I Love Cowok Posesifku

I Love Cowok Posesifku
Eps 47. Terungkap


__ADS_3

"Kita mau kemana Yank??" Kataku.


"Aku mau ajakin kamu jalan-jalan. Trus malemnya kita dinner. Gimana?"


"Aku mau." jawabku senang.


"Okey, sekarang kamu siap-siap ya."


"ehm.." anggukku.


Lalu aku bergegas untuk pergi kekamar mandi.


Sedangkan Aldo, ia sedang menelpon papanya dan memberitahu kalau dia tidak kekantor hari ini.


***


**DISISI LAIN


Di koridor kampus**


"Mawar.." Panggil Ray pada Mawar.


"Haii Ray..." jawab Mawar


"Mana nomer telpon yang udah lo janjiin." tagih Ray


"Aduh bro, sorry banget ya."


"Tuh kan, lo bo'ongin gue."


"Bukan bro, masalahnya si Amel hari ini kagak masuk kuliah."


"Ya kan lo dah save nomer Amel."


"Hehehe... itu dia, gue lom tuker nomer ma dia." ucap Mawar sambil menggaruk-garuk kepalanya.


"Ahh elo... " kata Ray dengan nada kecewa.


"Iya.. iya... maaf ya..."


"Okeylah.. besok jangan lupa lagi."


"Siap komandan, laksanakan!!" Mawar menegakkan badannya dan memberi hormat pada Ray


"Apa'an sich lo. Ya udah gue kekelas duluan ya."


Mawar menggangguk tanda mengerti.


***

__ADS_1


RAY


Udah semalam gue nggak bisa tidur gara-gara mikirin dia, dan berharap banget buat tahu nomer telponnya, ehh mala dianya nggak masuk. Si Mawar pake acara lom save nomer Amel juga. Huufftt... sial banget gue.


Ray berjalan sambil menggerutu sendiri.


Gelagat Ray rupanya diawasi dengan sahabatnya, siapa lagi kalau bukan si brekele.


"Heii sobat, lo kenapa sich. Akhir-akhir ne lo aneh."


"Gila!! lo ngagetin gue aja."


"Abisnya, gue liatin lo jalan sambil ngomong sendiri. Lo kenapa sich? Jangan-jangan lo otewe ke arah gila yaa...?" goda si brekele.


"Yuup, gue sedang gila, tapi gila karna cinta. Tapi sayangnya cinta gue bertepuk sebelah tangan."


"Kagak isa bunyi dong, kalau sebelah tangan. Semangat sobat. Jangan menyerah. Sebelum janur kuning melengkung, semuanya nggak akan sia-sia."


"Hahaha... bener juga."


***


DIRUMAH ALDO


"Aku sudah selesai. Bagaimana, cocok nggak kalau pakai baju ini." kata Amel


"Apapun itu, kalau kamu yang pakai sangat cantik."


"Sudah.. ntar kalau aku puji terus kamunya melayang-layang. Kita berangkat yuuk!!"


"Kamu jahat beb.." ucap Amel manja.


"Beb, panggilan yang lucu. Boleh juga!!"


"Iihh... apa'an sih... hehehe." kucubit perutnya pelan.


Akhirnya kita berduapun melakukan perjalan. Aldo menancap gas mobil dengan kecepatan ringan.


"Sebenarnya kita mau kemana?!!" tanyaku


"Kau akan tahu nanti."


Perjalanan kita cukup jauh kali ini. Ternyata dia membawaku ke sebuah pantai. Dimana deruan ombak saling bersautan. Angin yang berhembus membuat rambutku melayang-layang.


"Kenapa kau mengajakku ke pantai?" tanyaku


"Karna, hanya dipantailah kita dapat melihat pemandangan yang sesungguhnya. Bagiku pantai adalah sumber yang dapat menjernihkan pikiran kita."


"Iya, kau benar... Disini sangat nyaman."

__ADS_1


"Tunggulah disini, aku akan membeli minuman." ucap Aldo


"Okay."


***


DIKAMPUS


"Mawar.." panggil Ray.


"Hey.."


"Mawar bagaimana kalau kita pergi kerumah Amel, siapa tahu dia sakit. Kita jenguk dia kerumahnya." Ajak Ray


"Tapi gue nggak tau rumahny Ray." kata Mawar.


"Itu gampang, serahin ke gue."


" Terserah lo dech, emang ya kalau soal hati nggak bisa ditahan." goda Mawar.


"Lo tau sendiri kan."


Selang 20 menit, alamat rumah Amel sudah ada ditangan Ray.


"Gimana, dapat?!!" tanya Mawar yang menunggu Ray didepan ruang dosen.


"Yuup."


"Okey, kita langsung kesana."


Setelah kurang lebih dua puluh menit, mereka sudah sampai didepan rumah Amel.


"Wahh... Rumah Amel ternyata gede juga ya." ucap Mawar.


TIING.. TOONG...


Suara bel rumah Amel berbunyi.


Bi ijah yang merupakan pembantu baru dirumah Amel segera membukakan pintu.


"Maaf, cari siapa?" kata Bi Ijah sopan.


"Amelnya ada bi?" tanya Mawar.


"Oh.. nyonya. Nyonya sedang pergi non sama tuan."


"Haa...nyonya!!" Mulut Mawar langsung menganga lebar. "Ehmm.. maaf bi, maksut saya Amelnya, bukan orang tua Amel." sambung Mawar.


"Iya non, Nyonya Amel sedang pergi dengan tuan. Orang tua nyonya Amel tidak tinggal disini."

__ADS_1


"Jadi maksut bibi Amel sudah menikah."


"Iya. Kalau boleh tahu non siapa ya..??"


__ADS_2