
"Aldooo...."
Tubuhku langsung didekap erat olehnya. Air mataku menetes membasahi pipiku. Sungguh tak percaya rasanya saat melihatnya.
"Sayang, apa ini benar kau..." ucapnya yang masih tidak dapat percaya dengan apa yang ia lihat.
"Iya beb, ini aku..." tangisku pecah seketika. Aku tak dapat lagi mengontrol air mataku. Semua para tamu yang hadir melihat dengan seksama adegan dramaku dengan Aldo.
Mama Tara terkejut melihat anaknya sudah menemukan istrinya. Ada perasaan lega dalam hatinya.
"Pa, lihat itu Amel kan pa..?"
"Iya ma, bener... syukurlah..." Mereka berdua menghampiri Aldo dan Amel.
Nana masih terpaku melihat drama tangis menangis dua sejoli itu.
Apa ini suami kak Amel... Cakepnyaa.... Kak Amel beruntung sekali. Semoga setelah ini tak ada lagi rasa sedih yang kau pendam kak,
dan kembali seperti semula. Jadi kayak di film-film. Batin Nana.
Prokk.. prokk...
Suara tepuk tangan tamu undangan yang lainnya.
"Ehem... permisi nak Aldo, mari saya antar di private room. Kamu pasti memerlukannya saat ini. Mari pak Dirwan dan juga ibu Tara, silahkan lewat sini." ujar pak Dude.
"Ah, terima kasih banyak pak Dude. Maaf sudah merepotkan." jawab papa Dirwan.
"Jangan sungkan, saya ikut senang melihatnya." jawab pak Dude wibawa.
"Silahkan pak Dirwan." sambung pak Dude membukakan pintu ruangan.
Saat didalam ruangan Aldo kembali mendekapku erat.
__ADS_1
"Aku menyesal, maafkan aku, aku sungguh merindukanmu. Kau tahu, aku hampir gila mencarimu kemana-mana."
"Aku yang seharusnya minta maaf sama kamu beb." ucapku dengan tangis bahagia.
"Mama, papa, maafkan Amel ya." imbuhku sambil menggenggam telapak tangan mama Tara.
"Syukurlah kamu baik-baik saja sayang. Mama dan papa senang sekali. Ya kan pa..?"
"Iya ma, papa juga senang Amel akhirnya ketemu juga."
"Terima kasih banyak."
"Ayo sekarang kita langsung pamit pulang sama pak Dude." ujar papa
"Ya pa, ayok.." saut Aldo.
Lalu tak lama kami berpamitan dengan empunya acara pernikahan ini.
"Gak apa-apa Na, kamu ikut kita aja." ajakku
"Jangan, aku langsung balik sendiri aja. Okey...!!" Nana lalu berpamitan dengan mama dan papanya Aldo, "Om tante, saya pamit dulu."
"Ini sudah malam lho, apa nggak apa-apa kamu pulang sendirian. Kita antar saja ya?!!" ucap mama Tara.
"Nggak usah tante, terima kasih. Nana pamit dulu ya.." jawab Nana sopan
Lalu Nana pergi meninggalkan keluarga yang baru bertemu itu. Dan keluaraga Dirwantara pergi memasuki mobil untuk bergegas pulang ke hotel dimana mereka menginap .
***
DIHOTEL
"Ma, Aldo dan Amel langsung masuk kekamar Aldo ya." ucapnya
__ADS_1
"Baik sayang, mama ngerti. Amel.. mama ikut seneng kamu ada disini." ucap mama dengan senyuman bahagia. Ia yakin kalau anaknya tidak akan bersedih lagi setelah ini.
"Makasih ma, Amel juga seneng bisa ketemu mama lagi. Amel takut, Amel tidak akan ketemu kalian."
"Sayang, jangan berkata seperti itu. Sudah, kalian langsung istirahat ya. Mama sama papa masuk kamar dulu. Sampai besok ya sayang." Mama Tara mengecup keningku.
Saat dikamar,
Aldo kembali mendekapku, memelukku, dan terus mengecup pipi, kening, hidung dan juga bibirku. Aku merasakan betapa ia sangat merindukanku, begitu juga sebaliknya. Aku juga sangat... sangat merindukan suami yang aku cintai.
Aldo menyuruhku duduk ditempat tidur dengan posisi duduk bersandar. Sedangkan dia berbaring dan memelukku dengan menyandarkan kepalanya dipangkuanku. Aku mengelus lembut rambutnya.
"Beb, kenapa badan kamu kurusan, apa kamu tidak pernah makan?" tanyaku
"Aku tak sempat makan karena terus memikirkanmu." jawab Aldo.
"Papa, sebaiknya kamu makan yang banyak setelah ini, biar papa bisa kuat saat bermain denganku nanti." ucapku
"Papa?"
"Iya beb,.. aku hamil.."
"Tapi waktu itu, katamu..??!!" Aldo berbicara terbata-bata karna kebingungan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
To be Continue...
Thanks for reading..
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian ya, supaya aku tambah semangat..
π€π€π€π₯°π₯°π₯°
__ADS_1