
Hari pertama masuk kuliah.
Seperti biasa, sebelum aku berangkat kekampus, aku terlebih dahulu membereskan dan memasak sarapan pagi untuk Aldo.
Walau minim pengalaman dalam memasak, tapi aku berusaha sebaik munkin untuk memasak sarapan untuk suamiku. Tentu saja dengan bantuan mbah hoogle, segala macam resep masakan sudah aku save diponselku.
Dan syukurlah selalu jadi, walau terkadang rasanya kurang sedikit garam ataupun asin. Tapi alhamdulillah Aldo selalu memberi suport supaya aku belajar memasak lebih giat lagi. Kata Aldo, asal ada tekat semua bisa kamu perbaiki.
***
"Sayang, apa kau sudah siap." tanyaku
"Ya, aku juga sekalian berangkat kekantor."
"Kalau begitu ayo kita berangkat." ucapku sambil mengambil tas yang akan kupakai kekampus.
Aldo melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Karna memang hari itu jam keberangkatan kita tidak terlalu mepet.
Sesampai didepan kampus. Aldo menghentikan mobilnya, lalu berkata "Jangan lupa persyaratan kita."
"Okey... don't worry honey."
Segera aku turun dari mobil. Aldopun segera tancap gas untuk berangkat kekantor.
Ada perasaan lega saat aku berjalan di koridor kampus. Akhirnya aku kuliah juga. Batinku dengan senyum tipis yang menghiasi wajahku.
__ADS_1
Namun tiba-tiba ada segerombol anak yang jalan sambil bersenda gurau dari arah belakangku, dan salah satunya menabrak punggungku kencang sekali. Sampai aku terhentak karna terkejut.
"Whooeey... kalian gimana sih.. kena orang nih." ucap cowok itu karna ia didorong oleh salah satu temannya.
"Aduh...sorry..sorry banget ya.." kata cowok itu padaku.
"Ya ampun, sorry banget ya kak, temen gue emang suka ceroboh. Kakak gak apa-apakan." salah satu temannya menyela ucapan cowok tadi.
"Ehmm.. gak kok nggak apa-apa." jawabku sambil tersenyum.
"Kakak jurusan apa?" tanya cewek tadi
"Aku ambil sekertaris angkatan pertama."
"Berarti baru dong, kita sama-an. Gue juga anak sekertaris. Kenalin, aku mawar, lo..??"
"Eh ni kenalin, dia Ray. Dia udah semester 3, anak Psikologi." Ucap mawar menunjuk cowok yang menabrakku tadi.
"Dan dia brekele." ucap Mawar menunjuk cowok satunya lagi, Mawar manggil brekele karna rambutnya yang super duper keriting.
"Lo yang bener ajja dong shaay, kenalin nama gue brandon. Lo kok bisa cantik banget sih, kayak princess." rayu si brekele, eh si Brandon maksutnya. Hehehe....
"Ahh lo, bisa aja kalau liat cewek bening." solot Mawar. " Yuuk Mel, kita kekelas barengan abaikan celotehan si brekele itu." ajak Mawar.
"Bye semua, gue duluan ya." tangan Mawar melambai pada kedua temannya.
__ADS_1
Disisi lain, Ray masih terpaku melihat Amel.
"Lo kenapa Ray." kata si brekele
"Seperti ada yang menancap dihati gue pren." ucapnya dengan posisi tangan memegang dadanya. "Dada gue memberontak kencang."
"What!! Apa mungkin elo udah jatuh cinta pandangan pertama."
Ray langsung tersadar akan lamunanya. "Apa'an sih lo, sok tau banget. Udah yuk, kita balik kelas."
Si brekele masih melongo melihat Ray.
"Najis amat sih lo, ampe liaten gue kayak gitu."
"Hahaha... akhirnya temen gue bentar lagi nggak bakalan jadi jomblo lapuk. Semangat buat kejar dia pren." ucap si brekele.
"Sialan lo..!!"
Hari pertama masih tidak ada kegiatan apapun. Kita hanya melakukan pengenalan mahasiswa baru, dimana pengenalan terhadap Rektor, Dekan, dan Kaprodi.
Untung saja OSPEK sudah dihapuskan. Namun meski begitu. Aku masih dianjurkan untuk mengepang rambutku selama dua pekan sebagai ganti OSPEK.
"Mel, lo setelah ini ada acara kagak..?!!" tanya Mawar.
"Aku mau langsung balik." jawabku
__ADS_1
"Yah.. kok balik sih... kita nongkrong bentar yuuk.!"
"Lain kali ajja ya..." tolakku.