
KOTA PAHLAWAN
Haaa.... Syukurlah, akhirnya aku dapat kembali dikota ini. Batinku
"Ayo sayang, kita naik taksi." ucap mama Tara.
"Lho kok mama naik taksi sendiri. Apa nggak sebaiknya mama gabung sama kita?" tanyaku
"Mama langsung pulang kerumah saja ya, dan kamu langsung istirahat sesampai rumah. Jangan melakukan hal yang berat mengerti!!"
"Baik ma. Amel ngerti."
"Okey, Aldo jaga istrimu baik-baik. Mama dan papa langsung pulang ya."
"Siap ma. Mama dan papa hati-hati dijalan ya. Hubungi Aldo segera sesampai rumah."
"Okay."
Lalu mereka menaiki taksi masing-masing dan beranjak dari bandara.
Kulihat jalan perkotaan tempat kelahiranku. Aldo yang melihatku lalu menggenggam tanganku, lalu berkata,
"Terima kasih sayang.. Kau adalah segalanya bagiku. Hanya milikku...
"Iya.. iya.. tahu beb. Hahaa... awalnya aja kamu jutek, makin kesini jadi lebay bin posesif." godaku
"Aku lebay-nyakan hanya buat kamu, bukan untuk yang lain."
"Awas aja kalau sampai ada yang lain!!" ancamku namun dengan logat manja.
Lalu Aldo memelukku dan mencium keningku. Aku merasa sangat bahagia bisa kembali kesisinya. Sekaligus bahagia karna ada malaikat kecil yang tumbuh dirahimku saat ini.
***
Sesampai dirumah
"Hah!! Non Amel... syukurlah non Amel sudah kembali. Bibik ikut senang melihat non Amel pulang." sambut bik Ijah senang.
"Iya bik, Amel juga seneng bisa ketemu sama bik Ijah lagi." jawabku
"Sudah, non langsung istirahat dikamar aja. Non Amel minta dibuatin apa biar bibik siapin."
"Susu hangat saja ya bi. Ini susunya.." ucapku sambil memberikan kotak susu ibu hamil milikku.
Sontak bik Ijah langsung terkejut melihat apa yang aku serahkan.
"Susu ibu hamil?" Bik Ijah bingung.
"Jadi, non Amel sekarang sudaaah...??" imbuhnya.
"Xixixi... iya bik, Amel sudah hamil."
"Alhamdulillah... ayo.. ayo.. kalau begitu segera istirahat non."
"Terima kasih ya bik." ucapku.
Lalu aku dan Aldo menaiki anak tangga menuju kamar.
Drrtt...Drrtt...
Suara ponsel Aldo.
Dilihatnya dilayar ponselnya terpampang tulisan 'mama'.
__ADS_1
"Hallo ma.." Aldo menjawab suara panggilan di ponselnya.
"Hallo sayang, mama sudah sampai rumah. Bagaimana istrimu?"
"Amel baik-baik saja ma."
"O ya, kalau bisa besok kamu dan Amel ganti kamar yang ada di bawah saja. Karna ibu hamil tidak boleh terlalu sering naik turun tangga." mama Tara menasehati.
"Oo.. okey ma, Aldo ngerti."
"Baiklah, salam buat Amel ya."
"Iya ma. Nanti Aldo sampaikan." Aldo menutup panggilan diponselnya.
"Ada apa beb?" tanyaku
"Dapat salam dari mama. Kata mama, kita sebaiknya memakai kamar bawah aja..!"
"Kenapa?" tanyaku.
"Karna ibu hamil nggak boleh terlalu sering naik turun tangga."
"Oo.. jadi begitu. Ya udah, sekarang aku mau mandi dulu beb, badanku terasa lengket karna keringat." ucapku
"Barengan dong sayang." Aldo menghampiriku.
"Nggak mau, badan kamu bau banget beb. Kamu sebaiknya mandi dulu gih sono." ucapku. Entah kenapa saat sudah sampai dirumah, bau badan Aldo membuatku mual.
"Masa sih yank... yaudah aku mandi duluan ya.."
***
Tokk.. Tokk..
Suara ketukan pintu kamarku.
"Oh.. iya bik. Terima kasih."
"Bik Ijah balik ke dapur dulu ya non."
"Iya bik."
Segera kuminum susu dan kumakan semua roti isi yang terpampang diatas meja, termasuk milik Aldo.
Setelah lima belas menit berlalu, Aldo keluar dari dalam kamar mandi.
"Ahh, segernya..." ucap Aldo yang menghampiriku menyantap roti isi yang sudah pada tahap sentuhan akhir.
"Roti isi milikku mana?" tanyanya
"Eehm...da abis. Kamu kok masih bau sih beb, kamu nggak mandi yang bersih ya. Perutku sampai mual. " ucapku yang berasa mual didekat Aldo.
"Aku sudah mandi yank." Aldo menjelaskan.
"Tapi kok.. hueekk...!!" Amel semakin mual. Lalu ia segera berlari kekamar mandi dan memuntahkan semuanya.
"Mel, kamu nggak apa-apa sayang. Apa kita harus kedokter." ucap Aldo panik
Kemudian Amel tiba-tiba pingsan dikamar mandi.
"Amel... sayang.. Mel... bangun!! Bik Ijah... biik..." teriak Aldo panik memanggil bik Ijah..
"Iya Den.. Astaga, non Amel.. non Amel kenapa Den." Bik Ijah ikutan panik.
__ADS_1
"Ayo bik, ikut saya kerumah sakit." ucap Aldo.
"Baik den..."
Segera bik Ijah bergegas membuntuti Aldo yang menggendong istrinya masuk kedalam mobil.
"Sayang, sabar ya.. bentar lagi kita kerumah sakit." ucapnya sambil pelan-pelan membaringkanku di dalam mobil.
Aldo menancapkan gas mobilnya pergi kerumah sakit.
***
Sesampai dirumah sakit
"Dokter.. suster.. tolong istri saya." teriaknya didepan ruangan IGD rumah sakit.
Segera suster menghampiri Aldo dengan membawa bed stretcher untuk membaringkan Amel.
Didalam igd, Dokter jaga dan juga suster segera memeriksa Amel.
"Dia sedang hamil dua bulan dok." ucapku..
Setelah diberi pertolongan pertama dan juga infus, dokter dengan segera menghampiri Aldo.
"Istri anda mengalami perubahan hormon pada masa kehamilan dan juga dia sedikit kelelahan."
"Ia Dok, kita memang baru saja datang dari Jakarta." Aldo menjelaskan
"Lebih baik istirahat disini kurang lebih satu sampai dua hari dengan tambahan infus. Bagaimana?" ucap Dokter itu.
"Iya Dok, tidak apa-apa. Asal itu yang terbaik buat istri saya."
"Okey, silahkan anda mengurus administrasinya terlebih dahulu."
"Baik Dok."
Aldo segera bergegas akan mengurus administrasinya diloket.
"Bik, temani Amel ya." ucap Aldo pada bik Ijah.
"Baik Den." jawab bik Ijah.
***
Drrrtt.... Drrrtt...
Aldo tulisan yang ada di layar ponsel mama Tara.
"Ya sayang, ada apa?" mama Tara mengangkat ponselnya.
"Ma, Amel masuk rumah sakit. Dia pingsan tadi." ucap Aldo panik saat menghubungi mama Tara.
"Apa!!! Okey mama segera kesana."
"Iya ma."
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
To be Continue
Thanks for reading
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian dikolom komentar ya.
__ADS_1
π€π€π€π₯°π₯°π₯°
Sehat selalu untuk kalian.