
"Tapi waktu itu, katamu..??!!" Aldo berbicara terbata-bata karna kebingungan.
"Kau ingat apa yang kamu lakukan terakir, saat itu aku sudah tidak pernah minum pil kb milikku. Saat setelah aku jatuh sakit, aku tak pernah meminumnya. Karna aku melihat betapa mama dan kamu sangat senang saat mengira aku hamil.
"Lalu saat kejadian waktu itu, aku memutuskan ke Jakarta, karna aku tidak mau membuat mamaku cemas memikirkan kondisiku." sambungku.
Aldo langsung tersigap duduk lalu menatapku. Dengan mata elangnya yang bersinar dan berkaca-kaca.
"Kamu serius sayang." tanyanya yang masih tak percaya.
"Iya beb, aku mengetahuinya saat kehamilanku menginjak minggu keenam. Aku jatuh pingsan ditoko. Nana membawaku kerumah sakit waktu itu."
"Oh sayang, maafkan aku karna tak ada disampingmu saat kau membutuhkanku. Dan terima kasih banyak sudah menjaga bayi kecil ini." Ia kembali memelukku
"Tidak apa-apa beb. Yang penting sekarang kita sudah kembali bersama." jawabku dengan posisi ganti memeluknya, kusandarkan kepalaku ke dada bidang milik Aldo.
Tubuh ini, aroma ini benar-benar membuat rinduku terobati. Lalu akhirnya kita berdua terlelap berdua dengan saling berpelukan.
***
KEESOKAN PAGINYA
Aku terbangun pukul 5 pagi, kulihat wajah Aldo yang masih tertidur pulas. Wajah yang benar-benar ia rindukan. Kuraba wajahnya dan juga mata elangnya yang selalu aku kagumi.
Tiba-tiba Aldo membuka matanya...
(CI.. LUK.. BA)π π π
#Intermezzo ya readers...
(Silahkan lanjut membaca, semoga sehat selalu untuk kalian.)
***
Tiba-tiba Aldo membuka matanya dan berkata,
"Selamat pagi sayang." ucapnya sambil mencium keningku. "Kamu semakin cantik." imbuhnya
"Benarkah? Nanti kalau aku semakin gemuk bagaimana?" tanyaku
"Asal kamu tetap jadi dirimu sendiri, aku tak masalah."
"I Love you beb, aku masih tidak percaya kau ada disini sekarang." Aku memeluk erat tubuh Aldo.
"Heii... jangan kencang-kencang, nanti anak kita terjepit." ucapnya panik
"Hahaha... aku baik-baik saja papa." ucapku menirukan suara anak kecil.
"Hehehe.. terima kasih sayang. Aku janji nggak akan pernah meneriaki dan memarahimu lagi."
__ADS_1
Aldo mencium bibirku dengan penuh gairah seperti hasrat yang telah lama terpendam.
Melum*tnya bergantian, lalu turun di leher putihku. Tanganku melengkup keleher belakangnya.
Pagi itu hasrat kami saling beradu. Saling bertukar saliva namun Aldo tak ingin melakukannya lebih jauh lagi karna takut akan menyakiti anak yang ada dalam kandunganku.
Aku tersenyum bahagia mendapatkan suami yang begitu perhatian seperti Aldo.
Teruslah jadi penerang hidupku
Teruslah jadi suami yang selalu mencintaiku
"Sayang, ayo kita beritahu kabar gembira ini ke mama."ucap Aldo
"Eiitss... mandi dulu beb, mama nggak akan mau mendekat saat tubuhmu penuh keringat seperti ini."
"Hehehe... barengan yuuk!!"
"Apa'an sih beb, sudah sana...hehehe.." tawaku sambil mendorong punggung Aldo. Pipiku seketika merona karna malu.
Saat kita sudah berbenah diri, kita segera menuju kekamar mama untuk memberitahu kabar gembira ini.
Ding.. Dong..
Suara bel kamar hotel mama Tara.
"Oh haii... sayang. Ayok masuk. Pa... coba liat siapa ini yang datang." ucap mama Tara senang.
"Ayok masuk.. masuk..." kata papa.
"Pa.. ma.. kita berdua ada sesuatu yang pengen di ceritain." ujar Aldo mengawali pembicaraan.
"Ada apa sayang.. sini duduk" jawab mama Tara sambil mempersilahkanku duduk disofa hotel
"Ma, Amel ternyata sudah hamil 2 bulan."
"Apa.. benarkah?!!" mama Tara terkejut
"Ya ma." Lalu Aldo menceritakan semua dari awal.
"Astaga, maafkan mama sayang, awal kehamilan pasti berat, apalagi tidak ada suami yang mendampingi kamu." kata mama Tara
"Selamat anakku, yes.. kita sebentar lagi bakal jadi kakek dan nenek ya ma.." kata papa yang ikut senang mendengarkan berita gembira ini.
"O ya, segera kamu menghubungi mama kamu, dia juga pasti cemas. Jangan lupa ya.."
ucap mama Tara
"Baik ma.." jawabku tersenyum.
__ADS_1
"Ayok sekarang kita pergi sarapan dulu. Mama nggak mau cucu mama didalam sini kelaparan.Hehehe..." ucap mama sambil mengelus perutku yang masih rata.
"Hahaha.... baik ma. Terima kasih." jawabku memeluk mama Tara.
Lalu mereka berempatpun pergi keluar untuk mencari sarapan di resto dekat hotel.
***
Kring... Kriing....
Bunyi suara ponsel mama Betty.
"Hallo..." jawabnya
"Mama, ini Amel..."
"Alhamdulillah sayang, kamu sekarang dimana. Mama sangat khawatir."
"Amel sedang sarapan ma sama suami dan mama Tara dan juga papa."
"Syukurlah akhirnya mereka menemukanmu."
"Mama sehatkan?"
"Iya sayang, mama baik-baik saja."
"Alhamdulillah kalau begitu, jaga kesehatan nenek ya, nggak lama lagi aku akan menemui nenek." ucapku menirukan suara anak-anak lagi.
"Amel, apa kamu sedang hamil saat ini nak?!!"
"Iya ma."
"Ya Allah terima kasih.. segeralah datang kemari sayang."
"Baik ma, sekarang Amel mau makan dulu ya ma, nanti Amel hubungi lagi. Bye ma.."
"Iya sayang makan yang banyak ya, dan jangan lupa minum susu. Doa mama selalu bersamamu."
"Terima kasih ma.."
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
To be Continue
Thank for reading
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian dikolom komentar ya, supaya aku tambah semangat.
π€π€π€π₯°π₯°π₯°
__ADS_1