
"Kita ke Mall yuuk" ajak si brekele.
"Aku kelihatannya gak ikut dech.." kataku
"Ahh lo Mel... gak seru ah... ikutan ya.. bentar ajja, janji gak lama dech." pinta Mawar
"Tapi Ma.."
"Gue gak mau tahu!! Lo harus ikutan."
"Bentar ya.. aku mau telp seseorang dulu."
"Siapa? Suami lo."
Si Brekele langsung membelalakan matanya begitu mendengar Mawar bilang suami Amel. Namun ia memilih diam danbtidak bertanya.
Aku mengangguki ucapan Mawar.
"Okey, lo minta ijin suami dulu.!"
Tak menunggu waktu lama, aku langsung menghubungi Aldo.
"Hallo beb, aku pulang kampus makpir ketoko buku dulu ya sama Mawar." ucapku
"Okey, dimana?"
"Di mall deket kampus kok, bentar."
"Okey.. hati-hati ya.. nanti mau aku jemput pulangnya?"
"Eh... nggak usah beb.. kamu pasti capek. Aku pulang sendiri aja ya."
"Yaudah... aku lanjut kerja dulu ya."
"Iya, love you.."
Panggilan telpon itu berakhir. Lalu Mawar menghampiriku lalu berkata,
"Gimana...lanjut..??!!"
"Iya ayok..."
Sontak Ray langsung menunjukkan wajah sumringahnya. Seakan dia nggak sabar dengan jawaban yang di lontarkan olehku.
***
__ADS_1
Lima belas menit berlalu, mereka berempat sudah berada di Mall dekat kampus.
Mengitari toko demi toko sambil bercanda ria. Sudah lama aku nggak merasakan perasaan jalan-jalan bareng temen, bercanda ria, dan makan bersama sambil tertawa bebas. Karna setelah menikah, duniaku seakan berubah. Bagiku seakan aku hanya fokus dengan rumah tanggaku. Lebih mementingkan kebutuhan suami daripada kebutuhanku sendiri.
Kalau ditanya apakah aku bahagia?? Ya.. aku memang bahagia. Karna Aldo adalah suami yang sangat perhatian dan penyayang. Tapi aku merasa ada sebuah dinding pembatas tanpa aku sadari.
Kembali ke jalan-jalan kita di Mall.
"Mel, kamu mau pesen apa?" tanya Ray
Mawar melongo, Kamu?? ne anak otaknya gengser kali ya, nggak biasanya. Biasanya kan lo gue.
"Aku mau nasi goreng seafood aja, minumnya lemon tea."
"Okey, aku pesenin ya." ucap Ray...
"Heii kunyuk... kok Amel doang yang di tawarin, gue kan juga mau makan?" ucap Mawar sewot.
"Eh brekele, lo jangan diem ajja, Mawar tu tawarin mau makan apa??"
"Ogah, gue pesen ndiri aja!!" sewot Mawar dengan mulut 5 senti..
"Ya udah.. ya udah, gini aja, biar gue semua yang pesenin, tpi tetep ya Bro, lo yang bayar."
ujar si brekele..
Akhirnya Brandon memesankan makan untuk kita. Sedangkan Mawar, dia mendadak ke toilet.
"Eh bentar ya, gue mau pipis dulu.."
"Gue ikut.." ucapku.
"Jangan, kasian Ray. Lo sini ajja ya. Gue nggak lama kok." Mawar berlari kecil.
Tapi...
Tak sempat mulutku berbicara. Ray langsung mengalihkan pembicaraan.
"Eh Mel, kamu beneran udah bersuami?" tanyanya
"Iya Ray. Lebih tepatnya setelah aku lulus sekolah.
"Dijodoin, atau pilihan kamu sendiri?!!"
"Pilihanku sendiri."
__ADS_1
"Boleh aku jujur Mel..."
DEG...
Jantung Amel langsung berdetak tak karuan, seakan ia tahu akan firasat kemana arah pembicaraan Ray.
"Apa?" jawabku
"Aku benernya suka sama kamu. Sejak kita pertama ketemu, aku selalu salah tingkah kalau mau berhadapan ama kamu. Kalau dirumah, aku selalu pengen nelpon kamu."
"Maaf Ray.. aku sudah berstatus. Kita temenan ajja ya."
"Aku tahu itu, dan konyolnya aku bersedia kok jadi simpenan kamu." Ray langsung memegang tanganku.
Karna terkejut aku langsung menarik tanganku. Namun Ray memegang sangat kuat.
"Jangan begini Ray... atau aku akan membencimu."
"Jangan begitu Mel, kasih aku kesempatan. Akan aku buktikan kalau aku lebih baik darinya..?
"Siapa yang kamu maksut lebih baik darinya???"
Tiba-tiba ada suara datang dari belakangku.
JREENNG...
Aku langsung menoleh kearah belakangku.
"Aldo?" ucapku...
***
To be Continue...
Thanks for reading...
π₯°π₯°
Author Sekeluarga mengucapkan
Minal Aidzin Wal Faidzin
Mohon Maaf Lahir & Batin.
πππ
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya...
Makasih...πππ