
Ray tiba-tiba menarik tanganku untuk keluar dari taksi itu.
"Ray kamu apaan sich, harusnya kitakan ngomong sama pak supir taksinya kalau kita itu nggak ada hubungan." jelasku
"Iyakan bapak taksinya nggak tau Mel, udah ah yuuk kita masuk beli buburnya."
Akupun mengiyakan ajakannya dan berjalan masuk kedepot bubur ayam Hj.Somad
Saat kulangkahkan masuk kedalam, aku melihat pengunjungnya sangat ramai sekali.
antriannya lumayan panjang termasuk bapak ojol yang ikutan mengantri.
"Kita duduk dimana Ray, tempatnya penuh." ucapku
"Bentar ya.. aku carikan tempat duduk." lalu Ray menghampiri salah satu pegawai depot itu, berbincang-bincang kecil yang entah apa yang mereka bicarakan. Lalu tak butuh waktu lama kita mendapatkan tempat.
"Ayo Mel.." ajak Ray
Akupun mengikutinya dari belakang. Saat Ray duduk didepanku, kutanyakan perihal bagaimana bisa ia mendapatkan tempat duduk yang cepet seperti ini.
"Ray, kok bisa kamu dapat bangkunya cepet?"
"Oo itu... aku hanya bilang sama masnya kalau ada bidadari yang bakalan makan disini, lalu mas itu memberi tempat buat kita."
"Apa'an sich... receh tau nggak."
"Hahaha... emang bener... kamu selalu jadi.."
belum selesai Ray ngomong, ada pelayan yang mengantarkan bubur kita.
"Maaf mas, ini pesanannya." ucap pelayan itu
"Ok mas terima kasih ya.." ucapku sambil tersenyum
"Yaelah mas, masnya ini datang pada saat yang tidak tepat." kata Ray
__ADS_1
"Hahaha... udah ayok makan. Jangan dengerin dia mas."
Pelayan itu hanya tersenyum kecil melihat kita berdua.
Setelah itu kita menikmati bubur ayam sampai habis. Karna dari segi rasa, bubur ayam itu memanglah sangat enak. Taburan ayam dan bawang gorengnya juga nggak tanggung-tanggung.
"Setelah ini kita jalan yuk, bentar aja." pinta Ray
"Kita pulang ajalah ya.. kasian Nana jagain toko roti sendirian."
"Ayolah Mel.."
"Sorry Ray, kita langsung balik ya. Okey.." tolakku halus.
"Yaudah... Tapi lain kali lo nggak boleh nolak ya.." ujar Ray
"Nggak janji ya Ray."
Akhirnya merekapun balik menuju toko roti milik Amel. Saat ditaksi raut wajah Ray agak sedikit menunjukkan rasa kecewanya. Dan akupun berkata, " Maaf ya Ray.. sebaiknya kamu move on dari aku. Banyak cewek diluar sana uang lebih baik dari aku."
"Ada..." jawabku
"Nggak ada Mel, semua yang aku mau ada sama kamu."
"Ada Ray..."
"Okey, siapa..??" tanya Ray pasrah.
"Nana mungkin, hehehe.." ringisku.
"Ahh lo Mel. Dia kan masih muda banget. Ntar aku mala dipanggilnya om."
"Hahaha... kamu bisa aja Ray."
"Serius Mel, lo emang cantik."
__ADS_1
"Stop dech.. " ucapku..
"Hahaha.. okey.. okey.. gue akan belajar move on dari sekarang."
"Gitu dong..."
Tak lama taksipun berhenti tepat didepan toko roti milik Amel.
Namun saat ia turun dari taksi.. ia seketika membeku melihat apa yang ada didepan matanya. Bibirnya seolah tak mampu untuk mengucapkan kata-kata. Ia takut kesalahpahaman yang dulu terulang kembali.
Yaa... tepat sekali, ternyata Aldo datang ke Jakarta untuk menyusulku.
"Haii beb...." sapaku dengan mimik wajah penuh kehati-hatian.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hallo semua...
Author berterima kasih untuk kalian yang selalu meninggalkan jejak dikolom komentar dan juga yang nge-like ataupun juga yang hanya membaca aja.
Bagi author, kalian SEMANGATKUðŸ¤
Semoga kalian semua selalu diberi kesehatan oleh Allah ya.. (Amin)
Dan semoga juga wabah Covid ini juga cepet berakhir.. (Amin)
Jalani aktivitasmu dengan penuh semangat.
Terima Kasih...
🥰🥰🥰🤗🤗🤗
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
To be Continue ....
__ADS_1