
Haii kakak-kakak semua,
Aku pendatang baru disini,
Mohon maaf bila ada salah pengetikan ya.
Dukung aku, dengan klik tombol suka dan klik ❤️ untuk ditambahkan didaftar favorit kalian.
Terima kasih...
Flashback,
Air mata Amel tak kunjung berhenti, dia sangat ketakutan. Siapa yang sebenarnya membencinya, pikiran itu terus berputar dibenak Amel.
Ya Allah, tolong aku, selamatkan aku. Mama...papa...Amel takut... tolong Amel ma...
(tangis Amel pecah)
Dirumah mama betty....
"Assalamualaikum bu Betty...
Assalamualaikum...bu...bu Betty..." Teriak tetangga Amel yang sempat melihat Amel dibawa paksa oleh orang asing.
"Wa'alaikum salam, ada apa pak, kok panggilny sambil teriak-teriak." jawab mama betty dari dalam.
"Ini mendesak bu, ini tentang Amel. Saya melihat dari jauh, tadi Amel dibawa paksa sama orang asing dan dipaksa masuk kedalam mobil. Saya rasa Amel di culik bu.
__ADS_1
"Apaaa.... " mama betty langsung terkejut mendengar berita buruk yang menimpanya.
Mama Betty langsung menghubungi suaminya dan menceritakan semua. Alangkah terkejutnya papanya Amel mendapati berita yang di ceritakan istrinya. Lalu dia segera menemui atasannya dan meminta ijin untuk pulang.
Mama Betty tak berhenti disitu. Dia segera menekan tombol ponselnya, mengklik nomer kontak Aldo.
Menyambungkan... itulah tulisan yang ada di layar ponsel mama Betty.
Akhirnya panggilan itu tersambung...
"Hallo.. iya ma ada apa?" jawab Aldo.
"Nak Aldoo...." Suara mama Betty terdengar serak serta menahan tangisnya...
"Ada apa ma, apa yang terjadi..." Aldo merasa bingung mendengar calon mertuanya menangis.
"Nak Aldo,... amel diculik, tetangga mama melihat Amel dipaksa naik kedalam mobil dengan mulut dibekap. Apa yang harus mama lakukan sekarang, mama mencoba menghubungi ponsel Amel ternyata sudah tidak d aktifkan." Tangisan mama Betty pecah.
Di gedung tua.
Mobil penculik itu berhenti di sebuah gedung tua yang jauh dari pemukiman warga.
Amel yang merasa mobil itu berhenti langsung panik, kemana lagi dia akan dibawa.
"Ayo turun, cepaaat...." kata salah satu orang itu. Ditariknya tubuh Amel secara paksa hingga Amel jatuh terjungkal di tanah. Sikunya berdarah dan pakaiannya lusuh.
Tak sampai disitu, lengan Amel di tarik paksa lagi hingga masuk di dalam gedung.
__ADS_1
Disana sudah ada orang yang sedang menunggu dengan senyuman jahatnya.
"Bos, target sudah di tangan.." Ucap pria tinggi besar itu.
"Ikat dia di kursi. Aku akan menghubungi si empunya." Ujarnya.
Amel sempat ingat suara ini, dia terus mengingat-ingat siapakah pemilik suara ini.
Jessika...
"Apa kau jessika, Amel menebak-nebak dengan mata yang masih tertutup kain hitam."
"Hahahaha......" Jessika tertawa lantang..
"Kau mengenali suaraku ternyata. Kau tahu harusnya aku masih bisa bersanding dengan Aldo, dan bukan kau yang hanya anak orang miskin." Ejek Jessika sambil menarik paksa penutup mata Amel.
Disisi lain Aldo sudah berada di rumah mama Betty. Dan mama betty masih menangis dipelukan papanya Amel. "Bagaimana kita bisa berdiam diri disini menunggu kabar dari polisi, aku sangat mencemaskan Amel pa..."
Tak lama kemudian, ponsel Aldo berdering.
Panggilan dengan nomer yang tak ia kenal.
"Hallo..." Aldo mengangkat panggilan itu.
"Haii sayang....masih ingat suaraku." ucap Jessika. "aku akan menjaga gadismu dengan baik jika kau menuruti permintaanku."
Siaaal...(Umpat Aldo).
__ADS_1
"Ternyata kamu yang sudah merencanankan ini semua." jawab Aldo kesal.
"Tenang sayang, permintaan ku hanya ada 2, pertama kita menikah. Kedua, setelah menikah kita pergi ke Singapore dan menetap disana. Jika kamu menolak jangan salahkan aku jika gadismu hanya tinggal nama. Jika aku tidak bisa mendapatkanmu, kau juga tidak akan bisa mendapatkan gadismu itu." Ancam Jessika.