
Sesampai Amel dan Aldo di kota Surabaya. Dia langsung tinggal dirumah barunya yang letaknya tak jauh dari kedua orang tua mereka.
Karna memang kedua orang tua mereka nggak mau berada jauh dari anak dan menantunya.
***
"Ini rumah kita sayang..?" tanyaku
"Yeaahh.. bagaimana...??"
"Bagus sayang, disini sangat nyaman."
Rumah yang ditempati mereka memang besar, minimalis modern itulah kata yang tepat untuk menggambarkan rumah yang mereka tempati saat ini. Designe interiornya mama Tara yang mengatur. Sangatlah memancarkan suasana kehangatan.
"Kau tau aku sangat menantikan rumah ini ramai dengan candaan anak kita." ucap Aldo
"Ehmm..yeaah... " jawabku berat
"Kau kenapa sih sayang, dari kemaren rasanya kau menolak untuk segera hamil. Apa kau memang sengaja ingin menundanya!!"
"Bukan gitu Al, kau kan tau aku masih sangat ingin melanjutkan studiku."
"Kau..!! Apa studimu dapat menjamin kebahagiaan keluarga kita."
"Kau sudah menyetujui kesepakatan kita Al.."
"Kau mau membantah suamimu."
"Kamu apa'an sih Al, sebelum menikah kitakan sudah sepakat. Jangan bilang kau akan mengingkari kesepakatan kita."
"Sebaiknya kau jangan mengganguku dulu. Aku mau istirahat, aku lelah!!"
__ADS_1
"Tapi Al..."
Aldo tak menggubris kata-kata Amel. Dia lalu memasuki kamar dan membanting pintu kamarnya.
"Maksut dia apa'an sih... kok dia ingkar ma kesepakatan awal." ucapku sambil menghempaskan tubuhku di sofa. Kupijit-pijit pangkal hidungku.
"Apa yang harus aku lakukan??"
Kuberanikan diri untuk memasuki kamar dan menghampiri Aldo.
Kulihat dia sedang tidur memunggungiku. Dan menutup tubuhnya dengan selimut sampai lehernya.
Kupeluk tubuhnya dari belakang. Kuletakkan daguku di bahunya, dan berkata, "Sayang, aku minta maaf ya, bukannya aku nggak mau hamil, tapi please aku bener-bener ingin melanjutkan study ku. Aku janji, walaupun aku da masuk kuliah lalu aku hamil, aku bakalan langsung ambil cuti kuliah. Okay... Boleh ya.. Hadap sini dong sayang. Jangan ngambek ya.."
"Yank, kau tahu kan mama juga sangat ingin mendapatkan cucu. Dan kau mala menolak seperti ini."
"Aku tak menolak Al, hanya saja..."
"Okay...okay..aku tahu...!! ok kamu boleh lanjut study, asal jika kau sudah hamil, kau langsung ambil cuti kuliah."
"Sementara aku mau langsung bantu usaha papa. Aku hanya mengambil kursus dasar pengembangan bisnis. Dan setelahnya..."
"Setelahnya apa Al...?"
"Jika memungkinkan, papa menyuruhku ambil kuliah di New York."
"Kau curang,.. kau mala akan lanjut kuliah di luar negri,sedangkan aku...?"
"Kan masih rencana. Kok sekarang gantian kamu sih yang ngambek, ntar jelek lho..!!"
"Biarin... " jawabku sebel.
__ADS_1
"Hahaha...sini.. Peluk aku."
***
KRIIIINGG....
Bunyi alarm jam weker dikamarku. Waktu menunjukkan pukul 04.30.
Aku terbangun karna suara alarm itu sangat nyaring ditelingaku.
"Al, bangun.. kita sholat bareng yuuk.." pintaku.
"Ehhmm..jam berapa Yank..."
"Da jam 04.30 nech.. Yuuk ambil air wudhu."
"Okay.."
Lalu kami melakukan sholat shubuh berjamaah.
Setelah melakukan sholat aku segera kedapur untuk menyiapkan sarapan pagi.
"Kau mau aku buatkan apa Al.." tanyaku sambil melipat mukenah.
"Terserah kau saja."
"Okay, aku buat sandwich ajja ya..."
"Boleh juga...!! O ya, nanti aku mulai ikut papa. Kamu nggak papa kan dirumah sendiri. Atau kau mau kerumah mama kamu ajja.??"
"Aku dirumah ajja yank, aku mau membereskan barangku yang masih ada dikoper."
__ADS_1
"Okay kalo gitu, aku usahakan segera cepat pulang."
"Hey Boy..Santaii.. jangan terlalu khawatir. Okay.."ucapku.