
"Jadi maksut bibi Amel sudah menikah."
"Iya. Kalau boleh tahu non siapa ya..??"
Mawar dan Ray sontak langsung berpandangan. mereka masih terheran dengan status yang sudah melekat pada Amel. Hati Ray seakan hancur, dia gak tau harus bagaimana menyikapinya. Karna disisi lain dia sangat menyukai Amel, namun saat ini rasa itu harus ia kubur dalam-dalam.
"Saya Mawar bi, teman kampusnya Amel. Saya kira Amelnya lagi sakit, mangk"anya saya kesini. Ya sudah kalau begitu kita langsung pulang aja ya bi. Permisi." kata Mawar.
Saat diperjalanan, Mawar melihat Ray sangat kecewa mendengar berita itu.
"Ray, lo nggak apa-apa. Udah lo terima aja kenyataan ini, toh masih banyak cewek yang mau sama lo."
"Iya banyak, tapi yang seperti Amel nggak ada."
"Emang susah ya kalau da ngomong soal hati. Trus rencananya lo mau bagaimana?"
"Yang jelas gue nggak mau ngerusak hubungan orang lain."
"Terserah lo dech... Dah sekarang lo anterin gue pulang."
"Okey... "
***
ALDO DAN AMEL
Aldo dan Amel sangat menikmati pemandangan pantai saat itu, hingga mereka berdua tak menyadari hari sudah petang.
Mereka sedang duduk santai di pesisir pantai. Hanya berdua. Laut pantai menjadi saksi kisah cinta mereka
__ADS_1
"Thanks ya beb." sebutan baru Amel untuk Aldo.
"Ngapain harus berterima kasih."
"Aku seneng punya pasangan hidup seperti kamu. I love you beb."
"Love you too" jawab Aldo dengan mencium kening Amel
KRRUUUKK....
"Beb, aku dah laper nech, kita jug makan ya, perut aku sampai keroncongan." ujar Amel
"Hehehe..okey.. Ayo sekarang kita cari makan."
Lalu mereka berduapun berjalan menyusuri jalan pantai mencari-cari lokasi ternyaman dan makanan yang jadi favorit mereka berdua.
***
Ray masuk kedalam rumahnya, dia berjalan seakan tanpa daya. Ia merebahkan badannya di sofa kamarnya. Angannya hancur, hatinya pecah berkeping-keping mendengar status Amel yang sudah jadi istri orang lain.
Kenapa Mel, kenapa gue bisa langsung jatuh hati ke elo. Rasanya ego gue pengen ngrebut lo dari pasangan hidup lo, tapi disisi lain hati gue nggak mau ngerusak hubungan lo. Trus gua harus gimana Mel. Ray mengacak-acak rambutnya frustasi.
Dengan susah payah, akhirnya Ray dapat memejamkan matanya. Ia terus memikirkan Amel sampai terlelap dalam tidurnya.
***
KEESOKAN HARINYA.
HUEEKK.... HOUEEKK...
__ADS_1
Amel berlari ke kamar mandi, ia terus memuntahkan cairan bening dari mulutnya.
Kenapa ini, bangun tidur perutku terus mual-mual. Rasanya seperti mau muntah, perutku seakan diaduk-aduk didalamnya....
"Sayang, kamu kenapa..?? Kita kedokter ya..?" kata Aldo panik.
"Nggak usah... " jawabku
"Tapi apa bener kamu nggak apa-apa dengan kondisi seperti ini, sebentar aku telpon mama dulu ya."
"Beb.." panggilku, namun Aldo terus berjalan mengambil ponselnya untuk menghubungi mama.
"Hallo ma... Amel bangun tidur terus muntah-muntah. Apa yang harus Aldo lakuin ma ?"
"Apa, anak mama mual muntah, kamu sebaiknya periksakan Amel kedokter sayang, siapa tahu Amel hamil." jawab mama sumringah.
"Apa!! Bb.. baik ma..." Aldo langsung memencet tombol akhiri dilayar ponselnya.
"Sayang, kata mama sebaiknya kita periksakan kedokter, karna siapa tahu kamu sedang hamil." jabar Aldo
"Nggak mungkin!!" jawabku singkat.
"Kenapa nggak mungkin!!" Aldo terheran dengan mengernyitkan alisnya.
"Ehmm... maksutku, nggak munkin karna baru minggu lalu aku selesai haid." aku mencari alasan yang dapat membuatnya tidak curiga.
"Yang penting kita periksa dulu, okey. Apapun hasilnya nanti, aku akan bisa menerimanya."
Aku mengangguk menyetujuinya.
__ADS_1