba-tiba mulut Amel dibekap dari belakang oleh seseorang yang tidak ia kenal dan memaksanya untuk naik di dalam mobil.
Saat didalam mobil, mata Amel langsung ditutup dengan kain hitam yang diikat kebelakang.
Amel berusaha berteriak meminta bantuan tapi usahanya sia-sia. Tak ada satu orangpun yang mampu menolongnya.
Untungnya, ada satu orang dari kejauhan yang sempat melihat Amel, dia melihat mobil itu membawa paksa Amel. Sontak orang itu lalu berlari untuk memberi kabar mamanya Amel.
Didalam mobil,...
"Kalian siapa, lepaskan aku,..." Amel meronta-ronta.
"Kau akan tau siapa bos kami tapi nanti, dan sebaiknya sekarang kau diam saja atau aku akan melakukan hal buruk terhadapmu." ujar pria bertubuh besar itu sambil membungkam mulut Amel dengan lakban.
Air mata Amel tak kunjung berhenti, dia sangat ketakutan. Siapa yang sebenarnya membencinya, pikiran itu terus berputar dibenak Amel.
Ya Allah, tolong aku, selamatkan aku. Mama...papa...Amel takut... tolong Amel ma...
Batin Amel.
__ADS_1