I Love Cowok Posesifku

I Love Cowok Posesifku
Eps 84. Posesif


__ADS_3

"Kak, mas Ray apa sudah pulang." tanya Nana saat melihatku didapur.


"Ya Na. Kenapa? Kamu suka ya." godaku


"Hehehe... gimana nggak suka, wajahnya cakep begitu."


"Kapan-kapan aku kenalin dech.. ya.."


"Eh jangan kak... jangan lama-lama maksutnya.. hehehe.." kata Nana dengan gelagat lucunya.


"Kamu ini... ya udah aku mau masakin telur dulu buat Aldo."


"Iya kak. Kalau begitu aku mau bikin adonan roti. Oya kak, Dimas boleh tinggal disini terus nggak kak, buat nemenin aku."


"Ya tentu aja boleh Na.. Kasihan dia, kalau nanti butuh apa-apa buat keperluan sekolahnya kamu langsung hubungi aku ya Na."


"Alhamdulillah, kak Amel baik banget, aku bersyukur dipertemukan sama kak Amel." ucap Nana.


"Aku juga bersyukur bertemu kalian." ucapku sambil membalikkan telur yang sedang aku goreng.


Setelah selesai menggoreng, aku segera menyiapkan sarapan pagi untuk Aldo.


Piring berisikan nasi goreng dan telur mata sapi aku hidangkan dimeja makan tengah.


"Ini beb, makanlah selagi hangat " ucapku.


"Makasih ya.."


"Kamu kok tiba-tiba susulin aku kesini beb."


"Karna aku rindu."


"Idiiihh... gombal mukiyoo..." kataku


"Ih beneran. Bentar lagi kita cari hotel terdekat ya, aku lelah sehabis perjalanan."


"Istirahat disini aja beb." ucapku


"Nggak enak sama Nana dan juga Dimas Mel."


"Ya udah dech, sekarang kamu abisin dulu sarapannya. Aku mau kedapur bantuin Nana dulu ya bentar."


"Iya."

__ADS_1


Lalu akupun berjalan menuju dapur untuk membantu Nana membuat adonan roti yang akan kita jual hari ini.


"Na, apa disini kamu punya kendala yang lain."


"Alhamdulillah nggak ada kak, semua berjalan normal dan stabil, hanya saja pas ada orderan acara, aku sedikit kerepotan membuatnya, jadi terkadang aku memperkerjakan orang dan aku bayar harian."


"Oo... apa perlu aku carikan partner buat kamu Na."


"Untuk sementara ini nggak usah kak. Nanti kalau aku bener-bener nggak bisa ngatasin sendiri, aku akan cari orang untuk membantuku."


"Begitu... yaudah terserah kamu aja. Asal semua masih bisa kamu handle " ucapku


Setelah kurang lebih satu jam aku membantu Nana didapur, aku berpamitan untuk pergi mencari hotel terdekat agar Aldo bisa istirahat setelah perjalanan.


"Aku pergi bentar ya Na, segera hubungi aku kalau butuh sesuatu."


"Iya Kak, kak Amel istirahat dulu aja. Aku da ada yang bantuin nich, jagoan kecil aku udah bangun." kata Nana sambil mengusap rambut Dimas yang baru saja terbangun dari tidurnya.


"Ok. Bye Nana.. bye Dimas. Ntar sorean kak Amel kesini lagi"


Nana mengangguk.


Dan akupun langsung menaiki taksi yang sudah Aldo pesan melalui jasa online.


"Siap mas.." jawab sopir taksi itu


"Beb, tadi nyampe toko jam berapa?" tanyaku menghadap kearah Aldo


"Kurang lebih 30 menit sebelum kamu datang. O ya, kenapa Ray juga kenal sama Intan, bukannya dia anak kampus kamu kan?"


"Aku kurang tahu juga beb. Nanti bakal aku tanyain dech.."


"Tanyain kesiapa? Kamu mau telponan sama Ray." tanya Aldo ketus.


"Ya ampun beb, kagak... maksud aku tanyain sama Intan. Mulai dech kamu... lagipula tadi kamu bilang aku boleh berteman ama siapa aja, sekarang mala balik jadi tuan mata elang yang posesif."


"Iya boleh ama siapa aja, asal dianya nggak boleh sampe baper ama kamu."


"Iyakan perasaan orang aku nggak bisa atur beb. Yang penting akunya kan hanya anggap mereka teman. Ngeselin dech kamu...!!!" aku langsung membuang muka kearah jendela dan tak merespon ucapannya lagi.


Dasar tuan mata elang yang posesif. Gumamku dalam hati.


"Ya bukan.... hufft... iya dech, aku yang salah. Maafin ya.."

__ADS_1


Saat Aldo hendak melanjutkan ucapannya, tiba-tiba taksi berhenti.


"Maaf mas, kita sudah sampai."


Ya ampuun sampai lupa kalau kita sedang naik taksi. Adu mulut di dalam taksi itukan sangat memalukan. Batin Aldo.


"Emm.. iya pak. Ini pembayarannya, kembaliannya ambil buat bapak aja." ucap Aldo


"Aduhh terima kasih banyak ya mas. Semoga kalian selalu bahagia dan langgeng." jawab sopir taksi itu sambil tersenyum. "Saya bantu turunin kopernya ya mas" sambungnya


"Iya pak. "


Lalu kami berdua masuk kedalam lobby hotel dan memesan kamar.


***


Setelah kurang lebih 10 menit,


"Baik pak ini kunci kamar anda. Selamat beristirahat dan terima kasih." ucap resepsionis itu.


"Iya." jawab Aldo singkat


Kamipun berjalan ke arah lift yang menuju lantai 8. Didalam lift aku hanya terdiam tanpa berkata apapun pada Aldo, mengingat betapa kesalnya saat di dalam taksi tadi.


Begitu juga Aldo, ia seakan bingung akan memulai pembicaraan. Karna ia tahu kalau disinilah ia memang yang salah.


Saat pintu lift terbuka, kami berjalan mencari kamar 567.


"Sayang, ini kamar kita."


Aku hanya terdiam dan hanya mengangguk.



\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


To be Continue


Thanks for reading


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak dikolom komentar ya.


πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°

__ADS_1


__ADS_2