I Love Cowok Posesifku

I Love Cowok Posesifku
Eps 85. The End


__ADS_3

Haii semua...


Di episode ke 85 ini adalah puncak dari novel aku yang berjudul "I Love Cowok Posesifku".


Author mohon jangan kecewa ya..


Selamat membaca kelanjutannya...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Ini kamar kita." ucapku sambil berjalan masuk.


"Iya... kita akan menginap disini tiga hari." kata Aldo.


"Terus anak-anak bagaimana?" tanyaku khawatir.


"Tenang aja, merekakan sama nenek-neneknya"


"Apa nggak apa-apa kita tinggalin lama."


"Udah nggak apa-apa. Ngomong-ngomong apa udah nggak ngambek lagi nech.."


Oopss, kok bisa lupa kalau tadi aku lagi ngambek ya. Batinku.


"Ehm.. masihlaaahh... tapi sedikit." ucapku terbata-bata. Secara aku masih mempertahankan gengsiku.


Aldo tiba-tiba memelukku dari belakang. Kedua tangannya dilingkarkan kepinggangku, dan dagunya ia letakkan dibahuku lalu berkata, "Please.. jangan marah lagi ya."


Aku tersenyum kecil mendengarnya.


"Aku nggak marah beb, bahkan aku seneng saat kamu menunjukkan sikap posesifmu. Karna itulah memang adanya kamu saat pertama kali aku kenal." jelasku


"I love you..." ucap Aldo


"I love you too beb."


Lalu salah satu tangan Aldo bergerak meraba keatas dimana salah satu bukit kembarku berada.


"Hei.. kamu katanya capek." ucapku.


"Aku mau pemanasan sebentar."


"Tapi.." belum selesai aku berbicara. Tangan Aldo menolehkan kepalaku lalu mendaratkan bibirny ke bibirku.


Aldo membalikkan badanku agar menghadap kearahnya. Ciuman itu terasa hangat. Ia mengecup bibirku perlahan sambil terus melakukan aktifitasnya di area benda kenyal milikku.


Ciuman kami cukup lama, dan saling bertukar saliva. Kini tangannya berusaha membuka kancing bajuku, melepaskannya lalu membuangnya kesembarang arah. Dan kini pengait bra ku juga ikut dibukanya. Nampaklah sesuatu yang bisa menambah gairahnya.


Aldo menggendongku ala bridal dan membaringkanku ditempat tidur. Disitulah ia lanjut melakukan aksinya. Meraba, mengec*p dan menj*lati inci demi inci tubuhku. Sampai aku tak sadar sejak kapan aku sudah tak memakai sehelai benangpun.

__ADS_1


Lalu kamipun melakukannya sampai Aldo benar-benar puas. Hingga kami tertidur karna lelah.


Jam menunjukkan pukul 13.00. Aku terbangun dan bergegas kekamar mandi. Setelah itu aku membangunkan Aldo untuk mengajaknya makan siang.


"Beb, ayo kita cari makan." ajakku.


Hoammmm.....


"Jam berapa ini?" tanya Aldo


Ini sudah jam satu siang. Oya aku mau nelpon Intan dulu.


Lalu aku mengambil ponselku yang tergeletak diatas meja. Dan mengklik nama Intan yang sudah terpampang di layar.


"Hallo... iya Mel..." jawab Intan


"Hallo Intan, ada sesuatu yang mau aku tanyain nech.." ucapku


Lalu aku memencet tombol speaker agar Aldo ikutan mendengar apa yang aku bicarakan dengan Intan.


"Iya Amelku yang comel.. tanya aja."


" Apa kau mengenal Ray.."


"Ehm... oh Ray. Iya aku mengenalnya Mel, dia tetangga komplek rumah aku. Kenapa Mel.. Ouhh... ya ampun.. Mel aku lupa. Kapan hari tuh anak kemari. Dan dia tiba-tiba nanyain kamu. Aku buat kesalahan ya... karna aku nggak sengaja bilang kamu mau ke Jakarta dan aku sebutin nama toko kamu. Apa dia berbuat jahat kekamu Mel...?"


"Nggak kok. Aku hanya penasaran aja. Darimana dia tau aku disini. Ternyata begitu ceritanya. Oke makasih ya Tan... aku tutup dulu telponnya."


"Enggak Intan... aku nggak marah kok. Yaudah ini aku lagi mau jalan cari makan siang sama Aldo."


"Okey... Bye Mel, salam buat Aldo juga ya.." ucap Intan.


"Iya.. neh orangnya udah denger kok. Hehehe.. Bye.."


Lalu aku menutup telponnya.


Aldo melihatku sambil nyengir...


"Apa'an... jelek banget muka kamu beb." godaku


"Apa... awas kamu ya..." Lalu tangannya menggelitiki perutku. Hingga aku tertawa terbahak-bahak. Setelah itu dia memelukku, dan berkata, " I love you Mel.."


"Aku juga Al.." jawabku memandang matanya. Mata yang benar-benar membuatku jatuh cinta.


"Juga apa..?" tanya Aldo tersenyum


"Ak juga mencintaimu.. beb. Sampai kapanpun aku tetep jadi Amel kamu. Sampai kita menua bersama dan melihat baby twin tumbuh dewasa." ucapku


"Dan.."

__ADS_1


"Dan apa..?"


"Dan.. baby twin punya adek lagi yakan.." Aldo lalu mencium bibirku lembut.


Aku menganggukkan kepalaku dan membalas ciuman hangat dari Aldo. Dan sebelum makan siang Aldo meminta haknya lagi. Benar-benar dibuatnya lelah hari ini.


***


"Sayang, ini..." Aldo memberikan selembar kertas padaku.


"Apa ini beb." Aku membaca isi dari lembaran itu. "Apa... ini beneran Al, terima kasih.."


Isi lembaran itu adalah surat sertivikat toko baru Amel yang ada di Surabaya. Karna setau Aldo, Amel sangat ingin membuka cabang toko rotinya disana.


"Terima kasih beb, I love you..." aku memeluknya kegirangan.


"I love you too, honey."


Entah berapa kali mereka mengatakan I love you satu sama lain. Karna mereka menjadi pasangan bahagia seperti yang mereka harapkan, walaupun terkadang masih ada bumbu cemburu dari Aldo.


*** **TAMAT ***


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Terima kasih


Karna kalian sudah selalu memberi suport.


Silahkan lanjut membaca karya Author yang baru ya..


Judul novelnya :


** Look at me **


Ceritanya seru, mengisahkan tentang seorang cowok yg melajukan motor gedenya dan hampir nabrak cewek yang bernama Hanna Berril. Ia adalah cewek mandiri yang sehari-harinya ia habiskan untuk kuliah dan bekerja paruh waktu demi dapat merawat mamanya yang sakit-sakitan. Bagaimana kisah selanjutnya ..


Langsung mampir dan baca ceritanya ya..


Dan baca juga :


** Kekasih tanpa syarat **


Menceritakan tentang, Nayla gadis berumur 22 tahun yang dinikahkan paksa dengan pengusaha berumur 30 tahun yang cacat akibat kecelakaan. Namun pernikahan itu atas dasar barter dunia bisnis.


Bagaimana kelanjutannya, langsung baca cerita novelnya ya...


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian apabila sudah mampir untuk membaca.


Terima kasih..

__ADS_1


Semoga cocok dihati pembaca semua..


πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


__ADS_2