
Sudah siap semuanya-kan... kita berangkat yuuk.
"Tapi tante, kalo nginep amel nggak bawa baju ganti, apa sebaiknya amel gk usah ikut ajja ya.."
" Gak apa-apa sayang, tante bawain kamu pakaian dari toko tante. Kalo ukurannya, insyaallah pas kok. Jadi kamu tenang ajja ya."
ujar mamanya aldo menenangkan Amel.
Perjalananpun dimulai menuju kota malang. Jarak tempuh kurang lebih sekitar 2-3 jam an.
Saat perjalanan amel tertidur disamping aldo. Rambut hitamnya tergerai dengan indah menutupi sebagian wajahny, bibirnya yang merona, membuat Aldo seakan ingin mengecupnya. Namun ia urungkan karna ada mama dan papanya.
Akhirnya kita sudah sampai...
Mama tara yang melihat amel masih tertidur menyuruh aldo menggendong amel ke kamar yang sudah disediakan.
"Hati-hati ya sayang, jangan sampe kepalanya kejedok pintu." ucap mama tara.
" Ya ma..." jawab aldo...
"Bu parmi dan Pak tiok tolong barangnya d masukkin ke dalam ya. Terima kasih ya sebelumnya." pinta mama tara ke pembantu rumahnya yang ikut serta dibawa berlibur ke villa.
__ADS_1
"Baik bu,.." ucap bu parmi sambil membereskan koper yang ada didalam mobil.
Mama tara dan papa dirwan masuk ke kamar bawah. karna tubuhnya yang sangat lelah. mereka pergi membersihkan badannya.
Kembali ke cerita Aldo...
Sesampai dilantai atas. Aldo membuka kamar yang akan d pakai untuk amel. Dan meletakkan tubuh amel pelan-pelan ke tempat tidur. Masih dengan tidurnya. Aldo mengusap lembut pipi amel. Kamu cantik mel (gumamnya). Lalu aldo memberanikan diri untuk mengecup amel..
Ciuman pertama, amel masih nyenyak di tidurnya. Lalu aldo mengecup bibir amel lagi. Kali ini ciuman aldo agak lama, sampe membangunkan tidur lelapnya amel.
Seketika amel langsung membelalakan matanya dan mendorong dada bidang aldo.
" Malam cantik,...kau seperti putri tidur yang terbangun setelah pangeran menciumnya." kata Aldo tersenyum.
"Apaan sih kamu Al.." jawab amel..
"Jadi kamu gak bakalan nampar aku seperti dulu kan. Kamu-kan da jadi cewek aku, dan nggak lama kemudian kamu juga bakalan aku lamar. Aku nggak mau sampe pangeran kodokmu itu gangguin kamu terus." ucap aldo ketus
" Kalau kamu kelewatan, jangan salahin aku kalo kamu kena tamparan aku lagi ya..." seru amel.
" Berarti aku boleh donk kapanpun cium kamu." goda aldo.
__ADS_1
Ya ampuun, wajahmu sempurna sekali aldo, mata elang, hidung mancung, kulit putih bersih, rambut hitam pekat, tubuh tinggi. Serasa tiada yang kurang bagimu. Ucap Amel dalam hati, dan tertegun melihat wajah Aldo dari dekat.
"Mel...kamu nggak apa-apa? Mel..." panggil aldo.
Namun tiba-tiba tekuk leher Aldo d tarik oleh tangan amel dan kali ini amel-lah memulai mencium bibir aldo. Aldo yang kaget sontak membulatkan matanya. Kau ini selalu saja ceroboh. Bagaimana kalo aku memakanmu disini (gumam aldo).
Karna terbuai dengan bibir amel, akhirnya Aldopun mengikuti irama bibirnya. Kini aldo memainkan lidahny didalam mulut amel. mereka bercumbu dengan sangat panas.
Tangan aldo menelusup kedalam baju amel, meremas dada amel dan "Aaachhh...," desahan amel terdengar di telinga aldo.
"Please Al...jangan lakuin itu." amel memohon dengan mata sayu.
" Okey sayang, maafin aku ya, aku terbawa suasana tadi." ujar aldo.
Aldopun menarik tangannya kembali dan merapikan baju yan amel kenakan.
Ganti bajumu, dan langsung keruang makan ya...kita makan bareng mama dan papa."
kata Aldo sambil berjalan keluar kamar amel.
Saat dikamar amel langsung menutup wajahnya dengan kedua telapaknya, untung saja hal itu gak sampai terjadi. Kau bodoh sekali mel....(Amel berbicara dengan dirinya sendiri.)
__ADS_1