
Akhirnya aku merasakan mobil Ricko berhenti.
"Sudah sampaikah..??!" tanyaku
"Ya amelku yang comel, ayo aku bantu kau turun." ucap sahabatku
"Pegang tanganku aku erat Tan, aku tak mau merusak dress yang diberi Aldo ini karna terjatuh."
"Cerewet..." jawab intan
Ricko yang sudah memarkirkan mobilnya. Dia turut menggandeng tangan Amel. "Aku bantu juga ya."
Mereka berjalan pelan-pelan. Bak menggandeng tuan putri dari khayangan.
Ricko terkadang melirik kearah Amel.
Kau sangat cantik Mel, harusnya aku yang memberi kejutan seperti ini jika kau membuka hatimu untukku.
Tapi tak apalah, asal kau bahagia.
Gumam Ricko dalam hati
"Tan, aroma ini seperti bau pesisir pantai. Apa kau membawaku di pantai."
"Ya.. "
Lalu langkah kaki Intan berhenti.
"Kau berdiri disini dulu ya Tan, jangan pindah posisi. Sebentar lagi Aldo akan menjemputmu.
"okey" jawabku
Tak lama dari itu,
Intan berteriak dari arah belakang Amel
"Mel, buka ikatan tali kamu sayang.."
Aku mendengar perintah Intan dan langsung menurutinya. Kubuka ikatan itu pelan-pelan..
__ADS_1
Dan...
Whaaaooo.... indah sekali, pantai itu dihias sedemikian rupa, semua serba berwarna pink dan putih.
Dimana Aldo...
Aku melihat sekeliling, ternyata disana tidak adabAldo, hanya ada Intan dan Ricko, mama, papa, Andre, dan kedua orang tua Aldo juga disana.
Dadaku semakin berdekup kencang. Rasa gugup, bahagia , senang, terharu, semua bercampur jadi satu.
"Dimana Aldo.." aku bertanya pada mereka.
Karna sedari tadi aku tak melihat Aldo.
"Bukalah kotak itu sayang" teriak mereka.
Karna desiran suara air laut sangat kencang, angin bertiup berhembus membuat rambutku melayang-layang.
Disana ada sebuah kotak besar berwarna putih dengan ukuran empat kali tiga meter dan tinggi 4meter.
Disudut kotak itu bertuliskan TARIK PITANYA
Saat kutarik pita panjang yang melingkar di kotak besar itu, ternyata box itu terbuka disetiap sisinya dan menumpahkan banyak balon berwarna pink dan putih yang ada didalamnya.
Aku sangat terpukau melihatnya, dan ternyata Aldo berada ditengah-tengah kerumunan balon tadi.
Dia membawa papan putih yang bertuliskan.
WILL YOU MARRY ME
Sontak aku menutup mulutku dengan kedua telapak tanganku. Air mataku menetes membasahi pipi.
Aldo berjalan kearahku
Dan dia berlutut dengan setengah kakinya ditekuk dibawah. Membuka sebuah kotak kecil berwarna merah, yang isinya tak lain adalah sebuah cincin berlian.
Sangat indah, batu murni itu mengkilau dengan saat sempurna.
"Apa kau serius sayang.."
__ADS_1
"Sangat serius... menikahlah denganku."
" Ya..ya..aku mau...ya sayang...aku mau..." Aku berjingkrak kecil lalu memeluknya dengan tangis bahagiaku.
Orang-orang langsung berteriak gembira setelah tahu lamaran itu berjalan sempurna...
Intan langsung memeluk Ricko...
"Aku mau kau juga melamarku seperti Aldo melamar Amel tapi harus lebih romantis."
"Dengan senang hati cintaku." jawab Ricko
*
*
*
*
Setelah acara lamaran dipantai siap.
Mereka segera pergi kehotel yang ada didekat pantai itu.
Kamar yang ditempati keluarga besar mereka berada menghadap kepesisir laut. Sangat indah....
Mama dan papa beristirahat dikamar hotel, begitu juga mama Tara dan papa Dirwan.
Sedangkan aku, Aldo, Intan, dan Ricko kita berkeliling mengitari area hotel. Menikmati fasilitasnya...
"Kau senang sayang.." tanya Aldo
"Ya..sangat senang sekali, dadaku berdetak kencang saat kau keluar dari box itu."
"Kau tahu Al, waktu dimobil Amel berisik sekali." Ujar Intan.
"Abisnya mereka nyebelin tahu nggak sich!!"
"Heii bro, selamat ya...semoga acara kalian selanjutnya berjalan lancar." ucap Ricko sambil menepuk pundak Aldo
__ADS_1
"Thanks bro.." jawab Aldo