I Love Cowok Posesifku

I Love Cowok Posesifku
Eps 79. Berangkat


__ADS_3

Drrtt....


Suara ponselku bergetar


"Hallo... "


"Hallo Amelku yang comel, pa kabar..?" terdengar suara Intan dari arah ponsel tersebut.


"Ah lo Tan, gue baik-baik aja." jawabku


"Kita ketemuan yuuk, kangen nech..."


"Aduuh sorry banget Tan, gue ntar lagi mau siap-siap ke Jakarta.


"Mau ngapain ke Jakarta?"


"Ada perlu sama toko roti gue yang ada disana."


"Ooouuww.... Oke dehh, kalau gitu nunggu lo balik dari Jakarta aja. Gue yang traktir makan dehh.."


"Janji lo ya... gue kepret klo misal lo ingkar janji."


"Hahaha.... itu sihh kalo gue inget." jawab Intan terbahak-bahak.


"Ok dech Amelku yang comel, gue tutup dulu ya telponnya, bye... See you... " sambung Intan lagi.


"Bye..."


Akupun segera menekan tombol tutup pada layar ponselku.


***


Dirumah Intan


Ting tong...


Suara bel rumah Intan berbunyi


Iyaa.... sebentar

__ADS_1


Intan berteriak dari dalam


Siapa sich nggak sabaran amat mencet belnya. Gerutu Intan


Pada saat pintu dibuka,


"Oh elo Ray, ayo masuk. Ada perlu sama papakah?" tanya Intan


"Nggak, gue ada perlu ama lo." jawab Ray


"Sama gue, ada apa'an?" jawab Intan bingung


"Lo sahabatnya Amelkan? Boleh minta no telponnya Amel."


"Oo itu, ya jelas gue punyalah, tapi jangan dech. Karna kalau sampai ketahuan Aldo Amel ge telponan ama lo, ntar dia cemburu."


"Ya udah, gini aja lo yang telpon lalu gue ntar pinjem bentar."


"Oke, tapi jangan sekarang, karna barusan gue telpon katanya dia mau berangkat kejakarta."


"Mau ngapain dia kesana?" tanya Ray penasaran.


"Jakarta mana? Toko rotinya apa?"


"Lo kayak wartawan aja, nanyak mulu. Emang dulu sedekat apa sih lo ma Amel."


"Ya hanya temen aja, tapi karna keegoisan Aldo, Amel sempet pergi ke Jakarta sendirian."


"Serius lo. Kok Amel nggak pernah cerita ke gue."


"I dont know. Come on Intan, apa nama toko rotinya?" tanya Ray penasaran.


"Aurora Bakery, emang lo mau nga..." belum sempat Intan melanjutkan kata-katanya tiba-tiba saja Ray langsung memotong pembicaraannya.


"Ok thank's Intan, bye..." jawab Ray sambil berjalan meninggalkan rumah Intan.


"Heii... dasar lo ya, main pergi aja."


Ray hanya melambaikan tangannya.

__ADS_1


Oopss, apa tadi gue salah ngomong ya, salah nggak ya kalau aku kasih tau Ray. Oh Tuhan, semoga anak sia*an itu nggak bikin rese' ama rumah tangga Amel. Batin Intan.


***


Dirumah Aldo


Amel sudah mempersiapkan semua yang ia butuhkan di Jakarta. Dan Aldo melihatnya sambil menggendong Anastasya.


"Beb, jangan melihat seperti itu dong. Kan besok sore aku sudah pulang."


"Yahh, hanya saja aku nggak terbiasa kamu tidak disisiku. Aku pasti akan merindukanmu."


"Aku janji, akan segera kuselesaikan secepat mungkin. Okay."


"Okay, kalau kau terlalu lama disana aku akan menyusulmu."


"Hahaha... nggak akan lama beb." ucapku sambil mencium bibirnya yang hangat dan lembut."


Setelah semuanya selesai, tibalah Amel berangkat menuju bandara. Aldo mengantarkan istrinya dan menitipkannya ke mama Tara.


"Sayang, nggak boleh nakal ya sama omma." ucap ku pada Anastasya dan juga Abriham lalu kumencium kening mereka.


"Mama, titip mereka sebentar ya.." sambungku pada mama Tara


"Jangan khawatir sayang." jawab mama Tara lembut.


"Terima kasih ma."


Lalu akupun memasuki mobil dan berangkat bersama Aldo.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


To be Continue


Thanks for reading


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian dikolom komentar ya...


πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°

__ADS_1


__ADS_2