
Tak terasa waktu menunjukkan pukul 2 sore, mereka segera berangkat karna harus ada di bandara satu jam sebelum keberangkatan.
"Kalian hati-hati ya. Nak Aldo titip Amel ya, tolong jaga dia." ucap mama
"Siap ma.." jawab Aldo dengan senyum.
"Ma..Amel berangkat dulu ya.. Assalamualaikum."
"Wa'alaikum salam."
Kita berdua lalu berangkat menuju Bandara Juanda.
Bersamanya hidupku serasa lebih seru. Thank's Al, karna sudah mencintaiku, memberiku segalanya. Gumamku dengan melihat wajahnya.
"Wajahku ini memang tampan dari lahir, jadi nggak usah dilihatin terus." ucap Aldo dengan PD-nya.
"iisshh...apa'an sih... kepedean banget." ucapku sambil memutar bola mataku.
Penerbangan kami berjalan dengan sempurna tanpa adanya gangguan...
Kami sampai di Bali kurang lebih sekitar pukul 5.30 sore hari.
Kita langsung menuju hotel yang sudah dipesan oleh papa.
Sesampai dikamar, aku langsung merebahkan tubuhku di atas tempat tidur.
"hoo...leganya, capek banget rasanya."
"Kita pesan makanan di hotel ajja ya sayang.." kata Aldo.
"Ya...aku sangat lapar Al, aku mau nasi goreng seafood ajja."
__ADS_1
Okay.
Aldo langsung memesan makanan melalui layanan kamar.
Tak butuh waktu lama, makanan yang kita pesan sudah datang.
Aku dengan lahapnya memakan nasi goreng itu karna lapar.
"Heii..hati-hati tersedak..pelan-pelan makannya." kata Aldo.
"Hehehe..." jawabku cengingisan.
*
*
*
Saat malam, aku menikmati keindahan Bali dibalkon kamar Hotel.
"Kau senang..?" tanyanya
"Ya Al, sangat senang. Disini pemandangannya sangat indah."
"Kau tahu, saat aku pertama melihatmu, dadaku rasanya berdetak hebat. Aku langsung tertarik dengan gerak-gerikmu."
"Oh ya... apa aku begitu cantik hingga membuatmu tertarik." godaku dengan membalikkan badan menghadap kearahnya.
"Ya..kau sangat cantik dan menarik."
Lalu Aldo mencium bibir Amel yang ranum dan lembut. Awalny ciuman itu biasa saja, namun lama-lama ciuman itu berubah menjadi ciuman yang panas.
__ADS_1
Aku membalas ciuman Aldo, kucecap bibir atas dan bawahnya bergantian.
Lalu Aldo menghentikan ciumannya. "Aku mau kau berganti pakaian yang diberikan temanmu sayang." kata Aldo.
"Aku...tapi.. aku malu sayang."
"Come on..!!"
"Nggak..aku mau... aku malu Al... kita langsung tidur ajja ya. Okay.." tolakku
"Kau tahu, apa yang jadi kewajiban seorang istri!!" ucap Aldo sewot
Sontak Aldo langsung pergi meninggalkanku sendiri d balkon. Dan dia langsung tidur dan menyelimuti tubuhnya.
Aku hanya terdiam melihatnya, karna aku sudah dua kali menolaknya. "Apa yang harus aku lakukan" Gumamku. "Kau sangat bodoh Mel.."
Lalu aku memberanikan diri, kubuka koperku dan kuambil lingerie hadiah pemberian dari Intan.
Aku langsung berganti pakaianku dikamar mandi. Saat didalam aku berkaca, "Ya Tuhan, pakaian ini benar-benar memperlihatkan lengkuk tubuhku. Bagaimana aku keluar dengan mengenakan ini." Batinku.
Tak butuh waktu lama, aku memberanikan keluar dari kamar mandi dengan pakaian itu.
Dengan berjalan pelan aku menghampiri Aldo. Dan duduk disebelah ranjangnya.
"Sayang... maafin aku ya... jangan ngambek gini dong.." rengekku.
Aku mencoba membuka selimutnya dan meraba dadanya. Kuberinisiatif untuk menciumnya terlebih dahulu. Ku mencecap bibirnya dengan posisi tanganku melengkup rahangnya.
Aldo langsung membuka matanya, dan melihatku sudah mengenakan pakaian tidur yang seksi itu.
"Kau yakin..?!!" tanya Aldo padaku.
__ADS_1
Aku hanya diam dan mengangguk dengan menggigit bibir bawahku.
Aldo langsung terbangun dan duduk didepanku, dia lalu melihatku mulai dari atas sampai ujung kakiku.